| Terdapat di jantung Kota Hujan, Kebun Raya Bogor menyimpan ribuan koleksi tanaman. Belum lagi, Kebun Raya yang Mei lalu berulangtahun ke-182 juga menjadi “surga” aneka macam burung. Ada kiat tersendiri untuk menikmatinya. |
| Awam yang memasuki area Kebun Raya Bogor yang luasnya 87 Ha pasti merasa bingung. “Mulai dari mana, ya?” Lantaran tak paham itu banyak orang lantas hanya berputar-putar tanpa juntrungan sambil coba-coba mengeksplorasi sendiri bagian-bagian yang dianggap menarik. Padahal, menurut Ir. Sugiarti, kepala seksi jasa ilmiah Kebun Raya Bogor, dari sisi koleksi dan kegiatan ilmiahnya, kebun raya ini tercatat sebagai kebun botani terbaik no. 6 di dunia dan no. 1 di Asia Tenggara.Sebagai museum hidup, kebun raya yang berada di tengah Kota Bogor ini mempunyai 3.504 spesies, terbagi dalam 1.273 genera dan 199 famili. Untuk menikmatinya, pada tahun 1997 diterbitkanlah Empat Rute Jalan Kaki dengan Panduan Kebun Raya Bogor sebagai buku penuntun bagi pengunjung.
Bunga bangkai sang primadona |
Kebun Raya Bogor, wisata kelas dunia
Maret 10, 2008 pada 11:12 pm (Tak Berkategori)
Tags: domestik
TAMAN NASIONAL GEDE PANGRANGO
Maret 10, 2008 pada 10:52 pm (Tak Berkategori)
Tags: domestik
Taman Nasional (terjemahan National Park mancanegara) ialah suatu wilayah yang disisihkan oleh pemerintah untuk melindungi dan melestarikan lingkungan alamnya. Taman semacam itu bisa dibangun untuk berbagai tujuan. Ada yang bertujuan menyediakan tempat rekreasi bagi rakyat. Ada yang dibangun karena kepentingannya bagi ilmu pengetahuan alam.
Keindahan alam berikut keunikan flora dan faunanya dipertahan (lestari)-kan dalam keadaan alamiah, dan tidak diubah, direkayasa, atau dibiarkan rusak menjadi taman hiburan dan tempat piknik makan-makan.
Negara yang pertama kali menetapkan suatu wilayah menjadi taman nasional ialah Amerika Serikat. Pada tahun 1872, Presiden mereka (Ulysses S. Grant) mengeluarkan Keppres penetapan Yellowstone National Park di Wyoming sebagai taman nasional yang pertama di muka bumi. Diilhami oleh contoh Amerika ini, Pemerintah Hindia Belanda menetapkan kawasan hutan seluas 150 km2 di puncak Gunung Gede Pangrango (Kabupaten Cianjur) sebagai suaka alam pada tahun 1889. Kemudian diikuti wilayah Bromo-Tengger-Semeru, Ujung kulon, Gunung Leuser, dan beberapa lagi yang lain. Pemerintah RI kemudian mengubah status wilayah Gede Pangrango menjadi Taman Nasional pada tahun 1980. Baca entri selengkapnya »








