Mengungkap Proses Terjadinya Hujan Asam

advertorial |

tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI – ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS – MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain
MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN

utkampus : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net


DENGAN semakin meningkatnya ilmu pengetahun dan teknologi (iptek), semakin tinggi pula aktivitas kegiatan ekonomi manusia, di antaranya dengan semakin pesatnya perkembangan proses industrialisasi dan sistem transportasi. Sebagai konsekuensi logis, maka semakin meningkat pula zat-zat polutan yang dikeluarkan kegiatan industri maupun transportasi tersebut. Keberadaan zat-zat polutan di udara ini tentu akan berpengaruh terhadap proses-proses fisik dan kimia yang terjadi di udara. Salah satu dampaknya ialah dengan terjadinya hujan asam.

Istilah hujan asam pertama kali digunakan Robert Angus Smith pada tahun 1972. Ia menguraikan tentang keadaan di Manchester, sebuah kawasan industri di bagian utara Inggris. Hujan asam ini pada dasarnya merupakan bagian dari peristiwa terjadinya deposisi asam. Deposisi asam terdiri dari dua jenis, yaitu deposisi kering dan deposisi basah. Deposisi kering adalah peristiwa terkenanya benda dan molekul hidup oleh asam yang ada dalam udara.

Hal ini bisa terjadi di daerah perkotaan, karena adanya pencemaran udara dari lalu lintas yang berat dan daerah yang langsung terkena udara yang tercemar dari pabrik. Dapat pula terjadi di daerah perbukitan yang terkena angin yang membawa udara yang mengandung asam. Deposisi kering biasanya terjadi di tempat dekat sumber pencemaran.

Sedangkan deposisi basah ialah turunnya dalam bentuk hujan. Hal ini terjadi apabila asam di dalam udara larut ke dalam butir-butir air di awan. Jika kemudian turun hujan dari awan itu, air hujannya akan bersifat asam. Dalam bahasa Inggris peristiwa ini disebut dengan rain-out. Deposisi basah dapat pula terjadi karena hujan turun melalui udara yang mengandung asam, sehingga asam itu larut ke bumi. Peristiwa ini disebut wash-out.

Menurut Bambang Yulianto (1993) masalah deposisi asam terjadi di lapisan atmosfer terendah, yaitu di troposfer. Asam yang terkandung didalam deposisi asam ialah asam sulfat (H2SO4) dan asam nitrat (NHO3). Keduanya merupakan asam yang sangat kuat. Asam sulfat berasal dari gas SO2 dan asam nitrat, terutama dari gas NOx yang melalui proses fisik dan kimia di udara membentuk keasaman. Proses yang terjadi sangatlah kompleks yang melibatkan proses transportasi dan transformasi. Kontribusi air hujan untuk mengikat zat-zat polutan tersebut membentuk keasaman dalam bentuk senyawa H2SO4 dan NHO3.

Dalam konteks ini, dalam ilmu kimia, derajat keasaman diukur dengan pH yang menunjukkan kadar ion H+ yang terdapat dalam sebuah larutan yang dinyatakan dalam -log kadar H+. Karena pH menggunakan skala logaritma, tiap skala berarti kelipatan 10. Misalnya, pH 3 adalah 10 kali lebih asam dari pada pH 4 dan 100 kali asam dari pH 5. Sedangkan hujan yang normal, yaitu hujan yang tidak tercemar, mempunyai pH sekira 5,6. Jadi, bersifat agak asam. Hal ini disebabkan gas CO2 didalam air hujan. Asam karbonat itu bersifat asam yang tercemar oleh asam yang kuat, pH air hujan turun dibawah 5,6. Hujan inilah yang merupakan hujan asam.

