Cara Mudah Membuat Digester Biogas

PENDAHULUAN

Sebagian besar penduduk Indonesia masih mengandalkan pada sektor pertanian dan peternakan untuk menggerakkan roda perekonomian. Tanpa disadari, produk-produk pertanian dan peternakan tersebut menghasilkan hasil sampingan yang belum banyak mendapatkan perhatian, bahkan dianggap sebagai sampah yang tidak dimanfaatkan. Pada umumnya, limbah tersebut dimanfaatkan sebagai pupuk kandang. Padahal, dari limbah pertanian dan peternakan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif, yaitu dari biomassa. Sumber-sumber energi biomassa berasal dari bahan organik. Apabila biomassa tersebut dimanfaatkan untuk menghasilkan energi, maka energi tersebut disebut dengan bioenergi. Salah satu bentuk bioenergi adalah biogas.

Salah satu upaya pemanfaatan limbah peternakan adalah dengan memanfaatkannya untuk menghasilkan bahan bakar dengan menggunakan teknologi biogas. Teknologi biogas memberikan peluang bagi masyarakat pedesaan yang memiliki usaha peternakan, baik individual maupun kelompok, untuk memenuhi kebutuhan energi sehari-hari secara mandiri.

Teknologi biogas bukanlah teknologi baru. Teknologi ini telah banyak dimanfaatkan oleh petani peternak di berbagai negara, diantaranya India, Cina, bahkan Denmark. Teknologi biogas sederhana yang dikembangkan di Indonesia berfokus pada aplikasi skala kecil/menengah yang dapat dimanfaatkan masyarakat pertanian yang memiliki ternak sapi 2 – 20 ekor.

Penerapan teknologi biogas pada daerah yang memiliki peternakan dapat memberikan keuntungan ekonomis apabila dilakukan perancangan yang tepat dari segi teknis dan operasionalnya. Perancangan teknis meliputi: desain biodigester, desain penyaluran gas dan desain tangki penampung.

Perancangan operasional meliputi kemampuan operator untuk memastikan perawatan fasilitas biogas berjalan rutin dan terpenuhinya suplai bahan baku biogas setiap harinya.

Potensi biogas di Indonesia cukup melimpah, mengingat peternakan merupakan salah satu kegiatan ekonomi dalam kehidupan masyarakat pertanian. Hampir semua petani memiliki ternak antara lain sapi, kambing, dan ayam. Bahkan ada yang secara khusus mengembangkan sektor peternakan. Di antara jenis ternak tersebut, sapi merupakan penghasil kotoran yang paling besar.

Dalam rangka menjawab tuntutan tersebut, maka kami mencoba untuk menyusun tulisan sederhana ini. Tulisan ini merupakan buku sederhana yang semoga dapat menjadi pedoman dan petunjuk dalam merancang dan membangun biodigester, terutama untuk skala rumah tangga dan komunitas (peternak dan petani serta masyarakat). Semoga tulisan kecil yang kami ketengahkan ke hadapan anda semua dapat bermanfaat dalam pemanfaatan sumber energi terbarukan untuk kemandirian energi.

TENTANG BIOGAS DAN BIODIGESTER

Apakah biogas itu? Biogas merupakan gas campuran metana (CH4), karbondioksida (CO2) dan gas lainnya yang didapat dari hasil penguraian material organik seperti kotoran hewan, kotoran manusia, tumbuhan oleh bakteri pengurai metanogen pada sebuah biodigester. Jadi, Untuk menghasilkan biogas, dibutuhkan pembangkit biogas yang disebut biodigester. Proses penguraian material organik terjadi secara anaerob (tanpa oksigen). Biogas terbentuk pada hari ke 4 – 5 sesudah biodigester terisi penuh, dan mencapai puncak pada hari ke 20 – 25. Biogas yang dihasilkan oleh biodigester sebagian besar terdiri dari 50 – 70% metana (CH4), 30 – 40% karbondioksida (CO2), dan gas lainnya dalam jumlah kecil.

Ada tiga kelompok bakteri yang berperan dalam proses pembentukan biogas, yaitu:

  1. Kelompok bakteri fermentatif: Steptococci, Bacteriodes, dan beberapa jenis Enterobactericeae
  2. Kelompok bakteri asetogenik: Desulfovibrio
  3. Kelompok bakteri metana: Mathanobacterium, Mathanobacillus, Methanosacaria, dan Methanococcus

Bakteri methanogen secara alami dapat diperoleh dari berbagai sumber seperti: air bersih, endapan air laut, sapi, kambing, lumpur (sludge) kotoran anaerob ataupun TPA (Tempat Pembuangan Akhir).

Selama beberapa tahun, masyarakat pedesaan di seluruh dunia telah menggunakan biodigester untuk mengubah limbah pertanian dan peternakan yang mereka miliki menjadi bahan bakar gas. Pada umumnya, biodigester dimanfaatkan pada skala rumah tangga. Namun tidak menutup kemungkinan untuk dimanfaatkan pada skala yang lebih besar (komunitas). Biodigester mudah untuk dibuat dan diperasikan. Beberapa keuntungan yang dimiliki oleh biodigester bagi rumah tangga dan komunitas antara lain:

  • Mengurangi penggunaan bahan bakar lain (minyak tanah, kayu, dsb) oleh rumah tangga atau komunitas
  • Menghasilkan pupuk organik berkualitas tinggi sebagai hasil sampingan
  • Menjadi metode pengolahan sampah (raw waste) yang baik dan mengurangi pembuangan sampah ke lingkungan (aliran air/sungai)
  • Meningkatkan kualitas udara karena mengurangi asap dan jumlah karbodioksida akibat pembakaran bahan bakar minyak/kayu bakar
  • Secara ekonomi, murah dalam instalasi serta menjadi investasi yang menguntungkan dalam jangka panjang

BAGAIMANA MEMBUAT BIODIGESTER YANG OPTIMAL

Membuat biodigester gampang-gampang susah. Gampang, karena konstruksi biodigester yang sangat sederhana. Susah, karena tidak semua konstruksi biodigester menghasilkan biogas yang diinginkan. Kunci dalam pembuatan biodigester adalah pada perencanaan yang matang.

Dalam pembangunan biodigester, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan, yaitu:

Lingkungan abiotis – Biodigester harus tetap dijaga dalam keadaan abiotis (tanpa kontak langsung dengan Oksigen (O2). Udara (O2) yang memasuki biodigester menyebabkan penurunan produksi metana, karena bakteri berkembang pada kondisi yang tidak sepenuhnya anaerob.

Temperatur - Secara umum, ada 3 rentang temperatur yang disenangi oleh bakteri, yaitu:

  1. Psicrophilic (suhu 4 – 20 C) -biasanya untuk negara-negara subtropics atau beriklim dingin
  2. Mesophilic (suhu 20 – 40 C)
  3. Thermophilic (suhu 40 – 60 C) – hanya untuk men-digesti material, bukan untuk menghasilkan biogas

Untuk negara tropis seperti Indonesia, digunakan unheated digester (digester tanpa pemanasan) untuk kondisi temperatur tanah 20 – 30 C.

Derajat keasaman (pH) – Bakteri berkembang dengan baik pada keadaan yang agak asam (pH antara 6,6 – 7,0) dan pH tidak boleh di bawah 6,2. Karena itu, kunci utama dalam kesuksesan operasional biodigester adalah dengan menjaga agar temperatur konstan (tetap) dan input material sesuai.

Rasio C/N bahan isian – Syarat ideal untuk proses digesti adalah C/N = 25 – 30. Karena itu, untuk mendapatkan produksi biogas yang tinggi, maka penambangan bahan yang mengandung karbon (C) seperti jerami, atau N (misalnya: urea) perlu dilakukan untuk mencapai rasio C/N = 25 – 30. Berikut tabel yang menunjukkan kadar N dan rasio C/N dari beberapa jenis bahan organik.

tabel1.JPG

Kebutuhan Nutrisi - Bakteri fermentasi membutuhkan beberapa bahan gizi tertentu dan sedikit logam. Kekurangan salah satu nutrisi atau bahan logam yang dibutuhkan dapat memperkecil proses produksi metana. Nutrisi yang diperlukan antara lain ammonia (NH3) sebagai sumber Nitrogen, nikel (Ni), tembaga (Cu), dan besi (Fe) dalam jumlah yang sedikit. Selain itu, fosfor dalam bentuk fosfat (PO4), magnesium (Mg) dan seng (Zn) dalam jumlah yang sedikit juga diperlukan. Tabel berikut adalah kebutuhan nutrisi bakteri fermentasi.

tabel2.JPG

Kadar Bahan Kering – Tiap jenis bakteri memiliki nilai “kapasitas kebutuhan air” tersendiri. Bila kapasitasnya tepat, maka aktifitas bakteri juga akan optimal. Proses pembentukan biogas mencapai titik optimum apabila konsentrasi bahan kering terhadap air adalah 0,26 kg/L.

