Januari 4, 2008 pada 1:31 am (Tak Berkategori)
Tags: karir
DI dalam perusahaan ada tiga tipe manusia dalam bekerja. Tipe pertama adalah manusia yang bekerja untuk sekadar hidup, kedua manusia yang bekerja untuk satu hal yaitu uang. Mereka hanya berpikir bagaimana cara mendapatkan uang dalam waktu yang sesingkat mungkin dan sebanyak mungkin. Dan tipe ketiga adalah manusia yang bekerja bertujuan untuk merintis karier. Mereka percaya, bila kariernya baik, maka uang akan datang dengan sendirinya.
Manusia tipe pertama adalah manusia yang tidak memikirkan hari depan. Mereka pesimis akan kehidupannya. Bagi mereka, apabila hari ini telah dapat makan dan memiliki tempat berteduh sudahlah cukup. Dan esok hari adalah masalah esok, untuk itu cukup dipikirkan nanti saja.
Sedang manusia tipe kedua adalah manusia yang selalu berusaha agar hari esok lebih baik dari kehidupannya hari ini. Oleh sebab itu, hari ini mereka bekerja sekeras mungkin agar dapat memperoleh uang sebanyak-banyaknya. Ambisi mereka sangat kuat sekali, terutama bila yang dikejar berhubungan dengan uang. Baca entri selengkapnya »
Tinggalkan sebuah Komentar
Januari 4, 2008 pada 1:05 am (Tak Berkategori)
Tags: karir
Oleh AVIANTI YULIANITA F.SEBAGIAN masyarakat cenderung menganggap, pekerjaan yang dilakoni seseorang idealnya sesuai dengan latar belakang keilmuannya. Lebih afdol, begitu kata mereka. Pendapat ini —meski tidak salah— agak tradisional, kalau tidak bisa dikatakan ketinggalan zaman. Bekerja pada bidang lain yang berbeda dari disiplin ilmu yang dituntut di bangku sekolah atau kuliah, bahkan memiliki beberapa manfaat.
Pertama, pengalaman dan wawasan seseorang akan menjadi lebih luas, hingga dapat memandang suatu masalah tidak hanya dari satu sisi. Ambillah contoh, profesi diplomat di Departemen Luar Negeri yang “idealnya” diisi oleh sarjana hubungan internasional.
Dengan berkarir pada bidang itu, seorang sarjana ekonomi yang gencar mencetuskan kesejahteraan lewat gagasan ekonomi, atau seorang sarjana sastra yang sangat yakin peran seni dalam meningkatkan posisi tawar suatu negara, akan “dipaksa” untuk menelaah juga aspek politis dan historis dunia. Baca entri selengkapnya »
Tinggalkan sebuah Komentar