Polutan yang berperan

Polutan yang berperan akan terjadinya hujan asam adalah zat SO2 dan NOx di udara. Sekira 50% SO2 yang ada didalam atmosfer adalah alamiah, antara lain dari letusan gunung berapi dan kebakaran hutan yang alamiah. Sedangkan yang 50% lagi adalah antropogenik, yaitu berasal dari aktivitas manusia, terutama dari pembakaran bahan-bahan fosil (BBF) dan peleburan logam.

Namun, di daerah yang banyak mempunyai industri dan lalu lintas berat, SO2 yang antrofogenik lebih tinggi.

Kadar SO2 tertinggi terdapat pada pusat industri di Eropa, Amerika Utara dan Asia Timur. Di Eropa Barat, 90% SO2 adalah antrofogenik. Di Inggris, 2/3 SO2 berasal dari pembangkit listrik batu bara, di Jerman 50% dan di Kanada 63%.

Emisi terbesar SO2 di dunia adalah pabrik pelebur tembaga dan nikel di Sundbury, Ontario, Kanada yang mengemisikan SO2 632.000 ton/tahun. Adapun pembentukan asam sulfat dalam fase gas oleh emisi SO2 di udara terjadi dengan bantuan radikal hidroksil (OH), sehingga terbentuklah kembali radikal OH.

Oleh sebab itu selama masih terdapat NO di atmosfer, dapatlah terbentuk asam sulfat tanpa mengurangi kadar OH. Dengan demikian semakin banyak SO2 makin banyak pula asam sulfat yang terbentuk.

Kemudian, seperti halnya SO2, 50% NOx dalam atmosfer adalah alamiah dan 50% antrofogenik. Pembakaran BBF juga merupakan sumber terbesar NOx sehingga di negara dengan industri maju NOx yang antrofogenik lebih besar dari pada yang alamiah. Emisi NOx dalam tahun 1980 diperkirakan sebesar 9,2 juta ton di Eropa, 19,3 juta ton di Amerika Serikat, dan 1,8 juta ton di Kanada. Instalasi pembangkit listrik dan kendaraan bermotor merupakan sumber utama NOx.

NOx berasal juga dari aktivitas jasad renik tanah, di mana untuk kehidupannya menggunakan senyawa organik yang mengandung N. Oksida N itu merupakan hasil sampingan dari aktivitas jasad renik tersebut.

Pupuk N dalam tanah yang tidak terserap tumbuhan juga mengalami perombakan kimia fisik dan biologi yang menghasilkan oksida N. Semakin banyak digunakan pupuk N, semakin tinggi pula produksi oksida tersebut. Sebagian dari oksida N tersebut di udara berubah menjadi asam nitrat.

Sumber asam nitrat yang lain ialah amonia (NH3). NH3 sebenarnya bersifat basa, tetapi keberadaannya di udara menetralisasi asam dengan pembentukan garam (NH4)2 dan NH4NO3 kemudian dioksidasi menjadi asam nitrat. Sumber utama NH3 ialah pertanian dan peternakan, yaitu pupuk dan kotoran ternak.

Untuk emisi yang berasal dari transportasi (pencemaran udara akibat aktivitas transportasi besarnya 33-50% dari pencemaran total pada udara) dengan menggunakan metode pengubah katalik (catalytic converter). Namun, alat ini hanya dapat dipergunakan pada kendaraan dengan bahan bakar minyak (BBM) bensin dan tidak pada mesin diesel.

Alat ini pun juga tidak dapat dipergunakan pada bensin yang mengandung timbal (Pb), sehingga tidak dapat dipergunakan di negara yang masih mempergunakan bensin jenis ini, seperti di Indonesia. Pengubah katalik ini dipasang pada knalpot menggunakan campuran platinum dan rhodium sebagai katalisator. Alat ini dapat mengubah CO dan HC menjadi CO2 dan air serta mereduksi NOx menjadi gas nitrogen. Dengan alat ini emisi CO, HC, dan NOx dapat dikurangi sampai dengan 90%.

Semua cara tadi tentu saja memerlukan biaya yang mahal. Untuk itu, dalam mengantisipasinya yaitu dengan cara upaya penghematan energi.

