Ibu hamil yang mernderita asma harus hati-hati, disamping harus minum obat yang tepat, ia juga perlu mempraktikan penggunakan inhealer serta mampu mengatur emosinya.
“Syukurlah akhirnya saya berhasil melahirkan dua anak dengan selamat,” kata Ade, ibu dua anak balita, penderita asma sejak berusia 7 tahun. Anak pertama dengan berat 3,55 kg dilahirkan dengan bedah Caesar. Sementara anak keduanya seberat 3,8 kg malah lahir secara alami tanpa bantuan zat asam.
Seorang ibu yang menderita asma memang perlu benar-benar mempersiapkan diri begitu merencanakan hamil. Ade sendiri masuk klab senam asma sejak berencana menikah. “Di situ saya mendapat latihan relaksasi untuk mengendurkan otot-otot pernapasan,” katanya. Latihan senam asma memang ditekankan untuk mengefienkan alat pernapasan, selain untuk meningkatkan ketahanan tubuh pada umumnya. Sebaiknya latihan dilaksanakan teratur sesuai program dokter, misalnya tiga kali dalam seminggu. Tapi akan lebih baik bila dijalankan setiap hari. Latihan rutin seperti itu menurut Ade benar-benar bermanfaat dalam menjaga kebugaran pada saat hamil dan melahirkan.
seek the part of this important post here…>>









arba7k berkata,
Maret 19, 2008 pada 11:33 am
hiiiii