Maret 9, 2008 pada 3:56 pm (Tak Berkategori)
Tags: biografi-teladan
Seorang ilmuwan mengaku mampu menangkap kekuatan dasar planet, lalu menyalurkan energi listrik itu untuk berbagai kepentingan. Hebatnya, distribusi itu dilakukan tanpa kabel.
Adalah Nikola Tesla, insinyur listrik kelahiran Smiljan – saat itu bagian dari Kerajaan Austro-Hungarian, kini Yugoslavia – pada 9 Juli 1856. Konon kejeniusan Tesla setingkat dengan Thomas Alfa Edison. Pertama kali hijrah ke New York tahun 1884, ia hanya bermodal uang 4 sen, dan kopor berisi beberapa artikel teknik yang ditulisnya di Beograd dan Paris, sebuah buku kumpulan puisi karyanya, dan beberapa kalkulasi teknis mesin terbang.Namun, di kepala lelaki bermata dalam dan biji mata agak terang (padahal, biasanya keturunan Slavia bermata gelap) telah tersimpan semua detail tentang generator arus AC polyphase, yang kemudian jadi dasar instalasi pembangkit listrik tenaga air di air terjun Niagara tahun 1895, serta sebagai standar mesin industri.
30 hak paten dalam setahun
Di New York, Tesla bekerja untuk Edison. Ia merancang 24 jenis dinamo. Namun keduanya tidak pernah cocok. Maka, April 1887 Tesla mendirikan laboratorium sendiri. Dalam waktu singkat ia membuktikan, sistem arus AC (bolak-balik)-nya jauh lebih hebat dibandingkan dengan sistem DC (searah) Edison. Baca entri selengkapnya »
& Komentar
Maret 9, 2008 pada 2:03 pm (Tak Berkategori)
Tags: biografi-teladan
Ferdinand Vicomte de Lesseps, tokoh pembuat Terusan Suez lahir tanggal 19 November 1805 di Versailles, Prancis, dari keluarga yang terkenal pengabdiannya pada negara. Tidak heran kalau Ferdinand pun di sekolahkan dengan biaya negara. Selepas pendidikan di usia 18 tahun, ia belajar bahasa selama dua tahun, dalam rangka mempersiapkan karier diplomatiknya.
Di saat Prancis sedang giat melakukan ekspansi ke daerah-daerah Afrika Utara, de Lesseps awalnya ditempatkan di Lisbon, kemudian Tunisia lalu Aljazair. Dari Aljazair, ia ditempatkan sebagai konsul di Mesir dari tahun 1833 – 1837. Di sana dia banyak belajar pengetahuan bahasa maupun dialeknya. Kemudian dia ditunjuk menjadi duta besar di Madrid. Setelah itu karier politiknya berantakan akibat banyaknya intrik.
Dia kemudian memilih menjadi petani. Untuk mengarahkan Laut Tengah ke arah Laut Merah, memang sudah lama menjadi bahan pemikiran sejak zaman pemerintahan Raja Ramses II. Baca entri selengkapnya »
& Komentar
Februari 24, 2008 pada 3:37 pm (Tak Berkategori)
Tags: biografi-teladan

karir anda mentok, karena pendidikan tak mendukung ? lanjutkan kuliah di |
| tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain |
| MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN |
022-70314141;7313350 : jl. terusan halimun 37 bdng- utkampus.net
| Mulanya ia dituduh telah “memanusiakan” simpanse dengan melihat mereka secara individu. Hasil penelitian dan dedikasinya pada simpanse telah melegenda dan menjadi salah satu tonggak dalam dunia penelitian primata. |
 |
“Huuuu wa, hu huuu wa,” begitu teriakan panjang Jane Goodall (63), meniru suara panggilan kera simpanse, yang telah menjadi paten pakar perilaku simpanse itu dalam setiap pembukaan dan penutupan ceramahnya. Undangan dan hadirin yang membeli tiket ceramah, biasanya ikut-ikutan menirukan suara pimpinan The Jane Goodall Institute for Wildlife Research, Education and Conservation di Tucson, Arizona, AS, itu.
“Saya tahu, tak sedikit simpanse menjadi binatang percobaan di berbagai laboratorium biomedis, termasuk di Amerika. Bagi saya, simpanse yang dipelihara di laboratorium itu, nasibnya seperti masuk ke dalam kamp penyiksaan Auschwitz di zaman Nazi Jerman,” ujar Jane yang 30 tahun lebih “bergaul” dengan simpanse (bahkan menemukan jodoh pula) di Pusat Penelitian Taman Nasional Gombe, Tanzania, Afrika. Baca entri selengkapnya »
1 Komentar
Februari 24, 2008 pada 3:26 pm (Tak Berkategori)
Tags: biografi-teladan

karir anda mentok, karena pendidikan tak mendukung ? lanjutkan kuliah di |
| tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain |
| MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN |
022-70314141;7313350 : jl. terusan halimun 37 bdg- utkampus.net
Adalah Ray. M. Dolby (65) yang patut dianggap paling berjasa dalam rekayasa teknik perekaman suara ataupun reproduksinya. Sudah lebih dari 30 tahun terakhir ini inovasinya berpengaruh begitu besar dalam perkembangan sistem tata suara. Hampir tak ada produk, yang memerlukan kualitas suara prima, tidak menyertakan sistem suara dolby. Pantaslah kalau kemudian pria ini mendapat perhargaan dari berbagai pihak yang menilainya sebagai insan berjasa dalam dunia teknologi tata suara.Pada 9 September 1997 lalu, misalnya, Dolby menjadi orang ke-44 penerima penghargaan National Medal of Achievement dari Asosiasi Elektronik Amerika (AEA) berkat teknologi penemuan canggihnya dalam bidang tata suara. Sebelumnya, pada tahun yang sama, Dolby mendapat penghargaan tertinggi The National Medal of Technology dari Presiden Clinton dalam suatu jamuan makan malam di Gedung Putih. Saat itu ia merupakan salah seorang dari lima penerima penghargaan tertinggi pemerintah dalam bidang teknologi. Ia terpilih lantaran berjasa menemukan teknologi yang secara menakjubkan memajukan teknik perekaman dan reproduksi suara. Ia juga telah berhasil mengembangkan penemuannya ini ke seluruh dunia serta menyebarluaskan visi bagaimana teknologi proses audio yang inovatif dapat memunculkan format suara baru.
Baca entri selengkapnya »
Tinggalkan sebuah Komentar
Januari 4, 2008 pada 1:17 am (Tak Berkategori)
Tags: biografi-teladan
Petriana Uli Raih “Bogasari Nugraha 2004”
BANDUNG, (PR).-
Prevalensi yang tinggi terhadap penyakit degeneratif di Indonesia seperti jantung koroner dan kanker kolon, merupakan akibat perubahan pola makan. Ini ditandai de-ngan kecenderungan meningkatnya konsumsi lemak, tanpa diimbangi konsumsi serat yang memadai.
Berlatar belakang itu, Petriana Uli, mahasiswa jurusan Teknologi Pangan Fakultas Teknik Universitas Pasundan (Unpas) Bandung mencoba untuk meneliti germ gandum. Hasil samping penggilingan gandum yang tidak diinginkan, tapi banyak mengandung fitosterol bermanfaat bagi kesehatan.
“Manfaat penelitian secara umum, pengolahan hidrolisat protein germ gandum dapat meningkatkan nilai ekonomis, dan memanfaatkan hasil samping dari penggilingan gandum. Selain itu, hidrolisat protein germ gandum dapat ditambahkan ke dalam margarin atau produk makanan tidak berlemak, dalam upaya mengurangi risiko penyakit jantung koroner,” paparnya. Baca entri selengkapnya »
Tinggalkan sebuah Komentar
Januari 4, 2008 pada 1:10 am (Tak Berkategori)
Tags: biografi-teladan
SUSI Pudjiastuti (40), pengusaha udang asal Pangandaran, Kab. Ciamis, tidak bisa tinggal diam ketika Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatra Utara dilanda gempa bumi berkekuatan 8,9 skala Richter disusul dengan badai tsunami yang menelan puluhan ribu jiwa, Minggu (26/12). Sehari setelah kejadian, Senin (27/12) Susi bersama suaminya Christiant langsung terbang ke Aceh menggunakan pesawat pribadinya Cessna Grand Caravan.

PENGUSAHA Susi Pudjiastuti baru turun dari pesawatnya di Bandara Halim Perdana Kusumah Jakarta,belum lama ini. Dengan pesawat miliknya itu ia membantu mengirimkan makanan dan obat-obatan ke daerah bencana Meulaboh Aceh.* UNDANG SUDRAJAT/”PR” |
Saat itu ia membawa puluhan tenda besar dengan daya tampung 100 orang. Daerah pertama dituju oleh ibu tiga anak ini yaitu Pulau Simeuleu, yang merupakan pulau terdekat dari pusat bencana. Namun, ia tidak bisa langsung masuk ke pulau itu, karena masih dinyatakan terutup pada Senin itu.
Pesawatnya baru bisa mendarat di Pulau Simeuleu hari berikutnya. Pesawat ini merupakan pesawat pertama yang mendarat di pulau itu. Kedatangan Susi disambut antusias oleh warga sekitar, yang menantikan bantuan dari luar daerah. Ketika pesawat ini bisa mendarat, ia juga meminta kepada pekerjanya menerbangkan satu pesawatnya lagi ke Simeuleu, untuk membawa makanan dan obat-obatan. Sehingga, pada hari itu dua pesawatnya bisa masuk ke daerah ini.
Tenda yang dibawanya langsung digunakan oleh warga untuk menjadi tempat perlindungan sementara, karena sebagian besar rumah penduduk di daerah itu, disapu oleh gelombang air laut hebat. Begitu juga makanan dan obat-obatan yang dibawa rombongan Susi, memberikan harapan baru untuk kelangsungan hidup bagi warga yang selamat dari bencana. Baca entri selengkapnya »
1 Komentar
Januari 2, 2008 pada 2:51 am (Tak Berkategori)
Tags: biografi-teladan
advertorial |
| tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain |
| MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN |
70314141-utkampus : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net
SETIAP kali terjadi bencana gempa bumi, nama “richter” dipastikan akan muncul. Ini memang wajar. Sebagai salah satu skala yang mengukur besaran kekuatan gempa, richter memang sudah kadung dikenal orang. Meski ada skala lain seperti mercalli atau moment magnitude yang lebih dianjurkan karena lebih cermat pengukurannya, orang lebih “senang” mengukur kekuatan gempa dengan skala richter.
Nama lengkapnya Charles Francis Richter. Dilahirkan di sebuah peternakan di Ohio, Amerika Serikat, pada 26 April 1900. Pada usia relatif muda, 16 tahun, bersama ibunya ia pindah ke Los Angeles, California. Di kota inilah Richter menjalani pendidikan seismologi di University of Southern California (1916-1917). Setelah itu, ia pindah ke Standford University untuk belajar fisika teori dan lulus tahun 1920. Di almamater pertamanya, tahun 1927 ia bekerja di laboratorium seismologi di Pasadena, California. Setahun kemudian ia menikah dengan Lilian Brand.
Di tahun 1928, Richter meraih doktor dari Universitas California Institute of Technology (Caltech). Di universitas inilah Richter mencapai ketenaran. Di Caltech pula, bersama Beno Guetenburg, pada tahun 1935 Richter mengembangkan suatu cara untuk mengukur besaran gempa bumi, yakni apa yang kemudian dikenal dengan skala richter. Yaitu berdasarkan besarnya amplitudo gempa bumi yang terekam oleh alat seismometer tipe Wood-Anderson pada jarak tertentu dari sumber gempa. Prinsipnya, besarnya skala magnitudo gempa berbanding lurus dengan besar amplitudo dan berbanding terbalik dengan jarak alat ke sumber gempa.
Skala richter menguraikan kekuatan gempa bumi dengan angka-angka pada kisaran antara 0 – 9. Artinya, angka 9, seperti yang terjadi pada gempa bumi yang menyebabkan tsunami di Aceh pada tanggal 26 Desember 2004, merupakan angka tertinggi dan jarang terjadi. Baca entri selengkapnya »
Tinggalkan sebuah Komentar
Januari 2, 2008 pada 2:48 am (Tak Berkategori)
Tags: biografi-teladan
advertorial |
| tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain |
| MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN |
70314141-utkampus : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net
Pelita Bagi Kaum Tunanetra
SEJUMLAH titik timbul membentuk kelompok dengan pola yang berbeda-beda, berderet memenuhi seluruh halaman, terlihat seperti kumpulan rasi bintang yang menghiasi langit di keheningan malam. Mereka mewakili bilangan, huruf, kata, atau kalimat tertentu. Itulah kode braille. Kode inilah yang memungkinkan kaum tunanetra dapat membaca dan menulis. Braille adalah suatu kode titik-titik timbul kecil yang dapat dirasakan oleh ujung-ujung jari tangan. Kode ini dikembangkan sebagai cara untuk menolong kaum tunanetra membaca. Orang yang berjasa menemukan kode ini adalah Louis Braille (1809–1852 ), seorang pelajar sekaligus guru tunanetra dari Prancis. Dia menemukan braille, sistem baca-tulis untuk kaum tunanetra, pada usia yang bisa dikatakan masih sangat belia untuk sebuah penemuan besar, yakni 15 tahun.
Louis Braille dilahirkan pada 4 Januari 1809 di Coupvray, sebuah kota kecil di dekat Paris, Prancis. Ia tinggal bersama ayahnya, Simon Rene Braille dan ibunya, Monique, di sebuah rumah sederhana. Ayahnya seorang pembuat sepatu dan perlengkapan berbahan kulit yang bekerja di bengkel miliknya sendiri. Louis kecil senang sekali bermain di bengkel ayahnya. Pada usia 4 tahun, ketika asyik memainkan alat-alat kerja ayahnya, ia mengalami kecelakaan. Jara, alat tajam untuk melubangi kulit, secara tak sengaja melukai sebelah matanya. Infeksi di sebelah matanya yang terluka segera menjalar ke sebelah mata lainnya dan mengakibatkan kebutaan total pada kedua matanya.
Meskipun tidak bisa melihat, Louis kecil berhasil menunjukkan kemauan yang kuat untuk belajar. Orang tua Louis bersama guru sekolah setempat melihat potensi yang besar pada dirinya. Oleh karena itu, ketika memasuki usia sekolah, ia diizinkan mengikuti pelajaran di kelas – bersama teman-temannya yang berpenglihatan normal – dengan mengandalkan indra pendengaran. Ternyata, ia dapat mengikuti pelajaran dengan baik. Satu-satunya kendala, ia tidak dapat membaca dan menulis pelajaran kecuali sebatas mendengarkan apa yang disampaikan gurunya secara lisan. Baca entri selengkapnya »
1 Komentar
Januari 2, 2008 pada 2:45 am (Tak Berkategori)
Tags: biografi-teladan
advertorial |
| tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain |
| MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN |
70314141-utkampus : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net
Penghargaan Nobel yang bergengsi itu sudah pasti Anda kenal. Perhelatan akbar yang sangat dinantikan para ilmuwan di seluruh dunia ini tidak lepas dari kiprah seorang ilmuwan, penemu, pebisnis yang dermawan. Dia adalah Alfred Bernhard Nobel, penemu dan produsen dinamit yang ternyata masih tergolong keturunan Olof Rudbeck, seorang genius dalam bidang teknik di Swedia pada abad ke-17 yang memiliki andil dalam menjadikan Swedia sebagai sosok negara kuat di kawasan Eropa Utara.
Alfred Nobel dilahirkan di Stockholm tanggal 21 Oktober 1833 dari pasangan Immanuel Nobel dan Andriette Ahlsell. Sang ayah adalah seorang insinyur dan pebisnis dalam bidang konstruksi yang juga suka melakukan eksperimen, terutama dalam hal penghancuran bangunan dan batu yang sangat berkaitan dengan profesinya. Kelak, jalur bisnis inilah yang mendorong Alfred Nobel untuk menemukan dinamit sebagai bahan peledak.
Ketika Alfred lahir, bisnis Immanuel mengalami keterpurukan. Hal ini mendorongnya untuk pindah ke negara lain, yaitu Finlandia dan Rusia. Keluarganya pun ditinggal di Stockholm. Meskipun berasal dari keluarga yang kaya-raya, Andriette memiliki keuletan dan kemampuan untuk bekerja keras yang mengagumkan. Guna menyambung hidup keluarganya, dia membuka toko grosir di Stockholm dan menuai harta yang tidak sedikit. Baca entri selengkapnya »
1 Komentar
Januari 2, 2008 pada 2:42 am (Tak Berkategori)
Tags: biografi-teladan
advertorial |
| tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain |
| MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN |
70314141-utkampus : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net
DULU, ketika akan menggoreng telur para juru masak dan ibu rumah tangga harus memakai minyak goreng atau mentega. Tujuannya, agar telur tidak menempel atau lengket di wajan. Tapi, kini pemberian minyak dengan tujuan menghindari lengket, tak diperlukan lagi. Ini semua berkat bahan yang sekarang populer dengan sebutan teflon.
Adalah Roy J. Plunkett, orang yang berjasa menemukan teflon. Peneliti dan ahli kimia yang lahir pada 26 Juni 1910 itu, menemukan teflon pada tahun 1938, saat ia bekerja pada bagian kimia organik milik Du Pont Company di New Jersey. Teflon adalah bahan yang termasuk dalam senyawa polytetrafluoroethylene (PTFE) dan berumus kimia F (CH2) n F. Pertanyaannya adalah bagaimana sebenarnya teflon itu bisa menempel ke peralatan itu?
Teflon yang biasanya digunakan pada alat masak berupa panci atau wajan itu merupakan bahan terlicin di bumi. Teflon adalah zat polimer yang memiliki stabilitas kimia. Zat ini mempunyai sifat tidak melekat yang sangat bagus. Lebih jauh lagi, teflon merupakan contoh dari zat “abherent” atau antilengket. Artinya, jika sebuah zat adherent atau adhesive bisa membuat benda-benda melekat, maka sebaliknya zat abherent dapat mencegah melekatnya benda-benda.
Ditilik secara fisik, teflon sangatlah halus. Bila kita raba bagian dalam alat penggorengan atau wajah yang dilapisi teflon, akan terasa licin. Atas dasar inilah, dalam perkembangannya, teflon kadang-kadang digunakan untuk lager (bearing) yang tidak memerlukan pelumasan. Baca entri selengkapnya »
1 Komentar
Januari 2, 2008 pada 2:39 am (Tak Berkategori)
Tags: biografi-teladan
advertorial |
| tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain |
| MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN |
70314141-utkampus : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net
MUNGKIN Anda sudah tidak merasa asing lagi dengan materi yang terbuat dari benang nilon. Kaus kaki, benang jahit, benang penjahit operasi, dan setoking merupakan contoh produk-produk industri yang terbuat dari serat nilon. Akan tetapi, tahukah Anda terbuat dari materi apakah serat nilon tersebut dan siapakah yang mengembangkannya?
Pada 1928, perusahan bernama DuPont De Nemours membuka sebuah laboratorium untuk mengembangkan pengkajian tentang materi-materi kimia buatan. DuPont menyewa sebuah tim yang terdiri atas ahli-ahli kimia muda dan pintar untuk pekerjaan tersebut. Seorang jenius bernama Wallace Hume Carothers (1896-1937) ditugaskan memimpin sebuah riset untuk projek pengkajian materi kimia yang berkaitan dengan serat nilon yang sampai saat ini dikenal sebagai salah satu serat sintesis yang paling baik.
Wallace Hume Carothers dilahirkan pada 27 April 1896 di negara bagian Iowa Amerika Serikat. Pada awal pendidikannya, ia sangat antusias pada bidang akuntansi dan kemudian menggeluti dunia sains, sambil mengajar akuntansi di Tarkio College, Missouri. Ketika masih mengikuti pendidikan kesarjanaannya, ia dipercaya untuk menjadi ketua jurusan kimia di Tarkio College. Selanjutnya, Carothers menerima gelar master dan Ph.D. dari Universitas Illinois. Akhirnya, pada 1924 ia menjadi seorang profesor di Universitas Harvard untuk pengkajian tentang struktur kimia polimer. Akan tetapi, pada 1928 Carothers meninggalkan dunia kampusnya di Harvard untuk memimpin sebuah divisi penelitian di industri kimia DuPont. Baca entri selengkapnya »
& Komentar
Januari 2, 2008 pada 2:36 am (Tak Berkategori)
Tags: biografi-teladan
advertorial |
| tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain |
| MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN |
70314141-utkampus : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net
SALAH satu faktor utama penyebab timbulnya penyakit adalah kontaminasi mikroorganisme berupa bakteri. Meskipun terdapat spesies bakteri tertentu yang menguntungkan bagi hewan dan manusia, namun bakteri dapat pula menjadi penyebab timbulnya suatu penyakit yang sangat merugikan. Salah satunya adalah penyakit antraks.
Antraks adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang bernama Bacillus anthracis yang bersifat akut. Penyakit ini sering kali ditemui pada hewan-hewan ternak (farm animals), namun dapat menular pula pada manusia (zoonosis). Antraks masih menjadi masalah khusus di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Keberadaannya sangat ditakuti oleh masyarakat dan pelaku usaha pada bidang peternakan. Selain karena menyebabkan kerugian materi akibat matinya ternak, antraks juga bisa menyebabkan nyawa manusia melayang.
Untungnya, manusia memiliki pengetahuan mengenai antraks, meski pengetahuan itu masih terbatas. Pengetahuan manusia terhadap antraks tidak terlepas dari jasa para peneliti di masa lalu. Antraks dapat diketahui sebagai penyakit yang disebabkan oleh bakteri setelah melalui berbagai macam percobaan dan penelitian. Pada saat ini, bakteri antraks dapat diidentifikasi dan dikembangbiakkan dalam sebuah media tertentu. Hal tersebut dapat terwujud berkat hasil kerja keras seorang bakteriologis berkebangsaan Jerman bernama Robert Koch (1843-1910). Baca entri selengkapnya »
Tinggalkan sebuah Komentar