Pengadukan – Pengadukan dilakukan untuk mendapatkan campuran substrat yang homogen dengan ukuran partikel yang kecil. Pengadukan selama proses dekomposisi untuk mencegah terjadinya benda-benda mengapung pada permukaan cairan dan berfungsi mencampur methanogen dengan substrat. Pengadukan juga memberikan kondisi temperatur yang seragam dalam biodigester.

Zat Racun (Toxic) – Beberapa zat racun yang dapat mengganggu kinerja biodigester antara lain air sabun, detergen, creolin. Barikut adalah tabel beberapa zat beracun yang mampu diterima oleh bakteri dalam biodigester (Sddimension FAO dalam Ginting, 2006)

tabel3.JPG

Pengaruh starter – Starter yang mengandung bakteri metana diperlukan untuk mempercepat proses fermentasi anaerob. Beberapa jenis starter antara lain:

  1. Starter alami, yaitu lumpur aktif seperti lumpur kolam ikan, air comberan atau cairan septic tank, sludge, timbunan kotoran, dan timbunan sampah organik
  2. Starter semi buatan, yaitu dari fasilitas biodigester dalam stadium aktif
  3. Starter buatan, yaitu bakteri yang dibiakkan secara laboratorium dengan media buatan

JENIS BIODIGESTER

Pemilihan jenis biodigester disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan pembiayaan/ finansial. Dari segi konstruksi, biodigester dibedakan menjadi:

Fixed dome – Biodigester ini memiliki volume tetap sehingga produksi gas akan meningkatkan tekanan dalam reactor (biodigester). Karena itu, dalam konstruksi ini gas yang terbentuk akan segera dialirkan ke pengumpul gas di luar reaktor.

Floating dome – Pada tipe ini terdapat bagian pada konstruksi reaktor yang bisa bergerak untuk menyesuaikan dengan kenaikan tekanan reaktor. Pergerakan bagian reaktor ini juga menjadi tanda telah dimulainya produksi gas dalam reaktor biogas. Pada reaktor jenis ini, pengumpul gas berada dalam satu kesatuan dengan reaktor tersebut.

Dari segi aliran bahan baku reaktor biogas, biodigester dibedakan menjadi:

Bak (batch) – Pada tipe ini, bahan baku reaktor ditempatkan di dalam wadah (ruang tertentu) dari awal hingga selesainya proses digesti. Umumnya digunakan pada tahap eksperimen untuk mengetahui potensi gas dari limbah organik.

Mengalir (continuous) – Untuk tipe ini, aliran bahan baku masuk dan residu keluar pada selang waktu tertentu. Lama bahan baku selama dalam reaktor disebut waktu retensi hidrolik (hydraulic retention time/HRT).

Sementara dari segi tata letak penempatan biodigester, dibedakan menjadi:

Seluruh biodigester di permukaan tanah – Biasanya berasal dari tong-tong bekas minyak tanah atau aspal. Kelemahan tipe ini adalah volume yang kecil, sehingga tidak mencukupi untuk kebutuhan sebuah rumah tangga (keluarga). Kelemahan lain adalah kemampuan material yang rendah untuk menahan korosi dari biogas yang dihasilkan.

Sebagian tangki biodigester di bawah permukaan tanah – Biasanya biodigester ini terbuat dari campuran semen, pasir, kerikil, dan kapur yang dibentuk seperti sumuran dan ditutup dari plat baja. Volume tangki dapat diperbesar atau diperkecil sesuai dengan kebutuhan. Kelemahan pada sistem ini adalah jika ditempatkan pada daerah yang memiliki suhu rendah (dingin), dingin yang diterima oleh plat baja merambat ke dalam bahan isian, sehingga menghambat proses produksi.

