Membangun Citra Positif Islam

Mengenang kembali perjalanannya, Ali Mohamed Mazloum dapat merangkumnya dalam beberapa kata. ”Bukan langkah yang mudah,” ungkap Ali Mohamed Mazloum, Muslim pertama yang menjabat sebagai hakim federal di Brazil, negara berpenduduk mayoritas Katolik, seperti dikutip IslamOnline akhir pekan lalu.

Mazloum lahir di Sao Paolo pada 1960. Keluarganya meninggalkan Lebanon kemudian menetap di Brasil, setahun sebelum ia dilahirkan di negara tersebut. Ia mengatakan, perjalanannya menduduki posisi sekarang ini telah dirintisnya sejak muda.

Menurut Mazloum, semuanya bermula sejak ia memutuskan untuk kuliah di fakultas hukum, seperti empat saudara kandungnya. Ia bekerja selama empat tahun sebagai kepala jaksa di salah satu distrik di Sao Paolo, kemudian melanjutkan jenjang studinya ke S2. Baca entri selengkapnya »

Protes Perusakan Al Qur’an, Enam Warga Tewas

Sedikitnya enam pengunjuk rasa tewas saat bentrok dengan pasukan keamanan asing di Afganistan, Selasa. Aksi itu dilakukan untuk memprotes aksi dugaan penghancuran salinan Al Quran yang dilakukan pasukan internasional.

Menurut pejabat provinsiAbdullah Barak, aksi protes yang dilakukan sekitar 2.000 orang di distrik Garmsir, provinsi Helmand itu berubah menjadi kekerasan setelah sebagian demonstrans berkelahi dengan aparat keamanan yang mengakibatkan enam warga sipil tewas.

Juru bicara provinsi Daoud Ahmadi membenarkan adanya enam korban meninggal, namun ia tidak mengatakan mereka adalah warga sipil.

Pihak NATO mengatakan hanya satu orang tewas dalam bentrok selama aksi protes tersebut. Orang itu dibunuh pasukan NATO karena diduga hendak menembak pejabat Afganistan.

Juru bicara NATO, Letnan Nico Melendez membantah bahwa pasukan asing menodai salinan kitab suci Islam di hari Minggu dalam operasi di Garmsir. Melendez mengatakan, tidak ada perusakan Al Quran sebagaimana yang dituduhkan.

“Kami menganggap tuduhan seperti itu sangat serius dan akan mendukung penyelidikan gabungan dengan pihak berwenang Afganistan setempat,” katanya.

Afganistan adalah sebuah negara Muslim di mana menghujat Muhammad dan Qur’an dianggap sebagai kejahatan serius yang harus diganjar dengan hukuman mati.

Sebelumnya, tudingan bahwa pasukan AS menodai Qur’an selama operasi di Provinsi Wardak juga telah memicu protes. Pihak berwenang AS dan Afganistan menyangkal tuduhan itu. Mereka menduga bahwa Taliban telah menyebarkan desas-desus untuk membangkitkan kemarahan masyarakat.

Kompas, 13 Januari 2010

MUI Bengkulu Minta Polda Usut Penghinaan Agama

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bengkulu, KH Ahmad Daroini minta Polda Bengkulu, mengusut tuntas pelaku dibalik penyebaran brosur yang isinya menghina terhadap agama tertentu.

Ia mengungkapkan hal itu untuk menanggapi beredarnya selebaran brosur yang ditemukan di pintu Masjid Baitul Makmur Lingkar Barat serta di beberapa rumah warga di Kota Bengkulu beberapa hari lalu. Isi selebaran tersebut antara lain adalah penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW dan Islam. Bulan lalu juga beredar compact disc di wilayah Kabupaten Seluma.

Selebaran yang tidak bertanggung jawab itu ditemukan di depan berapa rumah warga dan masjid, sehingga meresahkan masyarakat khususnya yang beragama Islam. Hal serupa juga terjadi di Kabupaten Seluma, namun penghinaan itu sudah direkam dalam CD dan diedarkan di pusat keramaian dan rumah warga, sedangkan identitas pembuatnya tidak jelas.
Baca entri selengkapnya »

Ketika Kematian Begitu Dekat

SETIAPorang mungkin pernah mengalami suatu kejadian ketika kematian terasa begitu dekat. Napas terasa mau putus.Kematian tampak di depan mata.

Bahkan, kematian itu sepertinya telah mengulurkan tangannya dan siap mencabut nyawa. Dalam kejadian yang sama, orang bisa berbeda penafsiran atasnya. Ada yang merasa kejadian itu begitu mendekatkan dirinya kepada kematian. Ada yang merasa kejadian itu biasa-biasa saja. Saya pernah mengalami beberapa kejadian yang sangat dekat dengan kematian.Waktu kecil, saat saya berusia sekitar tiga tahun, menurut cerita ibu saya, saya pernah kecemplung ke dalam kolam bekas pembuatan bata merah.Kolam itu penuh air dan dalam.

Saya tenggelam di kolam itu beberapa saat. Sampai ditemukan oleh ibu. Lantas ibu menjerit minta tolong.Tetangga kemudian menolong. Saya dalam kondisi sudah tidak sadar diri dengan perut penuh air. Menurut ibu saya, kematian sudah mendekati saya saat itu.Tetapi, Allah Mahapenyayang, Dia menolong lewat tangan salah seorang hamba-Nya, dan saya selamat. Jika terlambat beberapa menit saja, atau beberapa detik saja, maka sejarah hidup saya hanya sampai pada usia tiga tahun,kira-kira.Dan saya hanya akan jadi kenangan keluarga saya bahwa pernah ada anak kecil bernama Habiburrahman di tengah-tengah mereka, itu saja. Baca entri selengkapnya »

Lapang Menerima Perbedaan

SETIAP datang bulan Ramadan dan menjelang penetapan Hari Raya Idulfitri, kita selalu saja dihadapkan pada persoalan mengapa umat Islam tidak bisa sepakat dan kompak menentukan tanggal dan harinya.

Misalnya, mengapa selalu saja muncul perbedaan dalam menentukan awal dan akhir Ramadan serta Idulfitri? Kalau malam lailatur qadar, misalnya saja, turun pada puasa, katakanlah hari ke-23, lalu bagaimana mereka yang hitungannya berbeda?

Realitas tersebut hanyalah satu dari sekian banyak keragaman pemahaman di kalangan umat Islam yang kadangkala menimbulkan percekcokan, pertikaian, dan permusuhan. Perbedaan jelas tidak dapat dielakkan dalam memahami agama, tetapi seharusnya tidak menimbulkan permusuhan. Baca entri selengkapnya »

Islam Moderat dan Deislamisasi Bahasa

TERCATAT dalam empat bulan terakhir, ada tiga tokoh asing berkomentar mengenai kehidupan umat Islam di Indonesia. Entah ketiga tokoh ini sudah melakukan kesepakatan sebelumnya atau tidak, namun pernyataan mereka persis serupa. November tahun silam, Putera Mahkota Kerajaan Inggris, Pangeran Charles mengaku tertarik dengan Islam di Indonesia yang dinilainya moderat dan modern. Bahkan sang pangeran yang terkenal karena skandal cinta ini berharap Islam yang moderat ini bisa disebarluaskan ke seluruh dunia. Memasuki medio Februari, giliran menteri Luar Negeri As yang baru terpilih, Hillary Clinton memuji negeri yang pernah mereka berikan embargo militer dengan sebutan militan demokrasi dan negeri Islam moderat. Terakhir, Minggu (8/3), Menteri Luar Negeri Italia, Franco Frattini, menyatakan bahwa Indonesia merupakan model yang mewakili tradisi Islam moderat, pendapat yang kemudian diamini beberapa tokoh kegamaan dalam konferensi bertema, Unity in Diversity: The Culture of Coexistence in Indonesia, di Roma, Italia. Baca entri selengkapnya »

Perjuangan Palestina Jangan Sebatas Atribut

MEMBICARAKAN Palestina bagi mahasiswa akitivis Islam adalah sebuah katalis obrolan yang akan tiba pada semangat perjuangan jihad. Sangat disayangkan dukungan yang terjadi hanya sebatas atribut. Tidak lepas dari stiker, jaket, ikat kepala, nasyid. Tidak ada yang salah dengan atribut. Kemunculannya dapat berfungsi sebagai alat kampanye pengingat. Yang salah adalah bila perjuangan berhenti pada atribut semata.

Sudah ratusan ribu orang terbunuh dan terusir dari Palestina. Israel pun telah dilebeli berbagai gelar dan kecaman: pelanggar HAM dan Hukum Internasional (European Community Report, 1988 & Dokumen PBB No. 1944) serta pendorong aktif penggunaan amunisi dan kekerasan yang tidak masuk akal, penyebab terbunuhnya wanita, anak-anak dan orang tua (Amnesty International Report, 1988). Kini, penjarahan hak asasi itu tidak berhenti pada pembunuhan jiwa-jiwa tidak bersalah, tetapi merambat pula pada kebebasan beragama dan penghancuran simbol-simbol keagamaan yang diakui. Baca entri selengkapnya »

Setiap Muslim Adalah Dai!

SIAPA yang seharusnya berhak disebut dai? Orang yang memberikan khotbah di podium? Ustaz? Aktivis lembaga dakwah kampus kah? Atau, mantan peserta “kontes” dai di stasiun televisi swasta kita?

Bila hanya itu jawabannya, bisa jadi negeri berpenduduk Muslim terbesar di dunia ini, tidak akan mengenal nama Islam sama sekali. Islam tersebar hingga menjadi salah satu agama terbesar dunia, karena jiwa besar pemeluknya untuk konsisten berdakwah. Tidak terbatas hanya pada ustaz, kiai, ulama atau bahkan Departemen Agama secara institusional. Karena, kewajiban dakwah mengajak pada kebaikan dan mencegah kemunkara, sejatinya diserahkan pada semua orang yang mengaku Muslim. Bahkan, Rasulullah saw. pernah berkata, “Sampaikankanlah dariku walaupun hanya satu ayat” (H.R.Bukhari).

“Hadis tersebut tidak menunjukkan batasan. Artinya, satu ayat yang sudah kita dapatkan dan betul (sahih) dari Nabi saw. wajib kita sampaikan sesuai dengan ilmu dan kemampuan yang kita miliki,” ujar Ustaz Abu Abdurrahman saat memberikan materi pada pelatihan dai khusus mahasiswa yang diselenggarakan Wahdah Islamiyah Cabang Bandung di Masjid Al Hidayah, Sukajadi, Kota Bandung, Sabtu (24/11). Baca entri selengkapnya »

Aliran Sesat Mengapa Kalangan Muda Diincar?

SEJUMLAH aliran baru yang memberangkatkan ajarannya dari agama Islam, tengah ramai dibicarakan. Ada yang telah dicap sesat oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sebenarnya, bisakah keyakinan diadili? Mengapa aliran-aliran baru itu banyak meraup pengikut dari kalangan muda?

Salah satu aliran sempalan itu adalah Al Qiyadah Al Islamiyah, yang didirikan Ahmad Mushaddeq. Al Qiyadah dicap sesat, lantaran menciptakan syahadat baru, rasul baru, dan menyatakan salat serta rukun Islam lainnya tak wajib. Dengan “nilai jual” discount ibadah itu, Al Qiyadah meraup ribuan pengikut dari berbagai pelosok kota; kebanyakan kalanganmuda.

Puluhan anak muda berumur kurang lebih 20 tahun di Bandung pun diduga menjadi jemaah aliran Alquran Suci. Beberapa di antaranya hilang. Polisi serta keluarganya kelimpungan mencari. Ajaran aliran yang belum mendapat fatwa MUI ini, yakni umat Muslim cukup berpedoman pada Alquran, sedangkan Nabi Muhammad tidak perlu. Baca entri selengkapnya »

Jalan Berliku Terapkan Perda Syariat Islam

Selamat Datang di Tatar Gerbang Marhamah. Begitu bunyi kalimat yang tertulis di pintu gerbang memasuki Kabupaten Cianjur. Sejak 26 Maret 2001, Pemkab Cianjur memulai program Gerakan Pembangunan Masyarakat Akhlakul karimah yang disingkat Gerbang Marhamah. Program itu bermaksud menuju masyarakat yang bermoral, patuh pada aturan, serta melaksanakan ajaran agamanya. Syariat Islam dipandang sebagai pedoman yang cocok untuk mengatasi kemerosotan moral yang terjadi saat itu, apalagi mayoritas penduduknya adalah muslim.

Akhir 2005, Kab. Cianjur dikejutkan dengan peristiwa tindakan asusila yang dilakukan oleh sebelas pelajar dan seorang guru di salah satu sekolah menengah di Cianjur. Kejadian itu tak ubahnya seperti tamparan keras bagi Pemkab Cianjur yang terbilang getol memperbaiki moral melalui Gerbang Marhamah. Lihat saja berbagai atribut kota yang menyerukan untuk menjauhi maksiat tersebar di sudut-sudut kota. Apa mau dikata, rupanya program itu tak cukup ampuh.

Praktik prostitusi terselubung di daerah Puncak, Cianjur, menjamur. Mereka yang mencari “nikmat sesaat” di daerah itu akan dengan mudah mendapatkannya. Baca entri selengkapnya »

Tudingan tanpa Bukti Pesantren Bukan Sarang Teroris

SETIAP terjadi ledakan bom, umat Islam seolah disudutkan. Maka, sasaran berikut yang menjadi bulan-bulanan adalah kelompok garis keras atau radikal yang ujung-ujungnya pondok pesantren dimata-matai.

Sampai-sampai ada keinginan mengubah kurikulum pendidikan di pesantren. Padahal, kalau ditanya secara jujur, tidak ada pengasuh pesantren yang mengajarkan kekerasan, apalagi melakukan teror bom. Yang disampaikan, murni ajaran Islam sesuai Alquran dan As Sunnah. Kalaupun akhirnya ada satu dua orang atau segelintir orang lulusan pesantren menganut aliran garis keras, tentu itu tidak bisa ditimpakan ke pesantren secara umum. “Jangan mau menangkap tikus, lalu lumbungnya dibakar,” mungkin pepatah itu tepat disandarkan pada masalah ini.

Sejak zaman penjajah Belanda, yang namanya pesantren dan tokoh-tokoh agama Islam selalu dicurigai. Hanya, zaman Belanda belum ada istilah teroris, melainkan pemberontak atau kaum radikal. Sebenarnya, yang dilakukan tokoh agama, seperti Tuanku Imam Bonjol dan Pangeran Diponegoro, bukanlah memberontak, tetapi merebut kemerdekan dari penjajah Belanda. Baca entri selengkapnya »

Kesadaran Rendah, Kepercayaan Lemah

“Pungut zakat dari kekayaan mereka, berarti kau membersihkan dan menyucikan mereka dengan zakat itu, kemudian doakanlah mereka, doamu itu sungguh memberikan kedamaian buat mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (Q.S. At-Taubah:103)
.
AYAT di atas merupakan sumber harapan bagi bangsa Indonesia yang telah lama merindukan kesejahteraan. Ketika kemiskinan mendera, 34,96 juta warga miskin Indonesia hanya bisa mengurut dada. Padahal, di setiap pundi-pundi orang kaya Indonesia tersimpan hak mereka. Seandainya itu diamalkan, niscaya Indonesia berlimpah dana dan kemiskinan pun sirna.

Dalam konteks pendapatan dan pengelolaan zakat, image Indonesia sebagai negara yang besar lagi-lagi dipertanyakan. Dengan populasi Muslim sebanyak 87% dari total jumlah penduduk, potensi zakat Indonesia pada 2007 mencapai Rp 9,09 triliun atau sekitar 1,5 kali jumlah APBD Jabar 2008. Baca entri selengkapnya »

« Older entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 48 pengikut lainnya.