Penghematan energi ini mempunyai keuntungan dalam mengurangi CO2 selain mengurangi emisi lainnya. Namun, tentunya bersifat fleksibel, sehingga terdapat pilihan yang luas yang bisa dilakukan oleh berbagai lapisan masyarakat.(Budi Imansyah S./sumber; BD)***

Pikiran Rakyat :13jan2005

About these ads

40 Komentar

  1. Nugraha said,

    Februari 18, 2008 pada 2:36 pm

    Wah ternyata UT keren juga ya………. banyakinfo yang sy dapat…….. tapi btw ada ga S2nya …… ?

  2. klipingut said,

    Februari 18, 2008 pada 3:01 pm

    UT emamng bagus kok, visinya kan 2010 terdepan di Asia dan 2020 masuk unggulan dunia, tapi masih kalah dibanding perintisnya yaitu Open University (OU) alias UTnya Inggris.

    Pasca sarjana UT ada tiga program : Manajemen Perikanan, Administrasi Publik dan Manajemen Bisnis.

  3. ANISA said,

    Maret 9, 2008 pada 6:03 am

    BAGAIMANA DENGAN UT YANG ADA DI KOTA TAKENGON KABUPATEN ACEH TENGAH (NAD), APAKAH TIDAK SULIT UNTUK MENGURUS PROSES WISUDANYA DAN BAGAIMANA DENGAN STATUSNYA? KAPAN DIADAKANNYA S2?

  4. klipingut said,

    Maret 29, 2008 pada 10:39 am

    Dear Anisa,

    Untuk Takengon bisa daftar dan ujian di Banda Aceh, Meulaboh atau Lhokseumawe.

    Tak sulit mengikuti wisuda di Jakarta setelah mendapat SK Yudicium tinggal daftar saja dengan mengisi form yang disediakan.

    info lengkap ada di : http://www.utkampus.net

  5. afni said,

    Agustus 23, 2008 pada 8:32 am

    saya bangga dengan prestasi bangsa ini dan dengan anak2 bangsa ini yang kreatif dan pintar ini menurut pendapat saya

  6. kiki said,

    Agustus 31, 2008 pada 3:42 am

    wow menngejutkan

  7. Thariq said,

    Oktober 22, 2008 pada 12:39 pm

    saya banga dengan prestasi bangsa ini tetapi masih ada yang kurang yaitu teknologi yang terbelakang tetapi saya percayanegara ni pasti dapat memajukan teknologi bangsa ini semangat “indonesia’ merdeka!

  8. Oktober 24, 2008 pada 1:25 pm

    Cerdaskan bangsa…banyak cara, salut dengan UT dengan kemudahan akses ipteknya..

  9. LENSI said,

    November 20, 2008 pada 5:33 am

    apakah hujan asam dapat dikendalikan npadahal manusia sangat tergantung pada industri ????

  10. anna chan said,

    Desember 11, 2008 pada 12:55 pm

    kerennnnn

  11. hary said,

    Januari 22, 2009 pada 2:23 pm

    saya pengen s2 yang meteorologi,gmn ya?

  12. Andry Nurta Suhadi said,

    Februari 20, 2009 pada 9:41 am

    permisi…..gw download klipingnya ya???coz gue butuh bngt bahan ne buat presentasi tugas kimia lingkungan……

  13. dellayamarno said,

    Februari 23, 2009 pada 8:05 am

    yang fosil manusia purba, kirain mah ada gambarnyaaa……kecewwwaaa

  14. shelliey said,

    Maret 12, 2009 pada 1:59 am

    thank’s informasinya aku jadi tahu dech….

  15. sarah said,

    April 20, 2009 pada 3:40 am

    keren2 yaw, q mau ikutan jadi ut juga ya!

  16. budi said,

    Mei 11, 2009 pada 1:05 am

    mantab postingannya, salam kenal dari kalimantan tengah

  17. lasta said,

    Juni 25, 2009 pada 5:54 am

    Hai!!! slam kenal, Q lasta dari Sengata kaltim
    Gw mw numpang download klipingnya Yah!! coz mw di Q pke wat
    jdiiN makla….
    Bleh kah?????

    • toni said,

      Februari 2, 2010 pada 12:40 pm

      bleh aj…………ga ad yang larang semih buat ilmu pengetahuan……….

  18. floverxia said,

    Agustus 8, 2009 pada 10:46 am

    tq ya info’y,,pr q jd slsei dech^^

  19. floverxia said,

    Agustus 8, 2009 pada 10:49 am

    oy,leh mnta tlng ge gx??q mch bngung ne^^

  20. ana_noer said,

    Agustus 9, 2009 pada 4:20 am

    terimakasih yaa… untuk artikenya saya jadi lebih tau bagaimana proses hujan asam yang sebenarnya…

  21. safira said,

    Agustus 15, 2009 pada 4:07 am

    bnyk bgt si cape bacanya……………:(

  22. Risda Julianingati said,

    Agustus 21, 2009 pada 2:13 am

    thanx taz info’y……

  23. dede said,

    Agustus 26, 2009 pada 9:55 am

    terimakasih ya informasinya…………..
    aku mohon boleh ya untuk aku minta……….di copy paste ke microsof word ya,……..
    boleh ya aku copy paste…………

  24. sarah said,

    Oktober 5, 2009 pada 3:18 am

    makasih banyak…karna prku terbantu selesai

  25. yanto said,

    Januari 18, 2010 pada 2:41 am

    apakah negara indonesia ini termasuknegara global warning di asai tenggara?
    bagaimana cara penangulangan agar tidak terjadi global warning?

  26. Fira said,

    Januari 18, 2010 pada 12:18 pm

    Thx y dah ada situs nie.prku slesai..!

  27. anna said,

    Maret 5, 2010 pada 3:50 am

    salam kenal n thank…….. bisa donk lain kali tukar pikiran lagi!

  28. April 17, 2010 pada 5:58 am

    [...] Mengungkap Proses Terjadinya Hujan Asam [...]

  29. BAGAS said,

    Mei 4, 2010 pada 2:09 pm

    Permisi, jadi ringkasan nya gmn? bingung saya …..

  30. galang said,

    Mei 27, 2010 pada 12:41 pm

    bagus banget nambah pengetauan gua tentang ujan asam thanks for your infomation

  31. Mbandilan Unaycty Club said,

    Agustus 24, 2010 pada 9:52 am

    terimakasih atas segala informasinya…..!?!?!?….

  32. irma gittu said,

    September 15, 2010 pada 3:35 am

    Mungkinkah indonesia bisa terlepas dari bahaya hujan asam ??????????????

  33. Tata said,

    September 28, 2010 pada 3:28 am

    hujan asam bia di hilangkan gk ya>?

  34. arief said,

    Oktober 19, 2010 pada 12:12 pm

    q da kerjaan nih dri gru ipa q tpi ni yg trbayk bwt q

  35. lebah_ratih said,

    November 9, 2010 pada 7:56 am

    kreatif, aktif, informatif,,,,,,

  36. nopphyta said,

    Februari 17, 2011 pada 9:21 am

    wah…gud gud..!

  37. nopphytaenossh said,

    Februari 17, 2011 pada 9:22 am

    wah…bagus sih..
    cocok wt anak” kami.!

  38. dini said,

    Mei 25, 2011 pada 7:14 am

    makasih ya,,,, karna infmor ini ku bsa mengerjakan tugas……

  39. fahira shahiba said,

    Agustus 12, 2011 pada 1:17 pm

    thanks banget …..!!!
    mau nya ada penjelasan nya lebih panjang :D
    TAPI UDA TOP ABISSSS


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 45 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: