Limbah Rumah Tangga Dominan Cemari Kota


Kontribusinya Mencapai 80 Persen

BANDUNG, (PR).-
Padatnya penduduk kota-kota di Jabar khususnya Kota Bandung, telah memunculkan masalah lingkungan yang cukup mengkhawatirkan akibat pembuangan limbah, mulai dari limbah industri (pabrik) hingga limbah rumah tangga. Bahkan, kini limbah yang berasal dari rumah tangga khususnya di kota-kota besar di Jabar, sudah mencapai 80%.

Demikian ditegaskan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jabar Ade Suhanda, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (11/1). “Dari hasil penelitian, kontribusi limbah domestik (rumah tangga) semakin membesar di Jabar, yakni sudah mencapai 80%. Di Kota Bandung sendiri, kemungkinan angkanya bisa lebih besar lagi, mengingat penduduk Bandung paling padat,” ungkapnya.

Menurut Ade, limbah domestik yang paling dominan adalah jenis organik, seperti kotoran manusia dan hewan. Di kota besar seperti Bandung ini, tinja terkadang dibuang seenaknya atau tidak pada tempatnya seperti ke sungai. Akibatnya sungai menjadi tercemar, sehingga berpotensi menyebabkan timbulnya berbagai macam penyakit.

Sedangkan limbah anorganik berupa plastik dan bahan-bahan kimia, yang diakibatkan oleh penggunaan deterjen, sampo dan penggunaan bahan kimia lainnya. “Umumnya limbah domestik tersebut dibuang secara sembarangan dan tidak terkontrol, sehingga terakumulasi dan mengakibatkan terjadinya masalah pencemaran lingkungan,” ungkapnya.

Untuk itu, ia mengharapkan agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Kemudian kalau sampah tersebut masih mempunyai nilai ekonomis, bisa disimpan untuk didaur ulang, seperti plastik dan kertas.

Memang, katanya, masalah limbah domestik tersebut sangat erat hubungannya dengan kultur masyarakat. Mereka seakan sudah terbiasa membuang sampah dan limbah secara sembarangan, sehingga untuk mengubah kebiasaan itu dirasakan sulit. Meski begitu, pihak BPLHD sendiri bekerja sama dengan pihak lain, berencana untuk bisa mengubah kultur tersebut. “Sepanjang kultur itu tidak bisa berubah, penanganan sampah domestik tersebut akan tetap sulit,” katanya.

Limbah medis

Di samping limbah domestik, menurut Ade, yang menjadi kendala adalah limbah medis. Msialnya bahan-bahan bekas operasi, jarum suntik dan obat-obatan serta bahan kimia lainnya. Limbah medis menjadi kendala, mengingat pihak rumah sakit membuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Padahal, tandas Ade, limbah medis tidak boleh dibuang ke TPA karena berbahaya, seharusnya limbah tersebut dibuang ke tempat khusus lalu dibakar. “Makanya hasil penelitian menunjukkan, untuk Kota Bandung diharuskan ada tempat pembuangan khusus limbah domestik bagi seluruh rumah sakit. Limbah itu bisa dikelola oleh pihak swasta yang profesional,” ungkapnya.

Ade mengungkapkan, untuk menanggulangi sampah domestik pihaknya tengah mencari teknologi tepat guna yang mengolah sampah, guna memberikan nilai ekonomis. Misalnya, untuk tenaga pembangkit listrik dari energi bio massa yang dihasilkan dari sampah.

“Memang teknologi ini belum digunakan di kita, namun telah dijajaki bahkan beberapa negara yang tengah menggunakan teknologi tersebut seperti Jepang dan Rusia, telah menawarkan untuk bekerja sama. Mudah-mudahan, dalam waktu dekat ini bisa direalisasikan,” tambahnya. (A-113)***PR-Rabu, 12 Januari 2005

About these ads

28 Komentar

  1. m. faisol afif berkata,

    Maret 25, 2008 pada 8:08 am

    tolong ditulis sama penanganannya .

  2. Happy Pakpahan berkata,

    April 29, 2008 pada 2:48 am

    perlu penyadaran ke masyarakat bahwa penyebab dan upaya pencegahan pencemaran lingkunga juga ada ditangan masyarakat.

  3. ISKANDAR berkata,

    Juni 2, 2008 pada 6:23 am

    ANDA BERLIMBAHKAMI BERSOLUSI..Mela yani Limbah Anda Anda SEJABOTABEK : Limbah Industri;Limbah Perkantoran; Limbah Gedung/Apartmen t; Perumahan; Sedot WC; Air Kotor; Saluran mampet;Rembesan & Bikin Septictank Hubungi :ISKANDAR No. Tlp. 021-74631310 & 021-70492265

  4. ucy berkata,

    Juli 30, 2008 pada 3:24 am

    semakin lama penduduk indonesia semakin bertambah dan kebutuhan membuang sampah semakin meningkat. jika setiap orang membuang sampah setiap hari bayangkan berapa banyak sampah yang menumpuk.

  5. fanny berkata,

    Agustus 11, 2008 pada 7:13 am

    menurut saya kurang lengkap?????????????????????????

  6. anis berkata,

    Agustus 21, 2008 pada 3:41 am

    w rasa sih kalau kita ngomongin masalah limbah ga kan pernah ada habisnya mending kita bukti’in aza secara langsung dan kita cari tau gimana cara menanggulanginya….!!!

  7. - berkata,

    September 26, 2008 pada 5:29 am

    JASA LIMBAH YULI Mengucapkan SELAMAT PUASA & LEBARAN…Terima Layanan Se JAKARTA BOGOR DEPOK TANGERANG & BEKASI : Sedot WC; Air Kotor; Saluran mampet;Rembesan & Bikin Septictank Silahkan Segera Hubungi YULI No. Tlp. 021-98736434 & 021-70560098

  8. fitri n ulfa berkata,

    November 7, 2008 pada 4:47 am

    kurang lengkap niech

    mending berbuat sesuatu

  9. ayla berkata,

    November 11, 2008 pada 6:38 am

    ko kurang lengkap c???????????????????

  10. fith berkata,

    Desember 3, 2008 pada 11:58 am

    ??apaan nicH!?

  11. ibe berkata,

    Desember 5, 2008 pada 2:12 am

    duh…lagi-lagi masalah limbah…q bosen bangrt dengernya…kapan sih manusia bisa sadar..bisanya cuman merusak alam…

  12. siti humairoh sa'diyah berkata,

    Januari 16, 2009 pada 7:16 am

    q ingin beasiwa itu

  13. yudi hartono berkata,

    Januari 23, 2009 pada 1:45 am

    limbah…?

  14. nadya berkata,

    Februari 27, 2009 pada 9:10 am

    apa dampaknya

  15. frisko mandala futra berkata,

    April 2, 2009 pada 1:04 pm

    gambar limbah ya kk gx da si ?????????????????????/

  16. JASA LIMBAH YULI berkata,

    Juni 17, 2009 pada 3:18 am

    JASA SEDOT WC Terima Layanan Se JAKARTA BOGOR DEPOK TANGERANG & BEKASI : Sedot WC; Air Kotor; Saluran mampet;Rembesan & Bikin Septictank Silahkan Segera Hubungi YULI No. Tlp. 021-98736434 & 021-70560098

  17. yan berkata,

    Juni 23, 2009 pada 3:23 pm

    kok ga ada contoh nya ia….

  18. reni berkata,

    Juni 26, 2009 pada 9:27 am

    kenava seh ga ada penanganan biar ga da limbah

  19. wahyu berkata,

    Juli 29, 2009 pada 2:24 am

    knapa kurang spesifict ????

  20. tri berkata,

    Juli 30, 2009 pada 10:06 am

    harus lebih menarik yahh

  21. tri berkata,

    Juli 30, 2009 pada 10:07 am

    lebih seeu untuk baca

  22. tri berkata,

    Juli 30, 2009 pada 10:07 am

    lebih menarik

  23. afit nur iman berkata,

    September 9, 2009 pada 5:25 am

    tolong dong kliping nya lebih lengkap………..??????????????

  24. Yeni HS berkata,

    Oktober 17, 2009 pada 2:57 am

    limbah yang diakibatkan oleh pabrik, rumah sakit, maupun dari rumah tangga kalau masyarakat di indonesia punya partisipasi ataupun kreatifitas gw yakin bisa ditanggulangi limbah tersebut misalnya dari limbah rumah tangga yang organik bisa dibuat menjadi pupuk, saya punya cerita daerahnya saya lupa tapi di pabrik bir yang limbah nya dapat diolah menjadi pakan sapi oleh para pemelihara sapi jadi mereka pun mendapat keuntungan untuk tidak membeli makan untuk sapi mereka.

  25. nhiya berkata,

    November 23, 2009 pada 1:44 pm

    masih kurang lengkap nih,
    kalau boleh di tambahin gambar aja biar seru……! :)

  26. Chika Cella berkata,

    Maret 30, 2010 pada 9:57 am

    WOW…………………………………………
    Quh stuju neh ma nhiya
    Gambarnya mane???????????

  27. Limbah cemari kota berkata,

    September 27, 2010 pada 10:38 am

    limbah memang hrus d klola byar tdak mnggangu msyarkat sktar…

  28. o0phiey bERkate berkata,

    Oktober 3, 2010 pada 1:37 pm

    hehehehehehee:)

    kalo semua bilang katanya limbah rumh tngga ndag’ boleh dibuang dikali,, ,,
    lha tyuzz mao di buang kemNA???


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 44 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: