Arkeolog Temukan Makam Ksatria Mesir Kuno

Jose Galan/Spanish National Research Council
Busur dan anak panah ditemukan di dekat mumi yang ditemukan di dekat mumi dalam sebuah kuburan di kompleks pemakaman kuno di Luxor, Mesir.

Sabtu, 16 Februari 2008 | 21:08 WIB

JAKARTA, SABTU – Mumi yang ditemukan di dalam sebuah makam di Kota Luxor, Mesir mungkin seorang ksatria di zamannya. Sebab, para arkeolog yang menggalinya menemukan tiga buah tongkat, sebuah busur panah, dan lima anak panah di dekatnya. Tiga di antaranya masih utuh dengan bulunya.

“Ini artinya orang tersebut adalah seorang pejuang. Ia berjuang di militer atau sejenisnya…. ada banyak pejuang yang bergabung dengan raja, dan ia mungkin salah satunya,” ujar Zahi Hawass, sekretaris jendral Dewan Tinggi Purbakala Mesir seperti dilansir situs National Geographic, Jumat (15/2). Makam tersebut diteliti tim arkeolog yang dipimpin Jose Galan dari Dewan Riset Nasional Spanyol.

Kuburan tersebut berada di kompleks pemakaman kuno Dra Abul Naga, bagian barat Luxor. Di peti kayu yang baru pertama kali dibuka, Rabu (13/2) lalu, para arekolog juga menemukan ukiran bertuliskan Iker. Dalam bahasa Mesir Kuno, Iker berarti salah satu yang terbaik.

Kompleks pemakaman di sana lebih banyak dikenal sebagai kuburan Zaman Kerajaan Baru, yang berlangsung antara 1550 hingga 1070 sebelum Masehi. Namun, peti yang membungkus mumi tersebut diperkirakan lebih tua dan berasal dari Zaman Kerajaan Pertengahan. Berdasarkan ukiran peti tersebut dan benda-benda yang ditemukan di dekatnya, para arkeolog memprediksi penguburan dilakukan pada masa dinasti kesebelas, antara 2125-1985 sebelum Masehi.   Baca entri selengkapnya »

Tiga Pintu Kematian dari Periode Suram Mesir Kuno

Egypt Supreme Council of Antiquities
Para arkeolog menemukan tiga pintu kematian di dalam makam Mesir Kuno di necropolis dari awal Periode Tengah antara 2160-2055 sebelum Masehi.

Rabu, 27 Februari 2008 | 18:30 WIB

JAKARTA, RABU – Di dalam makam Mesir Kuno yang baru ditemukan di bekas kota Herakleopolis, para arkeolog menemukan tiga buah pintu kematian. Pintu bohong-bohongan di dinding makam itu selama ini diketahui sebagai portal untuk berkomunikasi dengan alam kubur dalam kepercayaan bangsa Mesir Kuno.

Makam tersebut berasal dari awal Periode Tengah yang berlangsung antara 2160-2055 sebelum Masehi. Periode ini dikenal sebagai masa suram yang diwarnai perseteruan dan perebutan kekuasaan, namun tak banyak benda peninggalan dari periode tersebut.

Kota Herakleopolis yang kini berada di wilayah Ihnasya el-Medina merupakan pusat kekuasaan kerajaan dinasti IX dan X. Kerajaan mengalmai kemunduran akibat terpecah-pecah di akhir Kerajaan Tua. Pengasa lokal kemudian melawan kakuasaan dan membentuk Kerajaan Tengah.

Simbol berbentuk persegi panjang sebesar pintu seperti ini memang umum ditemui pada makam kuno di Mesir. Namun, penemuan tiga pintu kematian ini memberikan informasi lebih banya bagi para arkeolog mengenai budaya, hasil seni, dan peristiwa-peristiwa sepanjang periode tersebut. Baca entri selengkapnya »

Cincin Pertama di Bulannya Saturnus

NASA/JPL/JHUAPL
Ilustrasi cincin partikel yang mengelilingi Rhea, bulan terbesar Planet Saturnus.
Minggu, 9 Maret 2008 | 15:47 WIB

JAKARTA, MINGGU – Kamera wahana antariksa Cassini memotret cincin yang mengelilingi Rhea, bulan terbesar Planet Saturnus. Temuan ini mengejutkan karena selama ini cincin hanya diketahui terlihat pada planet-planet besar, seperti Saturnus, Jupiter, Uranus, dan Neptunus dan baru kali ini pada sebuah bulan.

