Maret 21, 2008 pada 11:35 am (Tak Berkategori)
Tags: arkeologi, Kelelawar, Navigasi
Royal Ontario Museum
Foto Onychonycteris finneyi, fosil kelelawar primitif yang sudah bisa terbang namun belum memiliki kemampuan echolocation.
Kamis, 14 Februari 2008 | 14:55 WIB
NEW YORK, RABU – Kelelawar tidak sejak awal diciptakan dengan kemampuan navigasi untuk melakukan manuver di kegelapan. Kelebihannya itu mungkin baru berkembang setelah kelelawar bisa terbang.
Hal tersebut dapat dilihat dari fosil spesies kelelawar primitif yang ditemukan di Wyoming, AS. Kelelawar tersebut diperkirakan hidup sekitar 52 juta tahun lalu.
Dilihat dari tulang-belulangnya, kelelawar tersebut sudah dapat terbang. Namun, hewan tersebut tidak memiliki tulang yang berfungsi dalam proses navigasi berbasis gelombang suara yang sering disebut echolocation.
Kemampuan ini digunakan untuk menghindari penghalang di depannya saat terbang atau posisi mangsanya. Kelelawar mengeluarkan suara berfrekuensi tinggi dan menerima pantulannya untuk mengukur jarak.
Sejauh ini, semua fosil kelelawar yang pernah ditemukan memiliki kemampuan tebang maupun echolocation. Jadi, para peneliti hewan masih memperdebatkan sejak kapan kemampuan tersebut muncul. Baca entri selengkapnya »
Tinggalkan sebuah Komentar
Maret 21, 2008 pada 11:28 am (Tak Berkategori)
Tags: fauna, Kelelawar
FT Muijres/Lund University
Senin, 3 Maret 2008 | 00:42 WIB
JAKARTA, SENIN – Dari segi ukuran, kelelawar mungkin terbang seperti seekor burung. Namun, caranya melayang di udara dalam waktu lama ternyata lebih mirip serangga.
Hewan malam yang lihai terbang di kegelapan itu memanfaatkan mekanisme arodinamika yang sama seperti serangga. Seperti dilaporkan dalam jurnal Science edisi terbaru, kekelawar mengandalkan pusaran udara horisontal yang disebut LEV (leading edge vortex) untuk menjaga tubuhnya tetap mengambang.
Tim peneliti gabungan dari Swedia dan AS mengungkap rahasia terbang melayang kelelawar setelah mempelajari dalam lorong angin. Para peneliti menaruh umpan di dalam ruangan dan melepaskan kelelawar. Kemudian, mereka merekam cara terbang kelelawar saat mendekati umpan menggunakan asap, laser, dan kamera yang dapat merekam gerakan sangat cepat. Baca entri selengkapnya »
1 Komentar