Seluruh tangki biodigester di bawah permukaan tanah – Model ini merupakan model yang paling popular di Indonesia, dimana seluruh instalasi biodigester ditanam di dalam tanah dengan konstruksi yang permanen, yang membuat suhu biodigester stabil dan mendukung perkembangan bakteri methanogen.

KOMPONEN BIODIGESTER

gambar1.JPGKomponen pada biodigester sangat bervariasi, tergantung pada jenis biodigester yang digunakan. Tetapi, secara umum biodigester terdiri dari komponen-komponen utama sebagai berikut:

  1. Saluran masuk Slurry (kotoran segar) - Saluran ini digunakan untuk memasukkan slurry (campuran kotoran ternak dan air) ke dalam reaktor utama. Pencampuran ini berfungsi untuk memaksimalkan potensi biogas, memudahkan pengaliran, serta menghindari terbentuknya endapan pada saluran masuk.
  2. Saluran keluar residu – Saluran ini digunakan untuk mengeluarkan kotoran yang telah difermentasi oleh bakteri. Saluran ini bekerja berdasarkan prinsip kesetimbangan tekanan hidrostatik. Residu yang keluar pertama kali merupakan slurry masukan yang pertama setelah waktu retensi. Slurry yang keluar sangat baik untuk pupuk karena mengandung kadar nutrisi yang tinggi.
  3. Katup pengaman tekanan (control valve) – Katup pengaman ini digunakan sebagai pengatur tekanan gas dalam biodigester. Katup pengaman ini menggunakan prinsip pipa T. Bila tekanan gas dalam saluran gas lebih tinggi dari kolom air, maka gas akan keluar melalui pipa T, sehingga tekanan dalam biodigester akan turun.
  4. Sistem pengaduk – Pengadukan dilakukan dengan berbagai cara, yaitu pengadukan mekanis, sirkulasi substrat biodigester, atau sirkulasi ulang produksi biogas ke atas biodigester menggunakan pompa. Pengadukan ini bertujuan untuk mengurangi pengendapan dan meningkatkan produktifitas biodigester karena kondisi substrat yang seragam.
  5. Saluran gas – Saluran gas ini disarankan terbuat dari bahan polimer untuk menghindari korosi. Untuk pembakaran gas pada tungku, pada ujung saluran pipa bisa disambung dengan pipa baja antikarat.
  6. Tangki penyimpan gas – Terdapat dua jenis tangki penyimpan gas, yaitu tangki bersatu dengan unit reaktor (floating dome) dan terpisah dengan reaktor (fixed dome). Untuk tangki terpisah, konstruksi dibuat khusus sehingga tidak bocor dan tekanan yang terdapat dalam tangki seragam, serta dilengkapi H2S Removal untuk mencegah korosi.

PROSEDUR PERANCANGAN BIODIGESTER

gambar2.JPGUrutan perancangan fasilitas biodigester dimulai dengan perhitungan volume biodigester, penentuan model biodigester, perancangan tangki penyimpan dan diakhiri dengan penentuan lokasi.

Perhitungan volume biodigester

Perhitungan ini menggunakan data-data:

- Jumlah kotoran sapi per hari yang tersedia. Untuk mendapatkan jumlah kotoran sapi perhari, digunakan persamaan:

Jumlah kotoran sapi = n x 28 kg/hari

dimana n adalah jumlah sapi (ekor), 28 kg/hari adalah jumlah kotoran yang dihasilkan oleh 1 (satu) ekor sapi dalam sehari.

- Komposisi kotoran padat dari kotoran sapi. Komposisi kotoran sapi terdiri dari 80% kandungan cair dan 20% kandungan padat. Dengan demikian, untuk menentukan berat kering kotoran sapi adalah:

Bahan kering = 0,2 x Jumlah kotoran sapi

- Perbandingan komposisi kotoran padat dan air. Bahan kering yang telah diperoleh tadi harus ditambahkan air sebelum masuk biodigester agar bakteri dapat tumbuh dan berkembang dengan optimum. Perbandingan komposisi antara bahan kering dengan air adalah 1:4. Dengan demikian, jumlah air yang ditambahkan adalah:

Air yang harus ditambahkan = 4 x Bahan kering

Hasil perhitungan di atas menunjukkan massa total larutan kotoran padat (mt)

- Waktu penyimpanan (HRT) kotoran sapi dalam biodigester. Waktu penyimpanan tergantung pada temperatur lingkungan dan temperatur biodigester. Dengan kondisi tropis seperti Indonesia, asumsi waktu penyimpanan adalah 30 hari

Dari data-data perhitungan di atas, maka diperoleh volume larutan kotoran yang dihasilkan adalah sebesar:

gambar3.JPG

dengan ρm = massa jenis air (1000 kg/m3).

Setelah volume larutan kotoran diketahui, maka volume biodigester dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan:

gambar4.JPG

dengan tr = waktu penyimpanan (30 hari).

Penentuan Model Biodigester

Penentuan model biodigester didasari oleh beberapa pertimbangan, yaitu:

  1. Jenis tanah yang akan dipakai
  2. Kebutuhan
  3. Biaya

Perancangan fasilitas biodigester

Penentuan lokasi fasilitas biodigester

CONTOH RENCANA ANGGARAN BIAYA BIODIGESTER

tabel4.JPG

CONTOH MANAJEMEN OPERASIONAL BIODIGESTER

Analisis Energi

tabel5.JPGVolume digester yang akan dibangun adalah 2 m3, sehingga volume biogas yang dihasilkan per harinya adalah 7,92 m3 (Note – ganti nilainya sesuai keadaan di lapangan. Nilai ini untuk menghitung minyak tanah yang tergantikan (dalam liter)). Dari jumlah biogas yang dihasilkan dapat diketahui jumlah minyak tanah yang dapat terganti oleh biogas setiap harinya berdasarkan pada kesetaraan nilai kalori biogas dengan minyak tanah. Tabel disamping adalah tabel Nilai Kalori Beberapa Bahan Bakar (Suyati, 2006)

Dari tabel tersebut maka jumlah minyak tanah yang terganti tiap hari adalah sebagai berikut :

gambar5.JPG

Analisis Ekonomi

Analisis ekonomi dilakukan untuk mengetahui break event point atau lama waktu pengembalian biaya investasi awal yang telah dikeluarkan untuk membangun instalasi biogas.

- Pemasukan per tahun

Total produksi biogas per tahun = 365 hari x 4,3 liter x 70%

= 1.098,65 liter minyak tanah

Diasumsikan harga biogas sama dengan harga minyak tanah per liternya yaitu Rp 2.500. Total pemasukan per tahun = 1.098,65 liter x Rp 2.500/liter = Rp 2.746.625

- Pengeluaran per tahun

tabel6.JPGTabel disamping adalah pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan untuk pengoperasian satu unit biogas per tahun.

- Waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan investasi awal

Investasi awal = Rp 4.569.000

Keuntungan per tahun = Rp 2.746.625 – Rp 1.656.900

= Rp 1.089.725

Maka waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan biaya investasi awal adalah = 5,4 tahun

PENUTUP

Ditengah semakin melangitnya harga minyak mentah serta bahan bakar minyak, biogas dapat menjadi alternatif pengganti bahan bakar minyak untuk keperluan sehari-hari. Biogas merupakan salah satu energi yang dapat diperbaharui (renewable energy), dengan ketersediaan yang melimpah dan sangat dekat dengan manusia serta mudah pemanfaatannya. Semoga, tulisan singkat ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya dalam rangka kemandirian energi rakyat serta menjamin ketersediaan energi dengan murah.

Tulisan singkat ini tidak lepas dari segala macam keterbatasan dan kekurangan. Karena itu, kami mohon kritik, saran, dan masukan kepada kami agar buku ini lebih sempurna dan bermanfaat. Kritik, saran, maupun masukan dapat dialamatkan kepada kami melalui email: kamase.care@gmail.com

REFERENSI :

  • Junus, M., 1987, Teknik Membuat dan Memanfaatkan Unit Gas Bio, Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  • Ludwig Sasse-Borda, 1988, Biogas Plant Manual Book, A Publication of the Deutsches Zentrum für Entwicklungstechnologien – GATE in: Deutsche Gesellschaft für Technische Zusammenarbeit (GTZ)
  • Suriawiria, U., 2005, Menuai Biogas dari Limbah
  • Suyati, F., 2006, Perancangan Awal Instalasi Biogas Pada Kandang Terpencar Kelompok Ternak Tani Mukti Andhini Dukuh Butuh Prambanan Untuk Skala Rumah Tangga, Skripsi, Jurusan Teknik Fisika, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

dari : kamase.org

About these ads

42 Komentar

  1. udin said,

    Desember 1, 2008 at 3:29 am

    salam kenal, saya tertarik dengan artikel anda. dan saya berencana mgembangkan biogas di daerah saya. mohon dikirimkan melalui email saya
    trims

  2. tomy said,

    Januari 13, 2009 at 1:28 pm

    artikelnya bagus…..kami mw mengadakan kegiatan kampus ke desa dan akan mengadakan pelatihan tentang biogas……tolong kirim artikelnya y……trima kasih

  3. gina said,

    Januari 26, 2009 at 9:01 am

    trims yah… buat nambah informasinya, kebetulan lagi butuh banget,,,

  4. Januari 26, 2009 at 11:56 am

    Ini yang dicari ayah saya…
    Matur nuwun mas

  5. Yayan Cahya said,

    Januari 29, 2009 at 1:57 am

    kami tertarik dengan artikel ini dan dalam waktu dekat kami merencanakan akan membangun sistem BIO GAS di daerah Makassar. media yang digunakan adalah menggunakan kotoran manusia.
    untuk itu jika berkenan kami ingin tau lebih banyak mengenai masalah ini dan arikel2nya kami nantikan

    salam

  6. arthur said,

    Januari 31, 2009 at 1:16 pm

    salam kenal….saya tertarik sama artikel tentang biogas…..tolong kirim ke email aku…….ini akan sangat membantu thanks before

  7. aryf said,

    Februari 1, 2009 at 2:47 am

    semoga pengetahuan yang diberikan anda mendapat balasan yang setimpal.UNTUK MEMAJUKAN HABITAT SAYA,SAYA INGIN MENGEMBANGKAN BIOGAS INI D WILAYAH SAYA…. OLEH KARENA ITU TOLONG KIRIMI SAYA STRUKTUR SECARA JELAS BAGAIMANA CARA PEMBUATAN KANDANG ,TANKI,PIPA DLL.danjuga ph yg dibutuhkan ,jmlh air yang dibutuhkan d dlm tanggki dsb

  8. surajudin said,

    Februari 5, 2009 at 7:43 am

    oke bagus, sy di rumah dah pakai biogas tuk masak dah 2 tahun gak beli minyak tanah, dari 2 ekor sapi cukup tuu, bahan dari drum aja kombinasi fixed dan floating bikin sendiri dah ada yang pesan dah ku buatin , kandangku di depan rumah gak papa, karena jd biogas bau kandang hilang banyak tu, manfaat banget tu irirt lagi

    • gede said,

      Juli 15, 2009 at 3:41 am

      mas surajudin boleh bagi pengetahuanya saya sangat tertarik dengan artikel ini saya baca mas surajudin telah mengapilkasikannya boleh kirim cara dan alat untuk membuat reaktornya mas,saya mo bikin di rumah.
      sabelumnya saya ucapkan terima kasih.

      • surajudin said,

        Juli 7, 2010 at 5:52 am

        SY DI BOGOR, GAMPANG PAKAI DRUM DISAMBUNG-SAMBUNG 3-6 drum KASIH INLET DAN OUT LET JANGAN lupa pipa penyalur gas di punggung drum disalurkan ke penampung gas dalam tong terbalik yang direndam dalam air sehingga bisa floating sbg indikator prod. gas ada atau tidak, salurkan ke kompor gas biasa pakai pipa pralon 0.5 inch, nyala deh kompor setiap hari, ingat isi fases setiap hari, karena aDA IN LET DAN OUT LET tak akan penuh drumnya dan kontinue.

    • TB512 said,

      Agustus 25, 2009 at 7:24 am

      kebetulan saya baru gabung bisnis penggemukan sapi sama teman dan kotoran sapi langsung dibuang kekali.
      mudah mudahan dengan mengunakan pengalaman bapak sebagai acuan, kotoran sapi dapat menghasilkan biogas dan mengurangi bau kandang.

      kalau boleh minta tolong kirim keterangan yang lebih rinci bagaimana bapak menghasilkan biogas.
      salam.

    • sony said,

      Januari 7, 2010 at 5:08 am

      mas..salam knal,boleh saya minta disaen alat2nya gak..? kalo boleh kirim ke surel saya…trima kasih sebelumnya mas…

  9. jeffri said,

    Maret 21, 2009 at 1:42 am

    Saya mau tau bagaimana caranya menghitung tekanan reaktor floating drum secara teoritis?
    Terima Kasih

  10. edeward said,

    Mei 17, 2009 at 1:00 pm

    mohon izin copy. kebetulan saya lagi butuh. trimakasih

  11. heny suhaemy said,

    Juni 5, 2009 at 4:39 am

    makasih artikelnya saya berminat bikin dirumah mohon izin copy yah

  12. Edi Purnomo said,

    Juni 15, 2009 at 7:35 am

    Saya sangat tertarik dg tulisan ini terutema ttg biogas,mengingat bhn bakar yg kita pakai saat ini tdk selamanya,jd harus ada penggantinya & bio gas adlh jwbnya.jd saya minta & brharap sekiranya saya bisa di kirimi skema & proses u/pembuatan bio gas u/ di terapkan di desa saya.Sebelumnya saya ucapkan terima kasih.

  13. M.saudi said,

    Juli 30, 2009 at 3:25 pm

    Saya mempunyai krg lbh 90 ekor sapi,tp karna saya tggl didaerah terpencil di kalsel saya tdk bs mendptkn info ttg p’buatan biogas,mohon minta sketsa bergambar cara mengolah kotran sapi m’jadi biogas.
    Terima kasih

  14. sastro said,

    Agustus 1, 2009 at 2:24 pm

    tolong kirim artikel cara pembuatannya, untuk dikembangkan di kampung kami

  15. yeni puspita said,

    Agustus 4, 2009 at 10:19 am

    saya sangat tertarik sekali dengan dunia biogas dan sekarang yeni dan teman2 yeni akan segera mengadakan bhakti sosial melalui biogas maka dari itu dibutuhkan banyak sekali referensi mengenai ini. maka dari itu minta dikirim segera ya artikel nya coz kita akan turun lapangan nya 3 hari lagi

  16. handoko said,

    Agustus 17, 2009 at 1:11 am

    waduh, gambar dan tabelnya kok hilang ya?
    mohon dimunculkan lagi dong. soalnya saya rasa essensial sekali tabel dan gambarnya

  17. Susanto said,

    Agustus 25, 2009 at 5:10 am

    Saya sangat tertarik dengan artikel Anda ini. Mohon kiranya dapat mengirimkan artikel yang lengkap ke email saya. Mohon bantuannya. Terima kasih.

  18. TB512 said,

    Agustus 25, 2009 at 7:21 am

    artikel yang sangat menarik,
    kebetulan saya baru gabung bisnis penggemukan sapi sama teman dan kotoran sapi langsung dibuang kekali.
    mudah mudahan dengan mengunakan artikel ini sebagai acuan, kotoran sapi dapat menghasilkan biogas dan mengurangi bau kandang.
    salam.

  19. bambang nug said,

    Agustus 27, 2009 at 11:48 pm

    wuah bagus sekali artikelnya,mdh2an bisa membantu yang lain khususnya masyarakat pedesaan..sukses

  20. Shofi said,

    Agustus 29, 2009 at 8:25 am

    Dirumahq udah mencoba bikin tp blom berhasil, bisa minta artikel cara buat yg lengkap. Tolong y mas… Thank’s

  21. Andi said,

    September 25, 2009 at 1:53 am

    Bagus bgt.tolong dkirim artikelnya k sy dunk.kbtuln sy smntara di kalsel.mo nerapkan teknologi tsb biar berguna bg masyarakat bnyk.thank b4

  22. tizz said,

    Oktober 11, 2009 at 2:53 pm

    saya tertarik dengan artikel anda,saya juga berniat membuat biogas di rumah.tolong saya minta gambar kontruksi biodigester smp sampai penyaluran gasnya.tanks

  23. sunny said,

    Oktober 16, 2009 at 4:32 am

    artikelnya sangat menarik.. hanya gambarnya tdk muncul.. tlg dikirimkan e-mail yang lengkap dan perkiraan lahan yang diperlukan untuk merancang biodigester skala rumah tangga.
    apakah dengan ukuran tanah yang kecil kita bisa membuat biodigester untuk konsumsi sendiri… mengingat limbah adalah hasil sampingan makhluk hidup yang teratur pengeluarannya…
    terima kasih sebelum dan sedudahnya

  24. DIMAN said,

    Desember 1, 2009 at 8:22 pm

    sangat tertarik dg artikel anda,tolong gambar instalasi biodigester sampai kotaran sapi siap jadi pupuk.rencana mau bikin pake bak semen yang ditimbun ditanah.makasih

  25. jatyo said,

    Januari 16, 2010 at 6:21 pm

    saya tertarik dengan biogas…dan saya menemukan artikel ini. cuma sayang…gambarnya kok ga bisa diliat. saya minta tolong dikirim artikel yang selengkapnya ke email saya jatyo.cronos@gmail.com terima kasih

  26. agung said,

    April 27, 2010 at 1:51 pm

    Saya sangat tertarik dengan artikel anda, minta tolong gambar lengkap dari biodigester. Akan saya coba terapkan dirumah …. Thank

  27. Hadi said,

    Mei 1, 2010 at 7:01 am

    Saya tertarik…
    Tolong kirimkan artikel nie kesaya yagh…!?!?!
    Terima kasih sebelumnya…

  28. Rini Susilowati said,

    Juli 8, 2010 at 6:09 am

    Saya tertarik utk menerapkan teknologi ini di ponorogo, bisa kirim artikel lengkapnya ya? terutama tabel rancangan dana.

    Terimakasih
    Rini

  29. SRI YANNU said,

    Juli 20, 2010 at 3:30 am

    terima kasih atas tulisannya, kebetulan kami mau mencoba di masyarakat tempat tinggal kami, bisa tolong kirim lewatbemmail saya lengkap dengan gambarnya. Thank balas

  30. Mohe Helmy said,

    Agustus 12, 2010 at 9:56 am

    Saya helmy, dari Malaysia,
    berminat tentang produk Bio Gas. saya ingin mendapatkan pengetahuan dengan lebih lanjut produk Bio gas dari tinja sapi ini dan termasuk harga ( Kos biaya untuk mendapatkan produk ini.

    untuk berurusan dengan lebih lanjut sila lah hubungi saya di talian telefon 603+89483117,9920. Faxsimili 603+89483837.

    Diharapkan saya boleh mendapatkan maklum balas ini secepat-cepatnya.

    Sekian terima Kasih

  31. HEIWA said,

    September 6, 2010 at 1:01 pm

    bagus banget artikelnya ..boleh diberi tau caranya mas..ak tertarik ingin mencoba..tolong kirim artikelnya ke emailku ..suwun ..

    • surajudin said,

      Desember 22, 2010 at 8:02 am

      waduh maaf banget nih penggemar biogas,surel jarng dilihat kontak sy aja di surajudin 087872065240 tentang design biogasnya

  32. mukhlis said,

    Februari 8, 2011 at 3:00 am

    TLG KIRIM ARTIKELNYA KEEMAIL SAYA DONG, AKU INGIN COBA

  33. ageng said,

    Februari 21, 2011 at 7:42 am

    saya tertarik dengan artikel anda tapi saya masih bingung,untuk alat2nya dan cara pembuatanya.bisa diperjelas lagi , oy gambarnya kog gak terlihatnya bisa dikirim ndak ke email saya.

  34. ariespakila said,

    April 30, 2011 at 2:41 am

    saya tertarik dengan meteri ini dan berencana membuat di desa kami..tlg kirimkan artikel lengkap dengan diagram gambar2 mulai dari septi tank hingga dapur RT..trimaksih

  35. holi said,

    Juni 23, 2011 at 3:39 am

    bagus, oke, dan bermanfaát. mau nanya gimana kalo teknik ini digunakan untuk menangani masalah buangan CO2.Kalo bisa kita bisa diskusi lewat e mail. trim’s

  36. Juni 23, 2011 at 12:09 pm

    menarik untuk dipelajari. saya tertarik dengan ilmu biogas, sangat sesuai denagan keadaan tempat kerja dan dapat membantu masyarakat yang sampai saat ini belum dapat kan listrik negara.

  37. Frizda said,

    Juli 13, 2011 at 3:34 am

    Pak, kok gmbar yg ditampilkan tidak bisa saya lihat ya? boleh minta filenya dikirimkan lewat email? terima kasih


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 47 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: