| tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain |
| MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN |
022-70314141;7313350 : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net
URBANA, RABU - Para ahli dari University of Urbana-Champaign belum lama ini mengumukan sebuah riset menarik mengenai kualitas perkembangan serta kesehatan hubungan antar pasangan dewasa. Riset menunjukkan, hubungan asmara antara pasangan dengan jenis kelamin sama (gay atau lesbi) ternyata memiliki kesamaan dengan pasangan heteroseks (pria-wanita) dalam hal keterikatan dan komitmen.
Hasil riset yang akan dipublikasikan dalam jurnal Developmental Psychology edisi Januari ini mendapat catatan khusus karena mematahkan hasil riset sebelumnya yang mengklaim bahwa hubungan homoseksual tidaklah terikat dan tidak sehat secara psikologis ketimbang pasangan heteroseksual.
Untuk sampai pada kesimpulannya, para ahli melakukan riset dengan cara membandingkan hubungan 30 pasangan gay, 30 pasangan lesbian, 50 pasangan bertunangan dan 40 pasangan menikah (heteroseks) yang telah matang. Hasil dari analisis memperlihatkan bahwa mereka yang terlibat hubungan homoseksual mengaku sama puasnya dan sama terikatnya dengan mereka yang heteroseksual.
“Asumsi bahwa hubungan keterikatan antara pasangan berjenis kelamin sama adalah “tidak teratur, dan secara psikologis tidak dewasa”, tidak mendapat dukungan dari hasil temuan kami. Dibandingkan individu yang telah menikah, pria gay atau lesbian yang terikat mengaku puas dengan hubungan mereka,” ungkap pemimpin riset Glenn I. Roisman, PhD.
Lebih lanjut, kata Roisman, “Para pria dan wanita lesbian dalam riset ini secara umum tidak menunjukkan perbedaaan dengan pasangan heteroseks dari cara mereka berinteraksi dengan yang lain, meskipun beberapa bukti menunjukkan bahwa pasangan lesbian lebih efektif dalam menyelesaikan konflik.”
Hasil penelitian Roisman mendukung sejumlah hasil riset yang sama yang dilakukan para ahli di Universitas Washington, State University San Diego dan Universitas Vermont. Seluruh riset tersebut menyimpulkan bahwa dalam berbagai aspek, hubungan antar pasangan dengan jenis kelamin sama tidaklah berbeda dengan pasangan heteroseks.
Ditambahkan pula bahwa perbandingan di antara 65 pasangan gay dan 138 pasangan lesbi yang berstatus civil union, 23 pasangan gay dan 61 pasangan lesbian tanpa civil union, serta 55 pasangan menikah (heteroseks), menunjukkan bahwa status hukum tidak berpengaruh terhadap kualitas hubungan mereka.
AC
ada baiknya anak laki yang masih kecil diajarkan tentang bagaimana lelaki hanya punya satu pasangan perempuan dan ajarkanlah anak lakimu menjadi jati dirinya sebagai makhluk normal
Awal mula kota Sodom memang menimbulkan kekaguman, tapi berhati-hatilah tipuan si Iblis. Ingatlah akhir dari kota Sodom. Tuhan masih memberi kesempatan untuk pertobatan.
@
Taken from :kompas.com










afif berkata,
Januari 26, 2009 pada 5:56 am
wah sebaiknya qt jd laki2 yang normal aja deh
Jimmi berkata,
Maret 20, 2009 pada 4:16 pm
kehidupan gay it sangtlh berarti.yg mereka butuhkan hanyalah cinta serta dukungan dari orang lain.janganlah para gay,dilecehkan oleh masyarakat,jgn diancam.mereka juga butuh kedamaian dari masyarakat yg ada disekitar mereka.jika mereka diejek,dicelah,dimaki,dihina,pastiny mereka marah.sebab mereka juga sama seperti kita didunia ini.hanya yg beda hanyalah status mereka (gay) cobalah anda pikrkn jk anda dihina oleh orang lain apakah anda hanya berdiam aj,sy yakin pastilah anda marah.