PLTA “Run Off River”, Solusi Konflik Pemanfaatan Air

Air, adalah unsur yang paling penting bagi kehidupan manusia. Kelangsungan kehidupan manusia sangat tergantung pada kualitas air yang baik dan kuantitas air yang cukup. Air juga sangat penting untuk pertumbuhan tanaman, baik tanaman pangan maupun non-pangan. Selain itu air penting bagi kelangsungan hidup hewan. Tanaman dan hewan adalah unsur penting yang berfungsi sebagai pendukung kehidupan manusia. Air juga dibutuhkan untuk kegiatan pertanian dan proses manufaktur yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi, pembangunan sosial budaya serta peningkatan kualitas manusia.

Potensi air dalam bentuk sungai sangat berlimpah keberadaannya di Indonesia. Jawa Barat adalah salah satu provinsi di Indonesia dengan kelimpahan sungai yang besar. Berdasarkan data Dinas Pengelolaan dan Sumber Daya Air Jawa Barat, jumlah sungai di provpinsi ini ada 3.285, terdiri dari 283 sungai utama, 1187 sungai orde 1 yang merupakan anak dari sungai utama, 1174 sungai orde 2 yang merupakan anak dari sungai orde 1, 497 sungai orde 3 yang merupakan anak dari sungai orde 2 dan 144 sungai orde 4 yang merupakan anak dari sungai orde -3.

Secara tradisional potensi air digunakan sebagai sumber air baku bagi air minum, kegiatan rumah tangga sehari-hari seperti mandi, memasak dan mencuci. Selain itu air sungai juga digunakan untuk irigasi lahan pertanian. Di daerah-daerah yang aliran air sungainya menuruni suatu ketinggian, air dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik. Prinsip kerja pembangkit listrik tenaga air adalah mengubah energi potensial air pada ketinggian tertentu menjadi energi putar mekanis dengan menggunakan turbin air. Energi mekanis tersebut kemudian diubah menjadi listrik menggunakan generator. Skema sederhana pembangkit listrik tenaga air dapat dilihat pada gambar 1

Air sungai mengalir menuruni suatu ketinggian, di salah satu titik ketinggian air dialirkan pada saluran yang disebut penstock. Air yang akan dialirkan dibendung untuk mendapatkan ketinggian. Dari penstock air dialirkan ke turbin. Energi potensial air yang dialirkan menggerakkan turbin. Putaran turbin akan menggerakkan rotor generator yang akan menghasilkan listrik. Listrik yang dihasilkan tersebut kemudian disesuaikan tegangannya dengan tegangan saluran menggunakan transformator sehingga dapat disalurkan kepada konsumen.

Umumnya air yang mengalir pada perbedaan ketinggian terletak di daerah hulu, sehingga pembendungan air untuk mendapatkan ketinggian jatuh air berpengaruh pada volume aliran air di daerah hilir. Karena air memiliki fungsi lain terutama untuk irigasi pertanian dan air baku bagi keperluan air minum dan keperluan rumah tangga lainnya maka pembangunan bendungan yang dapat mengganggu kuantitas aliran air ke hilir terutama pada musim kemarau dapat mengakibatkan terjadinya konflik penggunaan air.

Solusi untuk mencegah terjadinya konflik penggunaan air adalah tidak melakukan pembendungan dan membiarkan air mengalir pada aliran alaminya. Pembangkit yang menggunakan teknik ini dikenal sebagai pembangkit listrik tenaga air run off river. Skema pembangkit listrik tenaga air run off river diperlihatkan pada gambar 2.

Dari skema pembangkit terlihat aliran air sungai hanya dibelokkan ke saluran penghubung menuju penstock yang mengalirkan air ke power house. Turbin, generator pembangkit listrik dan transformator terdapat di tempat ini.

Konsekuensi dari tidak adanya bendungan untuk meningkatkan perbedaan ketinggian aliran air adalah penggunaan perbedaan ketinggian aliran alami atau head alami. Tentu saja hal ini berpengaruh pada besar energi listrik yang bisa dibangkitkan. Sebagaimana diketahui secara umum, energi listrik yang dibangkitkan dari energi potensial air adalah perkalian konstanta efisiensi, debit air yang mengalir dan head aliran air. Head yang menentukan besar energi listrik yang dibangkitkan adalah perbedaan ketinggian murni dikurangi berbagai faktor yang disebut rugi-rugi head. Rugi-rugi ini dipengaruhi oleh konstruksi bangunan sipil pembangkit.

Tidak semua aliran sungai dapat digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga air run off river. Pembangkit listrik tenaga air tipe ini mensyaratkan sungai yang mempunyai debit konsisten atau relatif konstan dalam periode waktu tertentu. Untuk mengetahui apakah debit aliran sungai memenuhi syarat tersebut, dilakukan pengukuran pada satu atau beberapa titik aliran pada periode tertentu, hasilnya ditampilkan dalam bentuk hydrograph seperti pada gambar 3.

Pada hydrograph terlihat debit aliran air sungai yang memenuhi syarat pembangkit run off river akan terus dijumpai dalam jumlah yang cukup signifikan selama satu tahun. Pada musim kemarau, debit air memang berada pada kondisi minimum, tetapi debit tersebut masih cukup signifikan.

Karena difungsikan pada aliran alaminya, maka pembangkit jenis ini umumnya digunakan di pembangkit-pembangkit skala kecil dari skala minihidro dan mikrohidro yang daya keluarannya berkisar antara 300 kW sampai dengan 10 MW. Selain itu pembangkit ini juga beroperasi 24 jam sesuai dengan kondisi aliran air alaminya.

Pembangkit tipe ini cocok dibangun di daerah hulu sungai yang aliran airnya dimanfaatkan secara multifungsi. Tidak diperlukannya bendungan menyebabkan biaya konstruksi bangunan sipil pembangkit dapat dikurangi secara signifikan. Keuntungan lainnya adalah aliran air sungai dapat termanfaatkan optimal menghasilkan energi listrik tanpa menganggu fungsi-fungsi tradisionalnya. Hal ini mencegah terjadinya konflik diantara masyarakat pengguna air sungai tersebut.

Pikiran Rakyat, 11 Juni 2009

About these ads

2 Komentar

  1. sudarwanto said,

    Juni 3, 2010 at 8:09 am

    Tulisan cukup menarik, hanya sayang gambar 1 dan gambar 2 dalam teks tidak bisa dilihat. apakah saya memperoleh gambar2 dimaksud? Terimakasih.

  2. lindapluto said,

    Desember 24, 2010 at 6:28 am

    mantap deh tulisanya, tapi gambarnya kok ga ada, share dunk


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 47 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: