Piri Reis (1465-1554), Pembuat Peta Dunia Pertama

Siapa penemu Benua Amerika? Jawabannya tentu saja Christopher Columbus. Para siswa dan guru sudah sangat mengenal pelaut dan pedagang dari Spanyol ini sebagai orang yang pertama kali menemukan benua Amerika. Namun, apakah benar demikian? Ternyata tidak.

Para sejarawan berhasil mengumpulkan berbagai catatan sejarah dan penemuan yang mengungkap fakta bahwa telah banyak orang yang mendatangi benua Paman Sam ini.

Terlepas dari bukti-bukti dan perdebatan yang berkepanjangan itu, pernahkah terlintas dalam benak Anda bagaimana cara mereka bisa bepergian dan menyeberangi lautan untuk mencari dunia baru ini? Jawabannya adalah peta dan penunjuk arah. Tahukah Anda, untuk pertama kalinya peta dunia terlengkap dibuat oleh Laksamana Piri Reis dari armada perang Kekalifahan Turki Usmani (Kerajaan Ottoman) pada tahun 1513.

Kisah peta Piri Reis berawal dari satu sudut ruangan di Istana Topkapi, Istanbul, Turki. Pada 1929, secara tidak sengaja ditemukan satu mahakarya yang dituangkan dalam selembar kulit rusa berukuran 90 cm x 65 cm. Peta yang mencengangkan dunia kartografi modern. Peta kuno ini telah mengundang decak kagum para peneliti dan sejarawan modern. Betapa tidak, peta tersebut benar-benar digambarkan dengan lengkap dan cukup detail. Bahkan, hasil perbandingan pemotretan dengan satelit pun memiliki bentuk yang sangat mirip.

Analisis karbon menunjukkan peta ini benar-benar dibuat tahun 1513 oleh seorang admiral Turki bernama Piri Reis. Lalu, siapakah sebenarnya Piri Reis itu?

Piri Reis lahir di Gallipoli, daerah Pantai Aegea, Turki. Ia hidup antara tahun 877-961 Hijriah atau 1465-1554 Masehi, dengan nama lengkap Hadji Muhiddin Piri Ibnu Hadji Mehmet. Piri kecil menghabiskan masa kanak-kanaknya hingga remaja bersama pamannya Kemal Reis, seorang pelaut terkenal di masa Kekalifahan Turki Utsmani. Pamannyalah yang mendorong Piri mencintai laut, pelayaran, dan kartografi (ilmu pembuatan peta).

Akhirnya, Piri Reis memantapkan tekadnya untuk mengikuti jejak sang paman menjadi pelaut, navigator, dan kartografer terkemuka di abad ke-16 dan dipercaya sebagai laksamana armada perang Kerajaan Ottoman di masa Raja Sulaiman II. Laksamana Piri Reis dikenal dunia karena mewariskan peta dunia pertama yang paling lengkap, yang sekaligus meninggalkan banyak misteri yang belum terpecahkan hingga sekarang.

Bagaimana Piri Reis menggambar peta dunia dengan sangat akurat, masih menjadi bagian dari teka-teki di abad ini. Namun, Piri Reis mengakui peta tersebut dibuat secara manual dengan menggabungkan dan menyamakan skala beberapa peta di seluruh dunia yang ada pada saat itu ditambah rekaman perjalanan Piri sendiri ke beberapa tempat di dunia dalam rangka mengemban tugasnya sebagai laksamana armada perang Kerajaan Turki Utsmani. Ia menyebutkan menggunakan 34 sumber yang berbeda, antara lain sebanyak 20 peta berasal dari zaman Iskandar Yang Agung (Alexander The Great), 8 peta karya ahli geografi Muslim, 4 peta Portugis, dan 1 peta hasil karya Columbus.

Pada tahun 1513, peta-peta itu kemudian diringkas menjadi satu peta dunia versi Piri Reis. “Di abad ini (saat Piri hidup), tak ada peta seperti peta ini sebelumnya, dibuat dengan cara menggabungkan keseluruhan peta menjadi satu skala. Saling melengkapi dan saling mengoreksi satu sama lain.

Selain andal membuat peta, Piri Reis juga menulis satu buku navigasi, Kitab-i Bahriye (Book of Navigation) yang mulai ditulisnya tahun 1511, sepeninggal pamannya Kemal Reis. Kitab-i Bahriye adalah salah satu buku navigasi paling terkenal sebelum zaman modern. Buku ini berisi informasi mengenai pelabuhan-pelabuhan penting dunia, teluk, gua, tanjung, pulau, selat, dan lokasi ideal untuk perlindungan di Laut Tengah, juga teknik-teknik navigasi, dan astronomi kelautan.

Kitab yang dibuat antara 1511 dan 1521 ini beberapa kali direvisi. Sejumlah informasi ditambahkan pada buku ini, seperti jenis-jenis badai, teknik menggunakan kompas, tabel dan peta, rincian garis pantai dan pelabuhan, metode menemukan arah menggunakan bintang, karakteristik utama samudra dan pulau-pulau di sekitarnya. Hasil karya Piri yang satu ini banyak menyumbang pada penjelajahan yang dilakukan Christopher Columbus, Vasco da Gama, dan pelaut lainnya .

Pada 1524 dan 1525, Kitab-i Bahriye oleh Piri Reis dipersembahkan sebagai hadiah kepada sang penguasa Kekaisaran Ottoman saat itu, Sultan Sulaiman II yang berjuluk Sulaiman Al Qanun. Salinan Kitab-i Bahriye kini tersimpan di banyak perpustakaan dan museum di seluruh dunia.

Pikiran Rakyat, 03 September 2009

About these ads

1 Komentar

  1. sulton said,

    Maret 1, 2011 at 11:35 am

    tau sejarahnya maximillian herman ndak???


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 48 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: