Membuat Kompor Biogas Mengandalkan Eceng Gondok

PETUGAS stan Endang memasukkan cacahan tanaman eceng gondok pada Pameran Inovasi IPTEKS 2009 di Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), Selasa (3/3). Hasil fermentasi dari 10 kg ecengan gondok dapat menghasilkan energi sebanding 0,8 liter minyak tanah.* USEP USMAN NASRULLOH/”PR”

Memanfaatkan eceng gondok (Eichornia crassipes) sebagai biogas, bisakah? Tentu bisa. Hanya mengandalkan proses fermentasi, pembaca sudah bisa menikmati gas buatan sendiri sekaligus membantu ekosistem air untuk tidak terganggu dari kembang biak eceng gondok yang tergolong cepat. Terlebih, mendapatkan eceng gondok ,di Kota Bandung khususnya, tidak terlalu sulit. Pasalnya, di kota itu banyak sekali sungai yang tercemar limbah pabrik.

Alat dan cara pembuatannya pun bisa dipraktikkan sendiri baik dalam skala rumah tangga. Pada dasarnya, rangkaian kerja alat ini terdiri dari tiga macam, yaitu alat fermentasi sebagai tempat gas diproses dan dihasilkan, penampung gas, dan kompor gas.

Untuk membuat alat fermentasi, sediakan 2 drum isi 200 liter, 1 meter pipa galpanis 3 inci, 5 meter selang karet/plastik, 3 stop keran setengah inci, 50 meter pipa setengah inci, 6 kleman selang setengah inci, dan gunakan jasa las drum.

Sementara untuk alat penampung gas, bisa menggunakan plastik polyethelin yang tebalnya minimal 0,6 milimeter, berdiameter 60 sentimeter (cm), dan tingginya 1,5-2 meter. Plastik ini biasa digunakan sebagai tempat ikan. Jika khawatir dapat terjangkau oleh anak-anak, pembaca juga bisa memanfaatkan drum 100 liter.

Selain plastik, yang harus disediakan adalah PVC 3 inci, 4 kenie setengah inci, drat luar dalam, 2 isolatif besar, 4 baut, karet ban dalam, 1 T setengah inci, selang plastik saluran gas, PVC tiga perempat inci 2 liter, 3 stop keran setengah inci, 2 lem paralon, lem aibon, dan 2 plat acritik 150 cm persegi.

Untuk kompor pun, jika pembaca tidak mempunyai tipe kompor semawar seperti yang biasa digunakan penjual nasi goreng, pembaca bisa membuatnya sendiri. Caranya, manfaatkan pipa yang ditutup pada bagian atas dan bawah.

Pada tutup atas, bor beberapa titik sebagai tempat keluar gas. Sementara kurang lebih pada seperempat dari panjang pipa, dekat dengan tutup bawah pasang selang yang akan dihubungkan dengan alat penampung gas tadi.

Cara Pembuatan

Jika alat sudah selesai disiapkan, cara pembuatannya secara garis besar adalah sebagai berikut.

Untuk alat fermentasi, tutup atas drum isi 200 liter dibuang, lalu disambungkan dengan jasa las sehingga volumenya menjadi 400 liter. Di kiri dan kanannya dipasang pipa 3 inci sepanjang 50 cm yang berguna untuk memasukkan eceng gondok dan satunya lagi sebagai pembuangan air pada proses fermentasi nanti.

Kemudian di tengah bagian atas drum fermentasi tersebut dipasang pipa setengah inci dan stop keran setengah inci yang akan disambungkan ke alat penampung gas melalui selang.

Untuk membuat penampung gas, misalnya dengan drum 100 liter tadi, pada tutup atas drum pasanglah 2 pipa setengah inci dan stop keran setengah inci yang akan disambung dengan selang dari ruang fermentasi dan ke kompor gas. Pengaturan selang bisa dilakukan sendiri apabila ingin dihubungkan dengan lebih dari satu kompor.

Prinsip kerja tersebut berlaku sama apabila ingin menggunakan plastik polyethelin. Pembaca membentuk plastik menjadi silinder dan pemasangan selang-selang penghubung sama dengan cara di atas.

Hanya, jika menggunakan plastik, pembaca harus memberi pemberat pada bagian atas plastik. Pemberat ini bisa menggunakan apa saja seperti kayu, batu, dan sebagainya. Jika plastik ditidurkan pun (keadaan horizontal), pembaca bisa memanfaatkan tali rafia yang pada bagian bawahnya dipasang batu bata sebagai pemberatnya.

Pemberat ini dimaksudkan sebagai pengatur tekanan gas yang keluar sehingga bisa dijadikan pengontrol besar atau kecilnya api. Jika ingin besar, pemberat juga harus lebih berat, dan sebaliknya.

Proses Produksi

Ambil 100 kilogram eceng gondok yang masih segar (tidak kering) sebagai masukan awal. Lalu tanaman itu dipotong-potong (dicacag). Untuk mempercepat proses fermentasi, pembaca bisa menumbuknya. Eceng tersebut lalu dimasukkan ke dalam drum fermentasi dengan dicampur air.

Drum fermentasi tadi bervolume 400 liter dan yang dimanfaatkan sebagai ruang fermentasi adalah setengahnya. Artinya jika pembaca mengisi 100 kg eceng gondok (yang ditumbuk), air yang dibutuhkan adalah 100 liter (perbandingan 1 : 1). Jika eceng gondok dicacag, perbandingannya 1 : 1/2.

Proses menghasilkan gas membutuhkan 3-5 hari jika menggunakan eceng yang ditumbuk. Sementara untuk eceng yang dicacag, prosesnya memakan waktu 5-7 hari.

Gambaran Hasil

Pembuat inovasi ini yaitu HM. Sayogo, Endang Hadiat, dan Asmadi dari PT Indonesia Power memberikan gambaran hasil sebagai berikut.

Percobaan pertama, dengan penampungan gas dari drum ukuran panjang 65 cm dan diameter 35 cm, eceng gondok ditumbuk sebanyak 20 kg, menghasilkan gas yang dapat dipakai selama 7 hari dengan setiap harinya selama 30 menit.

Percobaan kedua, dengan penampungan gas dari plastik ukuran panjang 120 cm dan diameter 60 cm, eceng gondok yang dicacag sebanyak 30 kg, menghasilkan gas yang dapat dipakai selama 7 hari yang setiap harinya dipakai 90 menit.

Jika gas pertama sudah dihasilkan, setiap harinya pembaca perlu mengisi 50 kg eceng gondok agar gas tetap dihasilkan. Untuk 10 kg eceng gondok setara dengan 0,8 liter minyak tanah. Dengan prinsip kerja yang sama, pembaca bisa mencoba pada ukuran drum fermentasi yang disesuaikan dengan kebutuhan rumah tangga masing-masing. Selamat berhemat dan bermanfaat!

PIkiran Rakyat, 05 Maret 2009

About these ads

13 Komentar

  1. boni said,

    Maret 21, 2010 at 3:45 am

    saya tertarik dengan artikel ini.dan saya minta dikirimkan foto/gambar lengkap alatnya.sehingga saya punya gambaran kalo saya nanti membuat.terima kasih.kirim ke email saya:boni7684@yahoo.co.id

  2. nurgianto said,

    April 10, 2010 at 2:15 am

    trims infonya… moga bisa dikembangkan didaerah saya. nur… lampung barat

  3. Achmad ishomuddin said,

    Juli 26, 2010 at 5:29 pm

    saya sangat tertarik dengan artikel anda, bolehkah saya minta detail gambarnya, gambar sketsa secara ditail. saya ingin membuat/ mencoba,
    apakah sistem ini juga dapat di pakai untuk kotoran hewan seperti sapi, sebab tetangga saya banyak yang memelihara sapi.
    saya ingin berbagi dengan tetangga saya yang kebanyakan petani kecil, untuk memanfaatkan limbah kotoran sapi yang dimilikinya, ang selama ini hanya di pakai pupuk/ di buang.
    terimakasih sebelumnya

    • riorio said,

      Maret 24, 2011 at 11:55 pm

      wah bagus itu kotoran sapi…bisa dicampur dengan eceng gondok sehingga mempercepat fermentasi

  4. Juli 30, 2010 at 4:13 pm

    saya tertarik ingin membuat biogas dari enceng gondok mohon bantuannya jika ada foto atau skema bisa dikirmkan lewat email saya chaska_azzuri@yahoo.co.id terima kasih atas infonya

  5. Prana said,

    Oktober 16, 2010 at 6:57 am

    Saya di Jawa Barat juga tertarik untuk membuat biogas dari eceng gondok. Mohon bantuannya jika ada foto atau skema bisa dikirmkan lewat email saya iswara at upi dot edu. Terima kasih atas informasinya.

  6. Nur said,

    Desember 2, 2010 at 10:16 am

    Saya berminat membeli reaktor biogas eceng gondok yg udah jadi tinggal pakai.dimana ya membelinya?

  7. Portgas D. Fenk said,

    Desember 12, 2010 at 12:20 pm

    nice info GAN Gan tolong dunk kasi Picture Pembuatannya AQ masih bingung ttg penejlasan juragan, Thkz Before Tlg Juga Kirimi ke EmailQ…

  8. DISA said,

    Desember 27, 2010 at 8:33 am

    saya tertarik mengetahui lebih dalam cara pembuatan biogas dari eceng gondok ini.bisakah sya minta foto-foto dan apabila ada saya minta vidio pembuatan dan percobaan hasilnya donk…
    tlong yah kalo ada kirim kan ke email saya Disa_ocha@yahoo.com
    trims sblumnya…

  9. kafi said,

    Januari 18, 2011 at 12:39 am

    Hebat sekali idenya….. Kebetulan di tempat saya sungainya sdh tdk dpt digunakan karena enceng gondoknya buanyak, sy sdh lama ingin memanfaatkannya guna membantu masyarakat sekitar sungai, kalau berkenan mohon saya dikirimi detai pembuatan yang disertai gambar, sehingga mudah untuk dipraktekkan. mhn dikirik ke hafiyusholeh@gmail.com

  10. Februari 18, 2011 at 4:42 am

    Menarik untuk dicoba…. kalau hanya buat tugas sekolah…
    pakai botol boleh?

  11. Juni 25, 2011 at 4:32 am

    tolong di buat gambarnya pak.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 47 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: