Penyebab Semburan Lumpur Lapindo Masih Fifty-Fifty

Kompas/Setiyawan, Iwan
Luberan lumpur panas dari dekat lokasi pengeboran milik PT Lapindo Brantas makin meluas melalui pemantauan udara menggunakan helikopter jenis Bolcow milik Badan SAR Nasional
Senin, 17 Maret 2008 | 18:14 WIB

JAKARTA, SENIN – Hasil kajian dari Kementrian Riset dan Teknologi tentang lumpur lapindo belum dapat memastikan bahwa penyebab semburan lumpur masih seimbang yakni karena pengeboran atau fenomena alam.

“Dari kajian akademik masih fifty-fifty. Lima puluh persen menyatakan pengeboran, sementara lima puluh persen lagi mengatakan semburan ini bisa terjadi walaupun tidak ada pengeboran,” kata Menteri Negara Ristek Kusmayanto Kadiman dalam rapat kerja dengan Komisi VII, di gedung DPR, Jakarta, Senin, (17/3).

Walaupun hasil kajian masih menampakkan hasil seperti itu, Menristek tetap akan memberikan hasil tersebut kepada Menteri Pekerjaan Umum (PU) sebagai koordinator penangganan lumpur Lapindo dari pihak pemerintah untuk menjadi pertimbangan dalam mengambil sikap. Baca entri selengkapnya »

Letusan Abad VI Lebih Dahsyat dari Gunung Tambora

Citra satelit puncak Gunung Semeru yang direkam satelit mikro LAPAN-TUBSAT.

Kamis, 20 Maret 2008 | 21:13 WIB

JAKARTA, KAMIS – Endapan lapisan asam yang digali dari dasar es Greenland menunjukkan kemungkinan terjadinya letusan dahsyat yang pernah terjadi pada abad VI. Kekuatannya mungkin lebih besar daripada Letusan Gunung Tambora di Sumbawa dan sempat membuat seluruh permukaan Bumi gelap.

Bukti terjadinya letusan berupa ditemukannya molekul asam sulfat di lapisan es Greenland. Molekul-molekul tersebut mendukung cerita dalam naskah kuno bahwa pada tahun 536 wilayah Asia, Mesopotamia, hingga Eropa menghadapi bencana gelap dan dingin yang menyebabkan kerusakan lahan pertanian, memicu peperangan, dan wabah penyakit. Sebelumnya cerita ini masih menjadi misteri karena tidak ditemukan bukti-bukti apapun, jejak letusan atau jatuhnya meteor besar.

Pengujian menunjukkan molekul sulfat di Greenland mengendap antara tahun 533-536. Usianya cocok dengan usia lapisan sulfat dalam jumlah besar yang ditemukan di inti es dari Antartika. Data tersebut juga konsisten dengan informasi dari lingkaran-lingkaran batang pohon tua dari belahan Bumi utara yang menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhannya mengalami penurunan selama seabad dimulai tahun 536. Baca entri selengkapnya »

Efektivitas Melautkan Lumpur Sidoarjo

Dr Agus Nurhadi, DEA
Jum’at, 27 Oktober 2006 | 15:04 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pada sidang kabinet beberapa pekan lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memutuskan membuang lumpur panas Sidoarjo ke laut melalui Sungai Porong, sebuah keputusan tanpa diikuti dukungan ilmiah dan teknis yang kuat. Mengapa? Pertama, karena mesin pompa buatan Jepang yang ada–cuma satu unit–hanya mampu melakukan pembuangan lumpur panas 36 ribu meter kubik dalam sehari untuk kapasitas optimal, padahal volume semburan lumpur sudah mendekati angka 130 ribu meter kubik sehari. Dan bukti menunjukkan kian hari kian bertambah. Maka, dalam perhitungan saat ini saja, diperlukan paling tidak empat unit mesin pompa yang berkapasitas sama, dengan perhitungan semua mesin bekerja optimal. Dan jangan lupa, hanya tiga unit mesin pompa yang dipesan. Sampai akhir pekan ini baru satu unit yang tersedia.

Bukti lapangan memperlihatkan bahwa jarak 1,5 kilometer, terhitung dari kolam penampungan ke Sungai Porong, menyebabkan kapasitas pembuangan akan turun. Turunnya kapasitas pembuangan bukan semata karena jarak tersebut, tapi yang utama adalah lumpur panas, yang awalnya memang sudah kental, bertambah kekentalannya karena proses penguapan air sepanjang pipa baja yang berjarak 1,5 km tersebut. Jadi sangat mungkin terjadi pengendapan dengan jumlah yang besar di bagian muara (Kompas, 6 Oktober 2006). Usaha mengoptimalkan kerja unit pompa, yaitu dengan mengencerkan lumpur dengan ekskavator di atas ponton dalam kolam penampungan disertai dengan mengalirkan air ke dalamnya dan mengalirkan air dalam pipa, tampaknya belum membuahkan hasil karena uji coba pembuangan lumpur tertunda. Baca entri selengkapnya »

CERITA LA NINA, “KEMBARAN” SI BUYUNG

karir anda mentok, karena pendidikan tak mendukung ? lanjutkan kuliah di |

tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain
MANAJEMEN – AKUNTANSIILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN

022-70314141;7313350 : jl. terusan halimun 37 bdg- utkampus.net

Pada bulan-bulan belakangan ini orang mulai mengantisipasi datangnya si gadis cilik La Nina yang diprakirakan akan menurunkan hujan lebat dan menimbulkan banjir di kawasan tertentu di Indonesia. Apa itu La Nina dan bagaimana hubungannya dengan El Nino, “saudara kembarnya” yang tak kalah bikin ulah?

Ketika terjadi kebakaran hutan besar-besaran di Kalimantan dan Sumatera tempo hari, yang “mengekspor” jerebu alias asap ke negara-negara tetangga, El Nino disebut-sebut sebagai biang keladinya. El Nino alias si Buyung ini memang gejala alam global yang suka menyebar petaka kekeringan di berbagai kawasan garis khatulistiwa, termasuk Indonesia. Menurut WMO (Badan Meteorologi Dunia), si Buyung yang bertingkah pada tahun 1997 hingga awal 1998 itu merupakan yang terhebat sepanjang abad ini.

lanina2.jpg (39379 bytes)

Data suhu lautan dari satelit menunjukkan datang dan perginya El Nino. Warna merah dan putih menampakkan air hangat dan biru mewakili air dingin. Bidang warna biru yang luas di Pasifik ekuator di dalam gambar terbaru mungkin mengindikasikan bakal mulainya La Nina.

Namun, El Nino tak selalu membawa kekeringan. Terkadang juga melahirkan hujan badai. Pada tahun 1983, misalnya, pantai barat Amerika Utara banjir dan Kepulauan Galapagos, di lepas pantai Ekuador, dilanda hujan 8,5 kali lebih banyak dari biasa.

Dijuluki El Nino (bocah lelaki) karena biasanya (tapi tidak selalu) ia muncul sebagai “Anak Natal” yang manis menjelang akhir tahun di Ekuador dan Peru.

Gejala alam global yang satu ini sebuah anomali (menyimpang dari kebiasaan) yang merupakan hasil interaksi antara kondisi permukaan samudera dan atmosfer di kawasan Pasifik sekitar garis khatulistiwa (tropis). Interaksi itu menghasilkan tekanan tinggi di Pasifik bagian timur yang menimbulkan aliran massa udara yang berhembus ke barat. Karena angin ini mendorong air di depannya macam bajak imajiner, permukaan laut di sekitar Indonesia dan Australia terangkat kira-kira setengah meter lebih tinggi ketimbang air di lepas pantai Peru. Ketika tekanan turun dan pertukaran angin berkurang, air bergerak kembali menuju ke timur.

Aliran ke arah timur ini merupakan pusat kegiatan fisik yang mengendalikan El Nino. Pengadukan ini mendorong terbentuknya gelombang sepanjang samudera itu, mirip riak di permukaan kolam. Gelombang ini pada gilirannya menekan thermocline, suatu lapisan air yang merupakan batas antara massa air yang lebih hangat di bawah permukaan laut dengan air lebih dingin di bawahnya. Ketika thermocline ini masuk lebih dalam, suhu permukaan air laut meningkat dan El Nino pun berlangsung. Karena itu pula si Buyung sering disebut fase panas. Baca entri selengkapnya »

Peringatan Dini Longsor Bisa Dibuat Mudah dan Murah

karir anda mentok, karena pendidikan tak mendukung ? lanjutkan kuliah di |

tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain
MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN

022-70314141;7313350 : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net

Selasa, 8 januari 2008 | 00:56 WIB

JAKARTA, KCM -

Longsor merupakan potensi bencana yang selalu rutin mengancam beberapa wilayah di Indonesia setiap kali memasuki musim hujan. Namun, korban jiwa selalu tak dapat dihindarkan bahkan seringkali tak pernah ada peringatan sebelumnya. Misalnya, longsor di Karanganyar.

Padahal, sistem peringatan dini terjadinya longsor dapat dibuat dengan mudah dan biaya murah. Masyarakat sebenarnya juga dapat mewaspadai potensi terjadinya longsor dengan ’ilmu titen’ atau memperhatikan kebiasaan alam yang sering terjadi.

Misalnya, sistem peringatan yang dikembangkan Jurusan Geologi Universitas Gajah Mada. Pada prinsipnya, sistem tersebut hanya berupa kawat yang dibentangkan di daerah aliran sungai di bagian hulu atau lereng curam yang rawan longsor. Baca entri selengkapnya »

Magma Ikut Lelehkan Es Greenland

karir anda mentok, karena pendidikan tak mendukung ? lanjutkan kuliah di |

tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain
MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN

022-70314141;7313350 : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net

Getty Images/Uriel Sinai

Selasa, 8 januari 2008 | 08:09 WIB

SAN FRANCISCO, JUMAT -

Pemanasan global mungkin bukan satu-satunya penyebab lelehnya es di Greenland. Para peneliti menemukan sumber panas lain berupa jalur magma di bawah Pulau Arctic yang ikut berperan dalam pelelehan es.

Dalam beberapa tahun terakhir, es di Greenland meleleh lebih banyak dan mengalir ke laut lebih cepat. Kenaikan temperatur Bumi disebut-sebut sebagai satu-satunya penyebab.

Namun petunjuk adanya penyebab alami pelelehan es itu terungkap saat para peneliti menemukan sumber panas di lapisan Bumi di ujung timur laut Greenland. “Kondisi lapisan es adalah barometer penting untuk mengukur perubahan iklim global,” kata pimpinan peneliti, Ralph von Frese dari Ohio State University. “Namun untuk mengukur seberapa besar dampak yang ditimbulkan karena ulah manusia, kita juga harus memperhitungkan penyebab dari alam.”

Ujung Greenland dimana titik panas itu ditemukan dulunya tidak memiliki aliran sungai es, hingga satu ditemukan tahun 1991. Apa yang menyebabkan kemunculan aliran itu sempat menjadi misteri. “Aliran es semestinya terbentuk karena alasan-alasan tertentu,” kata von Frese. “Sehingga sangat mengherankan bila kita tiba-tiba melihatnya di tengah-tengah hamparan es.” Baca entri selengkapnya »

Sistem Peringatan Dini

advertorial |

tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain
MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN

70314141-utkampus : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net


– Akan tetapi bagi Indonesia, sistem peringatan dini ini barulah sebagian kecil dari kerja yang harus dilakukan pemerintah dalam melindungi warganya.

 

BENCANA tsunami yang merenggut lebih dari 150.000 ribu jiwa di Aceh, Sumatra Utara, dan enam negara lain segera saja menyadarkan berbagai pihak akan pentingnya sebuah sistem peringatan dini (early warning system). Soal itu kembali dikemukakan para pemimpin ASEAN dan negara-negara maju peserta Konferensi Tsunami di Jakarta. Sekjen PBB Kofi Annan menyatakan persetujuannya.

Sistem ini, disebut-sebut, akan meniru model yang sudah ada di Samudra Pasifik. Sistem yang sama diharapkan akan menyelamatkan nyawa jutaan penduduk pantai di berbagai negara di sekitar Samudra Hindia. Baca entri selengkapnya »

Peringatan Dini Tsunami, Mungkinkah?

advertorial |

tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain
MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN

70314141-utkampus : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net

Oleh ADJAT SUDRADJAT

 

MENYUSUL terjadinya musibah tsunami yang melanda beberapa kawasan di wilayah Asia banyak pakar berpendapat bahwa sistem peringatan dini perlu dibangun. Sistem ini diharapkan dapat menekan bahaya tsunami pada masa yang akan datang. Di Lautan Pasifik, sistem peringatan dini telah dilaksanakan sejak tahun 1965. Di sini, tsunami yang terjadi akibat gempa bumi di suatu tempat diinformasikan kepada negara-negara yang berpantai di Lautan Pasifik. Jepang dan Amerika Serikat telah sering kali berhasil mengevakuasi penduduk karena informasi yang diperoleh melalui sistem tersebut tiba lebih dini. Pantai Jepang yang menghadap Lautan Pasifik sangat rawan terhadap bencana tsuami, demikian juga pantai Amerika Serikat di Alaska dan Hawai.

Para ahli dari Perhimpunan Kelautan Internasional (International Oceanographic Commission, IOC) yakin, sistem peringatan dini tsunami akan sangat membantu dalam menekan jumlah korban. Tsunami berjalan merambat dari sumbernya dan selama perambatan itu diharapkan tersedia waktu untuk melakukan evakuasi. Tsunami yang ditimbulkan gempa bumi di Cile pada tahun 1960 misalnya, tiba di Hawai 16 jam kemudian dan selanjutnya di Jepang, 23 jam kemudian.

Pada tahun 1965, gagasan sistem peringatan dini internasional (International Tsunami Warning System, ITWS) direalisasikan oleh UNESCO bekerja sama dengan Pusat Tsunami Amerika Serikat yang sudah beroperasi di Hawai sejak tahun 1946. Di wilayah Pasifik, tsunami ukuran sedang dengan gelombang (run up) mencapai 15 meter, terjadi rata-rata setiap 2 sampai 4 tahun, sedangkan yang mencapai 30 meter terjadi pada rata-rata setiap 10 tahun. Baca entri selengkapnya »

Teknologi Peringatan Dini Bencana

advertorial |

tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI – ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS – MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain
MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN

utkampus : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net


GEMPA bumi yang diikuti gelombang tsunami di lepas pantai barat Nanggroe Aceh Darussalam, Minggu lalu (26/12/04) menyebabkan jatuhnya korban jiwa lebih dari 150.000 orang di belasan negara yang berbatasan dengan Samudra Hindia. Bencana tersebut menyadarkan semua negara yang terkena dampak tsunami mengenai ketiadaan sistem peringatan dini tsunami di kawasan Samudra Hindia. padahal kawasan Samudra Hindia merupakan salah satu tempat pertemuan dua lempeng bumi yang selalu bergerak.

Sementara di belahan bumi lain, yaitu Samudra Pasifik telah memiliki sistem peringatan dini yang dipusatkan di Honolulu, Hawaii. Sistem tersebut bisa menyelamatkan jutaan warga pesisir di sejumlah negara di kawasan Pasifik. Baca entri selengkapnya »

Mengenal Bumi Lebih Dekat

advertorial |

tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI – ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS – MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain
MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN

utkampus : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net


SEBAGAI masyarakat ilmiah, Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) berpe-ran dalam pembangunan di segala bidang yang berhubungan dengan geologi di Indonesia. Kajian-kajian ilmiah yang dikemukakan para pakar geologi telah ikut memajukan perkembangan pendayagunaan aspek geologi dalam pembangunan nasional yang notabene untuk kesejahteraan masyarakat. Bagi masyarakat umum, bisa jadi kiprah yang dilakukan IAGI tidak secara langsung dapat dirasakan manfaatnya, karena fungsi yang dijalankan IAGI adalah lebih kepada pengembangan keprofesian bidang geologi.

Geologi, apa itu?

Biasanya kata geologi sering diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tanah dan batu-batuan. Secara lebih lengkap, geologi adalah ilmu yang mempelajari Bumi dalam hal mulajadi, struktur, komposisi, sejarah perkembangannya dan proses-proses yang berlangsung di dalam dan di permukaannya, sehingga Bumi mencapai bentuknya yang sekarang. Baca entri selengkapnya »

Buoy Indonesia Dilepas ke Laut

advertorial |

tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI – ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS – MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain
MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN

utkampus : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net

Selasa, 10 April 2007 | 17:00 WIB

TEMPO Interaktif, Tangerang: Indonesia bikin sendiri bagian dari sistem deteksi dini tsunami yang dipasang di laut. Sistem yang diperkenalkan siang tadi di Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur, Puspiptek, langsung dibawa ke Pelabuhan Merak dan akan dipasang di laut bebas sebelah selatan Selat Sunda, besok.

Buoy Indonesia, begitu perangkat itu dinamakan, terdiri atas sebuah unit dasar laut yang memuat sensor-sensor dan buoy (perangkat yang terapung) yang berperan memanen data-data dari dasar laut lalu mentransmisikannya ke darat lewat satelit. “Ini benar-benar buatan tangan Indonesia,” kata Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Said. D. Jenie. Baca entri selengkapnya »

Mengintip Bumi Menggunakan “Remote Sensing”

advertorial |

tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI – ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS – MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain
MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN

utkampus : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net


ADA perpaduan dua teknologi yang menciptakan perhatian dan terapan yang paling besar dan cakupan yang luas atas berbagai disiplin ilmu, yaitu remote sensing (pengindraan jarak jauh) dan penyelidikan antariksa.

PETA yang diambil menggunakan pengindraan jarak jauh (Indraja) dari satelit.*NET

Penelitian bumi dari angkasa/antariksa telah bergeser dari bidang penelitian murni ke bidang aplikasi (te-rapan) dalam kehidupan sehari-hari. Dewasa ini, kita bergantung pada sensor wahana antariksa untuk membantu tugas-tugas mulai dari prakiraan cuaca, peramalan tanaman, penghitungan potensi tegakan (kayu) hutan, peneli-tian lahan dan sumber daya mineral, sampai kepada terapan yang beraneka ragam seperti pendeteksian pencemaran, pemantauan daerah ternak, perikanan komersial, bahkan dalam sistem pertahanan/keamanan memantau aktivitas kemiliteran sebuah negara (seperti yang dilakukan Amerika terhadap negara lain).

Teknologi pengindraan jarak jauh terus-menerus berubah dari waktu ke waktu menuju peningkatan detail objek pantau. Hal itu dilakukan dengan peningkatan dan atau perbaikan teknologi wahana dan pesawat-pesawat terbang atau pesawat antariksa yang baru serta penempatannya di orbit bumi.

Pengindraan jarak jauh dikenal sebagai suatu ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang suatu objek, daerah, atau fenomena. Informasi diperoleh melalui analisis data piktorial dan/atau numerik yang diperoleh dengan suatu alat tanpa kontak langsung dengan objek, daerah, atau fenomena yang dikaji. Pengumpulan data dari jarak jauh dilakukan dengan berbagai bentuk termasuk dengan teknik pemancaran daya, pemancaran gelombang bunyi, atau pemancaran dan penangkapan energi gelombang elektromagnetik. Sebagai contoh, suatu grafimeter memperoleh data pada variasi penyebaran daya tarik bumi. Sonar pada sistem navigasi di air memperoleh data tentang variasi dalam pemancaran gelombang bunyi. Baca entri selengkapnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 47 pengikut lainnya.