Rekaman tersebut dibuat sejak tahun 2005 saat wahana Cassini melayang di dekat objek berdiameter 1520 kilometer itu. Namun, hasil analisisnya baru dilaporkan dalam jurnal Science edisi 7 Maret 2008.  Menurut hasil analisis tersebut, serpihan objek ruang angkasa yang membentuk cincin diperkirakan beridameter dari ukuran pasir hingga batu-batuan.

Tidak seperti cincin di planet-planet raksasa, cincin Rhea tidak tidak dapat dilihat secara langsung melalui teleskop. Para peneliti dapat mengetahui keberadaannya dari hasil pengukuran yang dilakukan Cassini. Distribusi elektron di bagian yang mengelilingi Rhea mengalami penurunan tajam. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat partukel-partikel yang menyerap elektron tersebut.

“Cincin tersebut mungkin terbentuk sejak Rhea terbentuk,” tulis Gerant Jones, pakar fisika antariksa dari University College London. Meski demikian, belum diketahui pasti dari mana material cincin berasal. Salah satu teori, partikel-partikel tersebut mungkin berasal dari tabrakan asteroid atau komet yang berhamburan di sekitar Rhea.(AP/WAH)

dari : [mycurious] 

Cassini Lewati Semburan Geyser di Luar Angkasa

NASA/Jet Propulsion Laboratory
Citra berwarna dari berbagai panjang gelombang yang diambil wahana Cassini menunjukkan geyser yang disemburkan Enceladus, salah satu bulan Planet Saturnus.
Kamis, 13 Maret 2008 | 20:00 WIB

LOS ANGELES, RABU – Wahana bernama Cassini sukses melintas di tepian puncak semburan geyser dari permukaan Enceladus, salah satu bulan Planet Saturnus. Data-data pengukuran yang dilakukan dalam manuver tersebut mulai dikirimkan hari ini.

“Segala sesuatu kelihatannya sukses,” ujar Todd Barber, kepala insinyur propulsi NASA yang terlibat dalam misi Cassini. Sinyal yang dikirimkan wahana tak berawak tersebut diterima pada Rabu (12/3) pukul 22.00 waktu AS atau Kamis (13/3) pukul 10.00 WIB.

Manuver tersebut dilakukan wahana Cassini untuk mengukur kandungan kimia cairan yang disemburkan. Wahana diperkirakan melintas pada ketinggian 192 kilometer dari permukaan Enceladus. Cassini belum pernah melintas sedekat ini dengan Enceladus.

Semburan tersebut menarik perhatian para ilmuwan sejak pertama kali terekam tahun 2005. Saat itu, kamera yang dibawa Cassini merekam semburan yang diperkirakan sebagai campuran partikel-partikel es dan uap air di kutub selatan Enceladus. Baca entri selengkapnya »

Perjalanan Ruang Angkasa Keempat Astronot Endeavour

NASA TV menayangkan para astronot yang berada di atas pesawat Endeavour yang docking dengan ISS, Rabu, 19 Maret 2008.
Kamis, 20 Maret 2008 | 18:14 WIB

CAPE CANAVERAL, KAMIS - Dua astronot pesawat ulang-alik ruang antariksa Endeavour yang sedang bergabung dengan Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS) akan mengadakan misi perjalanan ruang angkasa ke-4 Kamis (20/3) ini. Dua astronot akan menambal bagian pelindung panas esktra Endeavour yang terkelupas selama diadakan uji coba.

Pelindung panas ekstra Endeavour dikembangkan setelah terjadi kecelakaan pesawat ulang-alik Columbia saat berupaya kembali ke bumi pada tahun 2003. Kecelakaan Columbia yang hancur berkeping-keping dan menewaskan seluruh 7 astronotnya terjadi akibat terdapat lubang pada pelindung panas sayap pesawat tersebut.

NASA akan mengamati dengan seksama apakah perbaikan pelindung panas ekstra Endeavour akan berlangsung dengan mulus. Perbaikan tersebut akan dilaksanakan oleh astronot Robert Behnken dan Michael Foreman.

Perjalanan ke-5 di ruang angkasa akan berlangsung Sabtu (22/3), 2 hari sebelum Endeavour memisahkan diri dari ISS yang berada di orbit setelah hampir 2 minggu docking atau bergabung dengan kompleks stasiun ruang angkasa tersebut. Astronot Endeavour menghabiskan separuh dari waktu misi mereka untuk memasang robot Kanada Dextre di ISS dan menginstalasi sebuah kompartemen penyimpanan eksperimen, peralatan dan suku cadang Jepang. (AP)
JIM

dari : [mycurious]

Laboratorium Kibo Jepang Terpasang di Stasiun Antariksa

NASA
bagian pertama laboratorium antariksa Kibo milik Jepang terlihat sedang dioindahkan dari kargo wahana ulang alik Endeavour ke badan stasiun antariksa internasional (ISS), Jumat (14/3).
Jumat, 14 Maret 2008 | 22:30 WIB

HOUSTON, JUMAT – Jepang selangkah lagi menyusul Eropa dalam jajaran negara-negara yang memiliki laboratorium di luar angkasa. Dua astronot misi Endeavour berhasil memasang bagian pertama laboratorium bernama Kibo di stasiun antariksa internasional atau international space station (ISS), Jumat (14/3).

Modul laboratorium berbentuk silinder yang mengilap diambil dari bagian kargo wahana ulang alik Endeavour dan dipasang ke modul Harmoni yang telah terpasang di ISS. Pekerjaan tersebut dilakukan Takao Doi, astronot asal Jepang yang ikut dalam misi, menggunakan lengan robotik yang dikendalikan dari dalam ISS.

Instalasi Kibo kemudian diselesaikan dua astronot AS yang melakukan spacewalk atau bekerja langsung di luar angkasa, Garrett Reisman dan Richard Linnehan. Kedua astronot melakukannya usai merangkai robot Dextre milik Kanada yang juga dipasang di luar ISS dalam spacewalk yang dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dan berlangsung selama 7 jam itu.

Modul berbentuk silinder tersebut merupakan bagian utama laboratorium Kibo dari tiga bagian yang direncanakan. Dua modul lainnya akan dipasang menyusul pada misi peluncuran Mei 2008 dan awal 2009. Kibo akan menjadi laboratorium terbesar di ISS yang seukuran bus tingkat saat diselesaikan. Baca entri selengkapnya »

Menunggu Kabar dari Pengintai Planet Merkurius

NASA/Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory/Carnegie Institution of Washington
Ilustrasi Messenger saat memasuki orbit Planet Merkurius.

Senin, 14 Januari 2008 | 14:24 WIB

WASHINGTON, SENIN – Hari ini adalah waktu yang sedang ditunggu-tunggu para ilmuwan NASA karena salah satu wahananya akan sampai ke targetnya, Planet Merkurius. Wahana bernama Messenger itu akan merekam kondisi terbaru planet terdekat dengan Matahari itu setelah 33 tahun tidak dikunjungi.

Mesenger diharapkan dapat mengirimkan tidak kurang dari 1200 foto dan data-data lainnya yang diambil instrumen-instrumen yang dibawanya saat melintas di atas permukaan Planet Merkurius, Senin (14/1). Wahana pengintai Merkurius ini akan terbang pada ketinggian 200 kilometer di atas permukaan Planet Merkurius yang berkawah-kawah dan bergunung-gunung.

Ia belum bisa langsung mengorbit Planet Merkurius dan pada kesempatan kali ini baru akan memanfaatkan gaya gravitasi planet tersebut untuk melenting. Messenger harus kembali melenting pada Oktober 2008 dan September 2009 sebelum akhirnya menempati posisi orbit yang diinginkan pada tahun 2011.

Misi kedua Baca entri selengkapnya »

Giliran Eropa Berambisi Menaklukkan Merkurius

ESA
Ilustrasi wahana BepiColombo yang membawa dua modul milik Eropa dan Jepang saat mengorbit Planet Merkurius.
Minggu, 20 Januari 2008 | 14:02 WIB

LONDON, MINGGU – Kesuksesan badan antariksa AS, NASA, mengirimkan Messenger ke Planet Merkurius akan disusul wahana yang dikembangkan European Space Agency (ESA). Badan antariksa negara-negara Eropa tersebut telah menandatangani kontrak pembuatan wahana yang akan dikirimkan ke Merkurius lima tahun lagi.

ESA menggambarkan pentingnya wahana yang diberi nama BepiColombo ini sebagai misi ilmiah paling besar yang pernah dilakukan negara-negara Eropa. Bepi Colombo – yang diambil dari nama Giuseppe ‘Bepi’ Colombo, ilmuwan dari Universitas Padua, Italia, yang memelopori penelitian Merkurius di abad ke-20 – diklaim dapat mempelajari Planet Mekruius lebih baik daripada Messenger.

“Kami akan mengelilingi, mengorbit lebih rendah, agar dapat meneliti planet secara keseluruhan,” ujar Dr. Johannes Benkhoff, ilmuwan ESA yang memimpin misi ini. BepiColombo diklaim akan menjadi wahana pertama yang akan merekam seluruh permukaan Merkurius dengan resolusi tinggi, citra inframerah, dan citra stereo (tiga dimensi) sekaligus. Baca entri selengkapnya »

Kawah Misterius Kembali Terekam di Merkurius

NASA
Dua kawah misterius yang terekam di permukaan Planet Merkurius dikelilingi halo atau lingkaran gelap dan salah satunya memiiki dasar yang mengilap.
Kamis, 13 Maret 2008 | 20:58 WIB

JAKARTA, KAMIS – Foto-foto terakhir permukaan Planet Merkurius menunjukkan bentuk-bentuk kawah yang mengejutkan. Sebelumnya terlihat kawah seperti laba-laba, kini ditemukan dua kawah baru yang masih menjadi teka-teki para ilmuwan.

Kedua kawah yang dipotret wahana Messenger saat melintasi dekat Planet Merkurius 14 Januari 2008 lalu terlihat dikelilingi halo atau lingkaran gelap. Kawah lainnya bahkan begitu misterius dengan dasar yang mengilap. Diameter terbesar pada salah satu kawah sekitar 64 kilometer.

“Halo-halo ini sungguh menakjubkan,” ujar Clark Chapman, salah satu tim peneliti misi Messenger dari Southwest Research Institute di Boulder, Colorado, AS. “Kami belum pernah melihat sesuatu seperti ini di Merkurius dan formasinya masih misterius.”

Kedua jenis kawah berada di Basin Caloris, salah satu kawasan cekungan raksasa di planet paling dekat dengan Matahari itu. Cekungan seluas ribuan kilometer persegi itu diperkirakan terbentuk miliaran tahun lalu saat Merkurius dihantam sebuah komet atau asteroid.

Chapman berpendapat halo mungkin lapisan material di bawah permukaan cekungan sehingga warnanya berbeda dengan kawah yang permukaannya jauh lebih dalam. Kemungkinan lainnya, halo berasal dari lelehan material yang terkumpul di tepian kawah. Baca entri selengkapnya »

Sumber Minyak Melimpah di Luar Angkasa

Perbandingan Bumi dengan Titan, salah satu bulannya Planet Saturnus.

Sabtu, 16 Februari 2008 | 17:53 WIB

JAKARTA, SABTU - Di tengah cadangan minyak semakin menipis dan harga yang bergejolak, siapa menyangka kalau nun jauh di luar angkasa terdapat sumber minyak yang sangat melimpah dan lebih besar dari seluruh cadangan minyak di Bumi. Baru-baru ini para peneliti menyiarkan bahwa Titan, salah satu bulannya Planet Saturnus yang beratmosfer tebal, menyimpan kandungan gas alam dan cairan hidrokarbon lain ratusan kali lipat lebih banyak dari yang terkandung di Bumi.

Sejauh ini telah ditemukan beberapa ratus danau dan laut di daerah kutub utara Titan. Untuk mendapatkan gambaran potensi sumber daya alam disana, ilmuwan mengukur kedalaman perairan disana dengan menggunakan pembanding danau-danau di Bumi, dimana kedalaman danau seringkali kurang dari 10 meter.

“Dengan demikian kita tahu kedalaman beberapa danau lebih dari 10 meter, karena mereka tampak sangat gelap di radar. Kalau dangkal, kita akan dapat melihat dasarnya,” kata Ralph Lorenz dari laboratorium fisika terapan di John Hopkins University.

Kesimpulan tersebut didapat berdasarkan pemantauan melalui wahana Cassini milik NASA, yang telah menuntaskan survei terhadap 20 persen permukaan Titan. Hasil pantauan tersebut juga memperlihatkan bahwa kandungan sumber daya alam di beberapa wilayah di bulan itu saja sudah lebih banyak dari semua kandungan sumber daya alam di bumi (minyak bumi, gas alam dan batu bara). Baca entri selengkapnya »

Laut Pernah Eksis di Salah Satu Bulan Saturnus

NASA/JPL/SSI
Struktur patahan raksasa Ithaca Chasma terlihat dalam foto permukaan Tethys, salah satu bulan Planet Saturnus.
Sabtu, 15 Maret 2008 | 22:09 WIB

JAKARTA, SABTU – Salah satu bulan Planet Saturnus yang bernama Tethys diyakini pernah memiliki laut di bawah permukaannya. Struktur berlembah-lembah di permukaannya yang terlihat di patahn besar permukaannya yang diberi nama Ithaca Chasma saat ini mungkin terbentuk karena aliran air dari bawah yang kemudian membeku.

Mereka memperkirakan retakan raksasa di permukaan Tethys itu terjadi aliran air hangat dari bawah. Namun, air segera membeku karena suhu permukaan yang sangat rendah. Hal tersebut diungkapkan para ilmuwan dalam Konferensi Ilmu Bulan dan Planet-planet ke-39 di Houston, Texas, AS.

Perkiraan tersebut merupakan hasil perhitungan yang dilakukan Errina Chen dan Francis Nimmo dari Universitas California, Santa Cruz, AS. Aliran arus hangat dari bawah merupakan alasan terbesar suhu yang lebih hangat di sekitar patahan raksasa Ithaca Chasma.

Para peneliti berpendapat orbit Tethys terhadap Saturnus awalnya berinteraksi dengan bulan lainnya bernama Dione sehingga terjadi gejolak di bawah kulitnya yang membentuk aliran hangat ke atas. Namun, karena kondisi tertentu, interaksi tersebut terpisah sama sekali dan Tethys terus mendingin. Baca entri selengkapnya »

Uap Air dan Materi Organik Melimpah di Luar Angkasa

NASA/JPL-Caltech
Ilustrasi bintang muda yang dikelilingi material protoplanet yang mengandung senyawa organik dan uap air.
Senin, 17 Maret 2008 | 18:55 WIB

JAKARTA, SENIN – Menggunakan teleskop ruang angkasa Spitzer, para astronom menemukan materi organik dan air di sekitar sebuah bintang muda. Eksistensi air juga terekam di zona protoplanet bintang-bintang lainnya.

Material organik dan air yang merupakan bahan utama penyokong kehidupan itu terdeteksi keberadaannya pada cakram debu dan gas yang mengelilingi bintang. Cakram seperti itulah yang selama ini diyakini sebagai zona pembentukan planet-planet dan bulan.

Dengan mempelajari interaksi material organik dan air di cakram tersebut, proses kelahiran tata surya dapat dipelajari lebih baik. John Carr dari Laboratorium Riset Angkatan Laut AS dan Joan Najita dari National Optical Astronomy Observatory, Tucson, Arizona, AS menggunakan teknik pengukuran spektrografi inframerah terbaru untuk menganalisis dan mengukur komposisi kimia zona pembentukan planet di sekitar bintang AA Tauri berumur kurang dari satu juta tahun.

“Sebagian besar material di dalam cakram adalah gas, namun sampai sekarang sulit dipelajari komposisi gasnya,” ujar Carr. Meski demikian, mereka berhasil mendeteksi jejak tiga jenis molekul organik, yakni hidrogen sianida, asetilen, dan karbon dioksida serta uap air. Temuan tersebut dilaporkan dalam jurnal Science edisi 14 Maret 2008. Baca entri selengkapnya »

« Entri lama