Kekuatan Dahsyat Petir yang Bisa Mengundang Petaka

Masih teringat peristiwa sambaran petir yang meninpa dua anggota Wanadri di Gunung Wayang beberapa waktu lalu. Pemberitaan di media massa menyebutkan, tim membawa radio handy talkie (HT) saat hujan lebat tiba dan salah satu radio sempat dimatikan, sedangkan satunya lagi tidak sempat. Kemudian petir kedua datang dan menyambar mereka. Akibatnya, Aryadi Fallah (19) dan Deny Prasetya (20) meninggal di tempat (Pikiran Rakyat, Senin (8/3).

Peristiwa petir menyambar dan menyebabkan manusia meninggal memang tidak asing lagi. Namun, boleh jadi masih banyak  yang belum mengetahui apa itu petir dan penyebab terjadinya orang tersambar petir. Petir adalah gejala alam yang terjadi ketika akan turun hujan ataupun ketika hujan terjadi. Biasanya disertai dengan kilatan cahaya dan suara guntur.

Petir terjadi karena ada perbedaan potensial antara awan dan bumi atau dengan awan lainnya. Proses terjadinya muatan pada awan karena dia bergerak terus-menerus secara teratur dan selama pergerakannya dia akan berinteraksi dengan awan lainnya sehingga muatan negatif akan berkumpul pada salah satu sisi (atas atau bawah), sedangkan muatan positif berkumpul pada sisi sebaliknya. Jika perbedaan potensial antara awan dan bumi cukup besar, akan terjadi pembuangan muatan negatif (elektron) dari awan ke bumi atau sebaliknya untuk mencapai kesetimbangan. (www.wikipedia.com).

Menurut Timbul Manik, peneliti bidang atmosfer Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), petir juga dapat terjadi antara awan bermuatan negatif dan awan bermuatan positif. “Sebetulnya awan yang menghasilkan petir adalah awan cumulonimbus, awan yang tebal dan menggumpal. Siklus alamnya sama saja, pemanasan terjadi di bumi, kemudian muncul uap air. Uap air terbawa oleh angin ke tempat lebih tinggi, dan terjadilah hujan, ” ujarnya, Senin (15/3) di Gedung Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Bandung.

Petir tidak langsung menyambar manusia secara efektif sebab harus melewati induksi tegangan. Kalaupun terjadi manusia meninggal karena tersambar petir,  itu bukanlah sasaran yang disengaja.

Timbul menjelaskan ada tiga kemungkinan peristiwa manusia tersambar petir. Pertama, petir menyambar orang yang sedang bermain golf. Kedua orang yang sedang berteduh di bawah pohon, dan terakhir orang sedang mendaki gunung ketika hujan.

Ketika stik golf diayunkan, petir menyambar benda tinggi. Ada perbedaan tegangan antara titik atas, tanah, dan jarak di antara dua kaki. Stik golf menjadi isolator yang menghantarkan ribuan watt muatan listrik ke tanah. Karena kaki pemain golf terbuka, petir itu akan meloncat ke tubuh.

Petir yang menyambar pohon, menyalurkan muatan ke tubuh orang yang sedang berteduh atau berada di bawah pohon tersebut. Sama halnya saat petir langsung menyambar gunung dan mengenai pendaki. Jadi, pada hakikatnya petir tidak menyambar langsung manusia, melainkan terlebih dahulu menyambar benda-benda yang ada di dekat manusia.

“Petir selalu mencari objek yang lebih tinggi. Misalnya stik golf yang sedang diayunkan, pohon, gunung, dan daerah flat. Jarang sekali terjadi sambaran langsung. Namun yang terjadi bisa jadi adalah orang tersebut memegang alat komunikasi dan tangan lain menyentuh tanah,” ujar peneliti yang telah berhenti menggeluti dunia petir sejak tahun 1995.

Timbul memperkirakan alasan seseorang tersambar petir ketika menggunakan alat komunikasi, “Yang terjadi adalah menyambar alat komunikasi kabel, wireless seperti HP atau HT. Apabila terjadi petir, ada induksi tegangan yang masuk. Dan sambaran itu cukup dekat dengan alat komunikasi. Petir akan merusak peralatan elektronik dan benda-benda tinggi.”

Ia juga menjelaskan bahwa petir tidak dapat melewati gelombang radio (radio wave) karena memang belum pernah ada yang membuktikan hal itu. Dengan demikian, penggunaan HP ataupun HT (yang menggunakan radio wave sebagai media) aman digunakan walaupun saat terjadi petir, khususnya di ruang tertutup (indoor), karena tidak ada media penghantar langsung seperti kabel yang dapat dilalui oleh aliran listrik dari petir, dengan kata lain tidak ada kontak langsung dengan petir.

Untuk penggunaan di luar (outdoor), tidak disarankan menggunakan HP/HT kecuali dalam keadaan darurat, dan disarankan untuk segera mencari tempat berlindung saat terjadi petir.

Kalaupun ada kasus sambaran petir pada saat menggunakan HP/HT, hal tersebut lebih karena orang yang menggunakan peralatan tersebut merupakan objek yang tinggi sehingga dapat menjadi sasaran sambaran petir, daripada disebabkan menggunakan peralatan tersebut.

”Hal lain yang mungkin terjadi adalah karena petir menyambar logam, dan handphone atau handy talkie umumnya terbuat dari bahan logam. Air dan logam adalah konduktor listrik. Tali dan kayu basah, pagar atau pipa, akan menjadi konduktor yang sangat ideal saat ada petir,” ujarnya menambahkan.

Tidak ada tempat yang benar-benar 100 persen aman dari sambaran petir. Maka, ada beberapa saran saat terjadi petir:

1. Segeralah mencari tempat berlindung apabila mendengar guntur, dan tempat berlindung yang paling aman adalah gedung berstruktur. Kendaraan dengan atap logam juga cukup aman.

2. Saat di dalam ruangan, hindari kontak langsung dengan pipa ledeng. Jangan gunakan telepon berkabel dan peralatan listrik lainnya saat terjadi petir karena dapat menjadi penghantar aliran listrik.

3. Jangan dekat dengan pintu dan jendela saat petir.

4. Jangan berdiri di bawah pohon yang tinggi, dan apabila terpaksa (di hutan misalnya), berlindunglah di bawah bohon yang agak rendah.

Jarak petir dengan tempat kita berada dapat diperkirakan sebagai ancang-ancang untuk segera mencari tempat berlindung. Saat melihat sambaran petir, segeralah menghitung satu, dua, tiga, empat, lima, dst. hingga terdengar suara guntur. Kecepatan suara adalah 340 meter per detik, jadi kalau menghitung hingga lima misalnya, maka jaraknya sekitar 5 x 340 m = 1700 m. Apabila hitungan di bawah dua detik, berarti petir sangat dekat, segeralah cari perlindungan.***

Hanifah Widyacastrena , Mahasiswa Fikom Unpad.

PR- Kamis, 18 Maret 2010
About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 47 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: