April 11, 2008 pada 3:29 am (Tak Berkategori)
Tags: analisa-opini kwik kian gie
Selasa, 11 Maret 08
Baik John Pilger maupun John Perkins mengemukakan bahwa instrumen terpenting dari kekuatan penjajahan baru adalah penggerojokan utang, seperti yang dapat kita baca dari uraian-uraiannya yang saya kutip di atas.
Untuk itu para teknokrat yang duduk dalam pemerintahan telah berhasil diindoktrinasi dengan dalil-dalil yang sangat tidak lazim dan sangat tidak masuk akal. Selama Orde Baru kebijakan pembangunan didasarkan atas dalil bahwa anggaran pembangunan dari APBN harus sepenuhnya dibiayai dari utang luar negeri yang dsediakan oleh IGII/CGI.
Kemudian utang luar negeri ini dalam APBN disebut pos “Pemasukan Pembangunan” (bukan utang), sehingga APBN yang jelas-jelas defisit disebut berimbang.
Sejak saya kembali di tahun 1970 dari studi dan bekerja di luar negeri untuk memperoleh pengalaman praktis, saya mengemukakan ketidak pahaman saya tentang logika dari dalil-dalil tersebut yang diyakini dan diterapkan oleh para guru besar yang duduk dalam pemerintahan.
Namun semuanya tidak digubris, dan kalau saya tanyakan dalam berbagai kesempatan seminar dan diskusi, saya dilecehkan dengan jawaban-jawaban yang sifatnya membanyol dengan senyum-senyum dewata, yang menganggap anak kecil yang tidak mengetahui apa-apa.
Namun kelompok yang sama atas perintah lembaga-lembaga internasional yang sama pula kini mengenal APBN yang defisit, menerbitkan Surat Utang Negara dalam denominasi rupiah. Lagi-lagi saya tidak habis pikir bagaimana mungkin para doktor dan para guru besar dari universitas yang dianggap paling hebat di Republik ini bisa diombang-ambing logikanya oleh ndoro-ndoro baru, walaupun kita telah lama merdeka dan berdaulat. Inikah yang oleh para filosoof Yunani kuno sudah disebut sebagai the corrupted mind? Jadi apakah kebijakan ekonomi selama Orde Baru didasarkan atas corrupted mind.
Baca entri selengkapnya »
Tinggalkan sebuah Komentar
April 11, 2008 pada 3:15 am (Tak Berkategori)
Tags: analisa-opini kwik kian gie

Selasa, 18 Maret 08
Sejak awal Pak Harto mencanangkan landasan dan tonggak-tonggak kebijakannya yang sangat tegas, padat dan memang merupakan pondasi yang kokoh, yaitu Trilogi Pembangunan.
Salah satu pondasi, dan menurut saya yang terpenting adalah Stabilitas Sosial Politik. Tanpa ketenangan dan kepastian tidak mungkin kita merencanakan dan melakukan apapun.
Namun stabilitas sosial politik saja adalah bangunan kokoh yang belum ada isinya. Karena itu, rumah yang kokoh ini bisa diisi dengan hal-hal yang busuk. Saya khawatir bahwa sejarah akan mencatat era Orde Baru sebagai kehidupan negara bangsa kita yang berlangsung dalam rumah yang kokoh, tetapi kehidupan bernegara dan berbangsa berlangsung dengan menanamkan benih-benih yang sekarang secara sepenuhnya menjadi malapetaka yang membuat kehidupan kita bagaikan tanpa arah, tanpa moral, chaos dan anarki.
Bidang ekonomi telah saya kemukakan dalam tiga buah artikel sebelumnya.
Dalam bidang stabilitas, ciri pokoknya ialah pemerintahan tangan besi yang diktatorial, menanamkan rasa takut dan bersifat represif. Penanganan yang demikian untuk kondisi yang kalut setelah peristiwa dan kerusuhan G-30-S memang sangat dibutuhkan, dan memang terbukti sangat kondusif dan berhasil pada tahap-tahap awalnya. Baca entri selengkapnya »
& Komentar
Maret 5, 2008 pada 5:37 pm (Tak Berkategori)
Tags: analisa-opini kwik kian gie
Rabu, 27 Februari 08
Apakah Pak Harto mengambil kebijakan-kebijakan yang sangat salah sehingga “keberhasilan” pembangunan ekonomi yang didengung-dengungkan itu buat saya (dan saya yakin juga buat sangat banyak orang lainnya) adalah semu atau palsu !
Sebagai Presiden dengan sistem presidensiil, tanggung jawab terakhir memang ada pada pundak Presiden. Tetapi secara substantif Pak Harto tidak paham tentang ekonomi. Karena itu yang menjadi krusial adalah memilih orang-orang yang tepat. Tepatkah pilihan Pak Harto yang jatuh pada para ekonom dari kelompok Berkeley Mafia ?
Menurut saya bukan hanya salah, inilah malapetaka yang paling besar. Sri Sultan Hemengkubuwono IX dan Adam Malik yang mengawal mereka dalam pertemuan pertama dengan kekuatan-kekuatan internasional, yaitu pertemuan di Jenewa di bulan November tahun 1967 juga tidak bisa disalahkan sepenuhnya atas dasar keawaman mereka dalam bidang ekonomi.
SEJARAH KEBIJAKAN EKONOMI OLEH BERKELEY MAFIA Baca entri selengkapnya »
& Komentar
Maret 5, 2008 pada 5:35 pm (Tak Berkategori)
Tags: analisa-opini kwik kian gie
Senin, 18 Februari 08
Wafatnya Pak Harto menimbulkan berbagai refleksi tentang jasa-jasa maupun dosa-dosanya.
Salah satu bidang yang direfleksikan adalah bidang ekonomi. Banyak yang menilai bahwa Pak Harto sangat berhasil dalam membangun ekonomi bangsa Indonesia. Indikator terpenting dari keberhasilan yang ditonjolkan adalah sebagai berikut :
| • |
Menurunkan inflasi 600% sampai menjadi inflasi yang “normal”. |
| • |
Produk Domestik Bruto (PDB) tumbuh dengan rata-rata 7% per tahun. |
| • |
Ekonomi dibangun sebagai dua unsur dari Trilogi, yaitu pertumbuhan dan pemerataan. Satu unsur lainnya Stabilitas yang sangat dibutuhkan untuk mengatur ekonomi dengan terencana dan mantap. |
Saya akan membatasi diri pada memberikan ulasan tentang ekonomi sebagai berikut. Baca entri selengkapnya »
& Komentar
Januari 27, 2008 pada 6:53 pm (Tak Berkategori)
Tags: analisa-opini kwik kian gie
karir anda mentok, karena pendidikan tak mendukung ? lanjutkan kuliah di |
| tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain |
| MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN |
022-70314141;7313350 : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net
Minggu, 13 Januari 08
Sebelum artikel ini di KoranInternet dimuat tulisan saya yang berjudul “INTERPELASI BLBI KEPADA SBY SALAH ALAMAT”.
Masalah, atau lebih tepat malapetaka keuangan maha besar yang dikenal dengan istilah “BLBI” adalah sebuah rentetan kebijakan pemerintah yang praktis dipaksakan oleh IMF dalam menangani krisis moneter di tahun 1997, yang kemudian meluas sampai menjadi depresi ekonomi.
Gambaran menyeluruh secara garis besarnya (bird’s eye view) diberikan oleh artikel sebelumnya. Tulisan ini merupakan tulisan kedua yang khusus membahas tentang BLBI.
BLBI ADALAH FUNGSI POKOK BANK SENTRAL
Fungsi yang paling pokok dari sebuah bank sentral adalah bertindak sebagai the bankers’ bank atau lender of the last resort.
Bank melakukan transaksi setiap harinya. Salah satu yang termasuk kegiatan bank paling intensif adalah lalu lintas uang antar bank yang disebabkan karena lalu lintas giro dari semua pemegang rekening bank. Bank berutang kepada bank lain kalau uang nasabah berpindah ke bank lain tersebut, dan sebaliknya. Jumlah uang keseluruhan yang setiap harinya masuk ke dalam bank tidak pernah persis sama dengan jumlah uang keluarnya.
Di antara seluruh bank yang ada di negeri ini, semuanya dihitung menjadi satu, sehingga setiap akhir hari posisinya setiap bank ketahuan, apakah saldonya plus/positif atau minus/negatif. Penyatuan keseluruhan ikhtisar lalu lintas uang antara semua bank ini disebut clearing (kliring). Kalau sebuah bank mengalami saldo minus, tetapi masih mempunyai uang sendiri untuk membayarnya, itu sangat normal.
Terkadang bank berakhir dengan posisi minus yang lebih besar jumlahnya dari uang yang dimilikinya. Dalam hal seperti ini, namanya “bank kalah kliring”, atau bank dalam posisi negatif/minus. Baca entri selengkapnya »
& Komentar
Januari 27, 2008 pada 6:51 pm (Tak Berkategori)
Tags: analisa-opini kwik kian gie
kompas.comkarir anda mentok, karena pendidikan tak mendukung ? lanjutkan kuliah di |
| tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain |
| MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN |
022-70314141;7313350 : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net
Jumat, 18 Januari 08
Dalam penelitian atau penyidikan masalah BLBI oleh Kejaksaan Agung yang menjadi prioritas adalah kasus BCA dan BDNI. Terutama kasus BCA, publikasi oleh media massa cukup intensif. Mungkin karena itu, para anggota DPR dalam interpelasinya nanti juga akan menyorot kasus BCA. Maka dalam serial artikel tentang BLBI, kasus BCA saya tulis secara khusus dalam satu artikel.
Rush dan BLBI
Dengan terjadinya krisis moneter dan ekonomi tahun 1997 BCA terkena rush. Untuk meredam rush BCA menerima BLBI yang jumlah seluruhnya Rp. 32 trilyun.
Jumlah tersebut diberikan secara bertahap dengan jumlah Rp. 8 trilyun, Rp. 13,28 trilyun dan Rp. 10,71 trilyun, atau seluruhnya Rp. 31,99 trilyun (dibulatkan menjadi Rp. 32 trilyun)
Dari jumlah ini yang telah dibayarkan oleh BCA adalah cicilan utang pokok sebesar Rp. 8 trilyun dan pembayaran bunga sebesar Rp. 8,3 trilyun yang tingkat bunganya ketika itu sebesar 70 % per tahun.
Pemerintah menganggap hanya pembayaran cicilan utang pokoknya saja sebesar Rp. 8 trilyun yang mengurangi utangnya. Pembayaran bunga, walaupun sebesar Rp. 8,3 trilyun dengan tingkat bunga yang 70 % setahun ketika itu tidak dianggap oleh pemerintah sebagai mengurangi utang BLBI-nya keluarga Salim. Karena itu, jumlah sisa utang BLBI oleh pemerintah dianggap sebesar Rp. 23,99 trilyun. Jumlah ini dianggap ekivalen dengan 92,8 % dari nilai saham-saham BCA. Maka kepemilikan BCA sebesar ini disita oleh pemerintah sebagai pelunasan utang BLBI oleh keluarga Salim. Dengan disitanya 92,8 % saham-saham BCA dari tangan keluarga Salim menjadi milik pemerintah, utang BLBI keluarga Salim lunas. Jadi ketika itu juga keluarga Salim sudah tidak mempunyai utang BLBI. Utang keluarga Salim sebesar Rp. 52,7 trilyun adalah utang urusan lain lagi, bukan utang BLBI. Penggunaan istilah “BLBI” sebagai istilah generik untuk segala permasalahan sangat keliru. Baca entri selengkapnya »
Tinggalkan sebuah Komentar
Januari 27, 2008 pada 6:39 pm (Tak Berkategori)
Tags: analisa-opini kwik kian gie
karir anda mentok, karena pendidikan tak mendukung ? lanjutkan kuliah di |
| tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain |
| MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN |
022-70314141;7313350 : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net
Rabu, 23 Januari 08
Sama halnya dengan kasus BCA, masalah Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) BDNI beserta keseluruhan rentetannya yang merugikan keuangan negara menjadi fokus penelitian atau penyidikan pihak Kejaksaan Agung.
Oleh karenanya secara khusus kasus BLBI BDNI ini saya sajikan dalam satu artikel tersendiri. Segala sesuatu yang tercantum dalam artikel ini berdasarkan angka-angka tahun 2002. Saya tidak memperoleh informasi lebih lanjut apakah terdapat perubahan atau perkembangan angka-angka baru setelah tercantum dalam artikel ini.
Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Syamsul Nursalim
Jumlah hutang mantan pemilik BDNI Syamsul Nursalim (SN) dalam bentuk BLBI adalah sebesar Rp. 30,9 trilyun.
Bagaimana cara penyelesaian BLBI ini tidak begitu jelas bagi saya. Sebagai perbandingan, dalam kasus BCA, hutang BLBI kelompok Salim diselesaikan melalui pembayaran dengan 93 % dari pemilikan BCA.
Nampaknya dikarenakan modal ekuiti BDNI sudah negative dan tidak ada nilainya sama sekali, sehingga tidak dapat dilakukan cara pembayaran yang sama dengan BCA. Akibatnya hutang BLBI menjadi bagian dari keseluruhan utang SN yang harus dilunasi.
MODAL EKUITI BDNI SUDAH NEGATIF Baca entri selengkapnya »
& Komentar
Januari 27, 2008 pada 6:37 pm (Tak Berkategori)
Tags: analisa-opini kwik kian gie
karir anda mentok, karena pendidikan tak mendukung ? lanjutkan kuliah di |
| tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain |
| MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN |
022-70314141;7313350 : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net
Senin, 28 Januari 08
Penerbitan surat utang pemerintah sejumlah Rp. 430 triliun dengan kewajiban pembayaran bunga sebesar Rp. 600 triliun
Bank-bank yang tidak ditutup dinilai oleh IMF. Yang mempunyai nilai Capital Adequacy Ratio (CAR) – Nilai Kecukupan Modal antara minus 25 % atau lebih baik, harus dinaikkan sampai menjadi 8 % sesuai dengan ketentuan Bank for International Settlement (BIS) di Bazel, Swiss.
Caranya yaitu dengan menaikkan modal ekuitinya, karena CAR adalah Modal Ekuiti dibagi dengan Asset Tertimbang Menurut Resiko (ATMR). Tetapi dikarenakan pemerintah tidak memiliki uang tunai untuk menaikkan Ekuiti, maka sebagai penggantinya diterbitkan Surat Hutang yang diinjeksikan kepada bank-bank tersebut hingga nilai CAR-nya mencapai 8%.
Jumlah keseluruhan surat hutang tersebut sebesar Rp. 430 triliun. Surat hutang yang khusus diterbitkan untuk meningkatkan CAR bank-bank agar memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh BIS dan diwajibkan oleh IMF ini disebut Obligasi Rekapitalisasi Perbankan atau Obligasi Rekap (OR). Baca entri selengkapnya »
Tinggalkan sebuah Komentar
Januari 10, 2008 pada 2:37 pm (Tak Berkategori)
Tags: analisa-opini kwik kian gie
Anda sibuk tapi masih ingin meraih sarjana untuk menunjang karir, maka inilah |
| tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN – terima pindahan dari PTN/PTS lain |
| MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN |
70314141 -7313350: jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net
| |
 |

DPR mencapai kesepakatan bulat (aklamasi) untuk meng-interpelasi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).
Yang sangat aneh, pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan kepada SBY juga harus disepakati secara aklamasi. Apa mungkin pertanyaan-pertanyaan yang serius tentang masalah yang demikian ruwetnya merupakan kesepakatan bulat oleh seluruh fraksi, sedangkan banyak di antaranya fraksi pendukung SBY?
Pertanyaan yang dapat diajukan seputar BLBI ada tiga macam, yaitu:
Yang pertama, tentang duduk persoalan atau keseluruhan hal ikhwal BLBI dan rentetan kebijakan sebagai akibat dari pengucuran BLBI secara besar-besaran.
Yang kedua, mengapa kebijakan-kebijakan yang begitu bodoh, begitu konyol, begitu tidak masuk akal serta begitu merugikan keuangan negara dalam skala raksasa bisa diberlakukan oleh para teknokrat yang begitu tinggi pendidikannya?
Yang ketiga, apakah kesalahan-kesalahan fatal lainnya bisa terjadi di kemudian hari kalau orang-orang yang ikut mengambil keputusan atau ikut menyetujui serta mendukung pengambilan kebijakan yang sangat bodoh dan praktis telah membangkrutkan keuangan negara itu, sekarang duduk dalam pemerintahan?
Marilah kita bahas seluruh permasalahannya dan kita perdebatkan sebelumnya, supaya interpelasi lebih terarah.
Kronologi malapetaka yang dimulai dengan Pakto Baca entri selengkapnya »
|
1 Komentar
Januari 1, 2008 pada 12:17 pm (Tak Berkategori)
Tags: analisa-opini kwik kian gie
advertorial |
| tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI – ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS – MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain |
| MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN |
utkampus : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net
KOraninternet-Kamis, 27 Desember 07
Ada tiga buah berita menarik yang mungkin merupakan pertanda akan terjadinya perubahan dalam kebijakan-kebijakan dasar banyak negara kecuali Indonesia.
HILLARY CLINTON
Yang pertama pernyataan calon presiden Amerika Serikat (AS) terkuat Hillary Clinton yang dikutip oleh Financial Times tanggal 3 Desember 2007. Butir-butirnya sebagai berikut.
Saya berpendapat bahwa teori-teori yang melandasi perdagangan bebas tidak berlaku lagi dalam era globalisasi. Saya setuju dengan ekonom terkenal Paul Samuelson yang mengatakan dan menulis bahwa keunggulan komparatif seperti yang sampai sekarang dipahami dan diyakini tidak berlaku lagi dalam abad ke 21.
Saya menginginkan adanya kebijakan perdagangan yang menyeluruh dan lebih cermat, karena kalau tidak, pilihan kita hanyalah meneruskan apa saja yang telah dirumuskan dan dilakukan oleh Preiden George W Bush. (baca : liberalisasi total).
Dalam kampanyenya Hillary merasakan adanya sikap dari masyarakat yang tidak percaya atau ragu-ragu tentang manfaat dari ekonomi global yang terbuka.
Hillary menyatakan akan meninjau kembali perjanjian perdagangan NAFTA, walaupun yang menandatanganinya di tahun 1993 adalah suaminya sendiri.
Menyatakan keprihatinannya dan sikap siaga terhadap pembelian perusahaan-perusahaan Amerika oleh pemerintah asing melalui BUMN-nya, termasuk China. Fenomena ini merupakan ancaman bagi kedaulatan ekonomi AS. Baca entri selengkapnya »
1 Komentar
Desember 16, 2007 pada 5:52 am (Tak Berkategori)
Tags: analisa-opini kwik kian gie
- perbincangan antara Djadjang dan Mamad
Jumat, 07 Desember 07 -koraninternet
Setiap kali media massa gaduh tentang suatu hal, Djadjang dan Mamad selalu terlibat dalam perbincangan yang seru, karena keduanya sama tinggi IQ-nya, namun berbeda dalam pengalaman hidupnya. Mereka bersahabat sangat karib sampai dengan SMU. Setelah itu Djadjang belajar di universitas dan menjadi guru besar dalam ilmu politik. Mamad menjadi pekerja sosial di tengah-tengah rakyat jelata. Namun dengan bekalnya dari SMU, dia rajin membaca dan mengamati kehidupan politik yang nyata. Dia sering nongkrong di panggung publik DPR. Tidak demikian dengan Prof. Djadjang. Dia hanya membaca buku dan mengkuliahkan yang dibacanya. Baca entri selengkapnya »
Tinggalkan sebuah Komentar
Desember 16, 2007 pada 5:43 am (Tak Berkategori)
Tags: analisa-opini kwik kian gie
Rabu, 28 Nopember 07 -koraninternet
Penjelasan pemerintah dan ulasan-ulasan yang dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah secara spektakuler membuat kita semua menjadi bingung. Dalam kebingungan ini banyak yang bertanya apakah kita mempunyai daya tahan ekonomi kalau harga minyak akhirnya mendekati atau mencapai US$ 100 per barel ? Mengapa masyarakat bingung ? Karena keterangan-keterangan yang diberikan oleh Pemerintah mencla-mencle. Baca entri selengkapnya »
& Komentar