Dampak Pemanasan Global

Penduduk Pasifik Pindah Pulau

11/12/2005, 18:37 WIB – KOMPAS Cyber Media – Sains & Teknologi

Naiknya permukaan air laut telah mendorong 100 orang penduduk sebuah pulau di Samudera Pasifik berpindah ke lokasi yang lebih tinggi. Ini adalah dampak pemanasan global yang jelas terlihat kerugiannya bagi sebuah komunitas.

Pohon-pohon kelapa yang ada di pinggir pantai telah terendam air dan para penduduk Lateu di Pulau Tegua, Vanuatu mulai membongkar rumah kayunya dan berpindah ke pulau di dekatnya yang 600 meter lebih tinggi.

“Mereka tidak dapat tinggal lebih lama lagi di pantai,” kata Taito Nakalevu, seorang ahli perubahan iklim di Sekretariat Program Lingkungan untuk Regional Pasifik, saat menghadiri konferensi untuk melawan perubahan iklim di Montreal yang dihadiri 189 negara.

Air pasang yang tinggi karena badai menjadi semakin besar dalam tahun-tahun terakhir dan menyebabkan Lateu tidak lagi berpenghuni karena sering disapu banjir antara 4 hingga 5 kali dalam setahun. “Kami melihat pasang yang tinggi menyapu pulau-pulau di sana,” katanya.

Program Lingkungan PBB (UNEP) menyatakan bahwa wilayah Lateu menjadi salah satu – kalau tidak boleh dikatakan yang pertama – daerah yang secara formal berpindah karena pengaruh buruk perubahan iklim.

Panel ilmuwan yang memberi saran pada PBB memperkirakan, permukaan air laut akan naik paling tidak satu meter pada 2100 karena melelehnya es sebagai dampak pemanasan global yang dipicu terjebaknya panas di atmosfer. Gas yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil di pembangkit listrik, pabrik, dan mobil adalah penyebab efek yang disebut rumah kaca itu.

Banyak komunitas pantai lainnya yang terancam karena kenaikan air laut, misalnya New Orleans di AS, Venesia di Italia, atau pemukiman di Kutub Utara. Mencairnya gletser dan gunung es menyebabkan erosi pantai oleh gelombang air laut.

Penduduk Pasifik yang kebanyakan tinggal di pulau karang adalah kelompok paling beresiko. Sekitar 2.000 penduduk Kepulauan Cantaret di Papua New Guinea berencana pindah ke pulau tedekat Bougainville. untuk mencapai pulau tersebut diperlukan 4 jam perjalanan menggunakan kapal cepat.

Dua pulau tak berpenghuni di Kiribati yaitu Tebua Tarawa dan Abenuea, tenggelam pada 1999. “Di Tegua, para penduduknya telah berpindah dimulai oleh ketuanya sebelum memulai proses perpindahan yang diikuti para penduduk lainnya,” kata Nakalevu. Sebuah gereja juga ikut dibongkar dan dipindahkan di pulau terdekat.

Menurut Nakalevu, naiknya permukaan air laut mungkin dipengaruhi pemanasan global. Pulau karang seluas 30,72 kilometer persegi itu mungkin telah menyusut. Saat ini, para penduduknya mengandalkan ubi jalar dan biji-bijian yang ditanam di tanaman yang lebih tinggi.

Untuk membantu Lateu, Pemerintah Kanada menyediakan 40 ribu dollar AS untuk membangun sistem penampung air hujan yang sanggup menyimpan 30 ribu liter air. Dengan demikian penduduk yang tinggal di pulau tidak tergantung pada sumber mata air di pulau.

Di Kutub Utara, penduduk asli yang tinggal di Shismaref, Alaska dan Tuktoyaktuk di Kanada berpikir untuk berpindah karena perubahan iklim. “Penduduk Arktik dan pulau-pulau kecil di dunia menghadapai ancaman yang sama,” kata Klaus Toepfer, direktur eksekutif UNEP.

Kecenderungan ini patut dipikirkan setiap orang, sebab, lanjut Klaus, mencair dan menyusutnya es dan naiknya permukaan air laut, bertambah hebatnya badai, dan sejenisnya adalah tahap awal dari dampak yang lebih besar yang kelak akan dihadapi oleh setiap orang di Bumi.

About these ads

28 Komentar

  1. Cindy said,

    Desember 28, 2007 at 8:48 am

    Saya mahasiswa Hubungan Internasional, Universitas Al Azhar Indonesia. Menurut saya perubahan iklim yang terjadi di Indonesia karena human error. Sebaiknya pemerintah mulai menindak secara tegas tentang hukum-hukum yang berlaku. UUD yang mengatur tentang segala peraturan akan illegaloging atau apapun itu harus direalisasikan. Selain itu oknum-oknum yang jelas terlibat baik sipil maupun nonsipil ditindak tegas sesuai hukum, kalau perlu disidang di Belanda karena hukum di Indonesia bertindak berdasarkan “amplop”. Sudah saatnya rakyat diberikan sosialisasi mengenai tanda/ciri akan global warming, akrena tidak semuanya tahu mengenai arti, dampak, dan penaggulangan akan global warming. Pemerintah dalam hal ini dapat bekerjasama dengan otonomi daerah masing-masing.

    • om jay said,

      Oktober 2, 2010 at 1:38 am

      hijaukan bumi kita untuk anak cucu kita…..
      demi hidup lebih baik.
      aing teh bobotoh persib…

      • koclok said,

        Oktober 2, 2010 at 1:42 am

        swalud buat mbak”y
        msh mikirin bumi kita.
        jarang lho anak jaman sekarang peduli lingkungan, ad jga pada hura-hura gak jelas malah ad juga sek ngrusak lingkungan..

  2. waladun said,

    Desember 29, 2007 at 11:35 pm

    karena bumi ini hanya satu, ya yang kita tempati ini, maka seyogyanya kita bersamalah yang harus menjaga dan merawat. bukan malah semuanya dibebankan pada indonesia. ya amerika dan kawan2 juga tanggungjawab donk.

  3. Idealisman halawa said,

    Januari 2, 2008 at 6:19 am

    Menurut saya, terjadinya pemanasan global ini, dikarenakan kurangnya kesadaran Warga Indonesia. Padahal kalau di negara maju, mis U.S.A. rata2 kalau pergi kekantor, atau kemana saja, cuman bawa sepeda.. padahal orangya itu udah maju. kenapa mereka gak bawa Mobil2 Mewah seperti Indonseia, Karna yang mereka lihat itu dari sisi Kesehatan n keselamatan. kalau Indonesia melirik dari Sisi keberadaan n Kehormatan…… Pantas gak maju..maju…………..Trim”s..

  4. Januar said,

    Januari 7, 2008 at 2:20 pm

    Menilik komentar di atas, mohon diingat US & A adalah kontributor terbesar gas rumah kaca. Mohon cari data dulu sebelum komentar.

  5. i'ah said,

    Januari 13, 2008 at 3:31 am

    kenapa si orang-orang rakus yang buat ulah tapi kita semua yang jadi kena getahnya

    hai insyaflah wahai kembaran chimpanzees yang merasa rakus

    mikir si ngapa
    emank
    anak
    cucu
    buyut
    canggah
    wareng
    udeg-udeg
    gantung siwur
    petarangan bubrah

    dari keturunan Anda semua gak kasihan???????????????????

  6. ORI said,

    Januari 19, 2008 at 8:00 am

    Kenapa setiap bakal calon yang akan duduk di lepemerintahan tidak pernah berkampanye untuk menyelamatkan lingkungan senuanya hanya ke perekonomian padahal semuanya itu terkait pada pengelolaan lingkungan kita.
    Walaupun negara negara lain tidak perduli tapi kita bangsa indonesia harus tetap perduli karena kita sebagai umat ciptaan TUHAN.
    alam ini juga ciptaannya tugas kita memelihara dan mengelolanya.

  7. Stefanus Sukrisno Widodo said,

    Februari 16, 2008 at 5:08 am

    Berita perpindahan para penduduk di kepulauan pasifik menandakan sebuah kerapuhan dan kehancuran dunia.Kesadaran bahwa kemanusiaan kita sangat tergantung dan terkoneksi dengan dunia. Rawat dan jagalah bumi itulah cara menghindari kepunahan kita.

  8. oky said,

    April 7, 2008 at 3:20 am

    klo menurut w,mendingan BBM diganti sm biodiesel biar polusinya berkurang trus mendingan dikurangin dech yg nmanya pke AC,minyak wangi&sebagainya.itu semua yg bkin lapisan ozon makin menipis.trus ilangin tuch orang2 yg pd nebangin hutan,kan bkin jd banjir…
    lgpl qta kan negara kepulauan,,mangya mau klo pula2nya pd tenggelam????
    ga mau kan????
    jd mulai skrg lah,,,qta sebagai penduduk bumi jgn pernah yg namanya buat kerusakan lagi..
    ok!!!!!!

  9. InTaN sUkMa N said,

    April 7, 2008 at 10:53 am

    Saya sangat sedih mendegar adanya pemanasan global yang disebabkan oleh manusia yang tidak bisa menjaga kelestarian bumi ini. Hal ini menyebabkan bumi ini menjadi kurang bersahabat kepada manusia…

  10. Sutrisno said,

    April 8, 2008 at 2:40 am

    budaya dan tekhnologi yang semakin maju, manusia cenderung mempunyai sifat egois yang sangat tinggi.

  11. yusuf arif buwono said,

    April 15, 2008 at 12:54 am

    kita harus bisa mengantisipasi

  12. barsoebhe said,

    April 23, 2008 at 3:17 am

    gmn cranya ath biar smua wrga ind mw mncegah pmnasan global????????????

  13. boyke walfredo said,

    Juni 26, 2008 at 12:04 pm

    yuks jadikan Peduli Lingkungan atau Cinta Lingkungan sebagai “GAYA HIDUP” / LIFE STYLE dalam keseharian kita….
    jangan saling menyalahkan, berkacalah pada diri kita sendiri apakah kita sudah cukup care terhadap lingkungan sekitar kita…
    SAVE THE EARTH INDONESIA

  14. Sari Kresensia said,

    November 14, 2008 at 1:51 am

    hm..pemanasan global tuh gag bole da..
    al na isa nyebabkan naik na permukaan air laut,perubahan jumlah dan pola persipitasi,terus intensitas fenomena cuaca akan meningkat secara extream..
    qt sbg manusia shrs nya turut menjaga kehidupan yg ada..
    tidak seharus nya malah dirusak, spt penebangan hutan, buka Ac tiep hari, makai parfum..dll..
    go!!
    Say no to GlobaL WarminG..
    tq~

  15. naysilla said,

    November 27, 2008 at 5:45 am

    global make kita sengsara cz marai puanas n gak enak bangt

  16. dani said,

    Januari 11, 2009 at 4:25 pm

    Penggunaan bahan bakar alternatif selain bahan bakar fosil seperti bahan bakar nabati, penggantian refrigerant AC yang lebih ramah lingkungan, mengurangi penggunaan spray dan masih banyak lagi yang bisa dilakukan baik secara individu maupun komunitas besar seperti negara.

  17. Handy Uchiha said,

    Januari 16, 2009 at 10:25 am

    Klo mw nyari sapa yg salah akibat pemanasan Global psti qta nyalahin dri sndri krna Manusia yg menyebapkan smw ini … bukan bintang apalagi tumbuhan …
    jdi klomw nyalahin siapapun tetap jah yg saah tuh manusianya …

    maka dari itu sgala sesuatu jgn dinilai dri stu sisi jah..
    klo mw mnilai orng laen nilai dlu dri sndri .. kontribusi apa yang sudah qta berikan yg membuat dunia yg qta tempatiin bsa jdi lebih baek ..

    jangan sekedar coment .. OMDO (omong doank )

    Mari qta smw buat Dunia ni jdi Lbih baek untk ank cucu qta kelak …
    Manusia hdup tuk merawat Alam bukan tuk merusak’y ..

    STOP GLOBAL WARMING !!!

  18. garetta putri maharani said,

    Maret 17, 2009 at 9:33 am

    dasar manusia bisanya ngerusak lingkungan,memang kita yg rugi tp pst dy jg rugi !
    bwat SMWA,kt g perlu bkn organisasi STOP GLOBAL WARMING,percuma !!!
    Bwat nyetop tjdnya GLOBAL WARMING,kt itu hrs membutuhkan SELURUH PRNGHUNI BUMI…Cb pikir ajha,klo cm sebagian manusia emg sih efek tp cm 0,1%… bilang ajha sm pak SBY membuat perjanjian STOP GLOBAL WARMING !,SAVE OUR EARTH,SAVE OUR LOVELY INDONESIA…………………….

  19. esther mariani said,

    April 10, 2009 at 4:12 am

    Manusia itu bisanya cuma merusak lingkungan alam tapi tidak mau bertanggung jawab!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    huhuhuh……payah………..pantesan aja banyak terjadi peristiwa bencana alam!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  20. Noaxz said,

    April 26, 2009 at 5:20 pm

    Mang dah kodratnya manusia sebagai makhluk tamak, yg ga pernah puas dgn apa yg udh di raihnya..sampe2 manusia bisa membunuh hanya utk mendapatkan keinginannya..ya udhlah ga usah pusing, percuma berkoar2 tp klo ga introspeksi diri..coz USA yg katanya ngotot & gembor2 menangulangi GW (Global Warming), justru yg paling Jor2an ma industinya sendiri yg ujung2nya buncitin perut mreka..Mudah2an Bencana alam yg rajin nyamperin Indonesia di pindah ke Amerika..biar kapok dan sadar tu bule…

  21. Noaxz said,

    April 26, 2009 at 5:23 pm

    oya lupa …mumpung lagi EARTH DAY 2009 gw cuma mau nyampein..THE EARTH DAY ONLY ONE DAY, BUT EARTH DAY IS EVERYDAY…Tanamkan di jiwa dan sanubari kita smua..

  22. arga godspeed said,

    Mei 17, 2010 at 4:55 am

    STOP GLOBAL WARMING. . .
    untuk hidup yang lebih baik. . .
    di mulai dari diri kita sendiri terlebih dahulu. . .^^

  23. yosefine said,

    Oktober 10, 2010 at 6:59 pm

    STOP GLOBAL WARMING!

  24. Ayu Rahmawati said,

    Januari 19, 2011 at 3:48 am

    ayo mulai sekarang Qt hrs bsa jga bumi Qt,,,,,,,,,
    ksadaran itu ada pd d’ri Qt msg2….!!!!

  25. wiwin sriulan dari said,

    Januari 28, 2011 at 7:18 am

    manusia tidak kan pernah sadar……..
    untuk itu mulai dari dri kita sendiri..lah yang manggatasi nhaaaa…..

  26. desi sulistiyanti said,

    Februari 4, 2011 at 1:16 pm

    mudah-mudahan orang sadar,bahwa bumi qta ini dalam keadaan terancam….


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 47 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: