Pendidikan Jarak Jauh Manfaatkan Teknologi Informasi

Rabu, 02 April 2008

JAKARTA — Sejak 1950-an sistem korespondensi digunakan untuk menjangkau daerah-daerah terpencil dalam mengusahakan pendidikan jarak jauh (PJJ) di seluruh Indonesia. Namun, sejak pendirian Universitas Terbuka (UT) pada 1984, PJJ telah memanfaatkan teknologi ajar moduler dan siaran radio. Teknologi PJJ kemudian berkembang terus hingga menggunakan teknologi baru berupa internet/online.

Fleksibilitas bagi perguruan tinggi untuk menyelenggarakan program pendidikan jarak jauh ini sesuai dengan ketentuan pemerintah sejak 2001. ”Kita memang memerlukan pendidikan berkualitas yang dapat menjangkau masyarakat luas tanpa hambatan geografi, demografi, sosial, ekonomi, dan sebagainya,” ujar Rektor UT, M Atwi Suparman, seusai memimpin wisuda periode pertama 2008 UT, Selasa (1/4).

Menurut Atwi, dalam mengelola UT pihaknya telah memiliki jaringan internal 37 Unit Pendidikan Belajar Jarak Jauh (UPBJJ-UT). ”Kami juga menyediakan berbagai layanan bantuan belajar, tutorial, siaran radio dan televisi, konseling, dan layanan online akademik maupun administrarif,” jelasnya. Baca entri selengkapnya »

PENJAMINAN KUALITAS LULUSAN UT


MELALUI PENYELENGGARAAN TUGAS AKHIR PROGRAM


Endang Indrawati (endang@mail.ut.ac.id)
Pepi Rospina Pertiwi (pepi@mail.ut.ac.id)
Universitas Terbuka


ABSTRACT
One of the missions of Universitas Terbuka (UT) as a distance education institution is ensuring high academic quality in all aspects of educational management. The ultimate goal is to produce a good quality of graduates for every study program in the institution, this includes Agriculture Extension study program as one of the study program at UT also concerns to produce high quality graduates. Several modifications had been made for delivering a comprehensive examination for Agricultural Extension students in 2005.2.which includes conducting face to face tutorials, providing tutors for assisting students in writing final paper, and conducting assessment evaluation for the written examinations.
Comprehensive examination is the ultimate requirements for every students and it is assigned in the end of their study. This article was written based on the portrait of the comprehensive examination mechanism during 2005.2 period. To control the quality Study Program took certain measures which includes by conducting monitoring and evaluating the comprehensive examination in certain regional centres, verification assessment of student
final paper submitted by tutor for each regional centre, and conducting assessment evaluation for the written examination by academic staff in the study program using continous ‘running belt’ system.

Keywords: comprehensive examination, quality of graduates

Sejak awal Program Studi S1 Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (S1 PKP) Universitas Terbuka (UT) didirikan, visi dan misi program diarahkan untuk menghasilkan lulusan Penyuluh Pertanian yang berkualitas sehingga dapat mengaplikasikan ilmunya dalam pembangunan pertanian secara bertanggung jawab. Perancangan Program Studi S1 PKP diawali dari banyaknya permintaan lulusan program terdahulu, D3 Penyuluhan Pertanian, yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang strata (S1). Hal ini ditunjang dengan meningkatnya kebutuhan akan penyuluh yang berkompeten
untuk membangun wilayah masing-masing, sesuai dengan tuntutan otonomi daerah. Dengan demikian Program Studi S1 PKP harus menciptakan iklim pembelajaran bagi mahasiswa yang mendukung pencapaian kompetensi yang diharapkan.
Sebenarnya peningkatan kualitas lulusan ini tidak hanya dicanangkan pada lingkup program studi, akan tetapi juga merupakan salah satu misi UT sebagai penyelenggara pendidikan jarak jauh.
Akreditasi UT menghendaki adanya jaminan kualitas di segala bidang pengelolaan, yang ditujukan secara sengaja untuk menjamin kualitas lulusannya. Baca entri selengkapnya »

BEASISWA S1 ke PTN !

untuk lulusan SLTA 2008 & 2007

Saat ini aksesibilitas studi ke jenjang pendidikan tinggi bagai piramida yang berdiri tegak, semakin kecil saja jumlah masyarakat yang dapat menggapai ke atas. Oleh karena itu sudah menjadi kewajiban kita semua untuk mencari jalan keluarnya agar masyarakat tetap memiliki akses yang memadai untuk mengecap pendidikan tinggi. Sejalan dengan itu utkampus yang berdiri sejak 1989, sebagai pusat studi mahasiswa (psm) bagi mahasiswa Universitas Terbuka yang pertama di Indonesia, pada masa registrasi 2008.2 ini akan memberikan beasiswa bagi 70 orang calon mahasiswa terbaik yang berprestasi.

Penerima beasiswa akan diprogramkan dapat menyelesaikan studi strata satu (S1) sesuai program studi pilihannya dalam jangka waktu 3.5 tahun selesai dan diwisuda –dengan tidak mengurangi bobot dan kualitas lulusannya serta akan berhak menyandang gelar dan ijazah negeri dari Departemen Pendidikan Nasional yang dapat dipergunakan untuk menunjang karir dalam bekerja maupun melanjutkan ke program S2 di UT sendiri maupun di perguruan tinggi lainnya.

Disamping sebagai kontribusi utkampus dalam pemerataan pendidikan tinggi bagi masyarakat, program beasiswa ini diharapkan juga turut mendukung eksistensi Universitas Terbuka sebagai salah satu terbaik diantara open university di Asia –sesuai dengan visi menjadi terdepan di Asia pada tahun 2010 dan unggulan dunia pada 2020.

Syarat Penerima Beasiswa

Calon mahasiswa yang berhak mengajukan beasiswa adalah : Baca entri selengkapnya »

UT memperoleh “Akreditasi Internasional dan Sertifikat Kualitas” dari ICDE

Posted by: Humas On 02/11/2008 12:57 PM
Updated by: Humas On 02/12/2008 01:37 PM
Expires: 01/01/2013 12:00 AM

UT MENDAPATKAN PENGHARGAAN DARI MENDIKNAS

Universitas Terbuka pada awal tahun 2008 ini telah berhasil mendapatkan Penghargaan Anugerah Anindyaguna dari Mendiknas, sebagai penghargaan atas prestasi UT memperoleh “Akreditasi Internasional dan Sertifikat Kualitas” dari ICDE (The International Council for Open and Distance Education),Oslo, Norwegia.

Penganugerahan penghargaan ini diserahkan langsung oleh Mendiknas kepada Rektor UT pada acara Pembukaan Rembuk Nasional Pendidikan di Pusdiklat Depdiknas Sawangan, 4 Februari 2008 baru-baru ini.

[source]

Entropi APBN dan Anggaran Pendidikan

 
Wahyudin Munawir
Jum’at, 31 Agustus 2007 | 11:27 WIB

Dalam ilmu kimia-fisika dikenal istilah entropi. Entropi secara sederhana bisa dikatakan sebagai derajat ketidakberaturan atau derajat kehancuran. Jika sebuah kejadian pada seuntai benda menyebabkan munculnya entropi negatif, ada kemungkinan benda itu akan makin berantakan atau makin hancur dengan posisi komponen-komponennya yang makin tidak beraturan. Sebaliknya, jika sebuah kejadian menimbulkan entropi positif, posisi benda-benda tersebut makin rapi dan kuat, atau tingkat kehancurannya dan keberantakannya makin berkurang.

Untuk melihat bagaimana entropi itu bekerja, kita bisa membayangkan pola kerja embusan badai di padang pasir. Ada kalanya embusan badai itu mengakibatkan sebuah gunung di padang pasir jadi berantakan, bahkan hilang. Tapi sebaliknya, embusan badai tersebut bisa menciptakan sebuah bentuk bangunan atau gunung yang sangat indah di tengah hamparan padang pasir tadi. Itulah filosofi entropi. Jika entropi itu positif, akan terjadi restrukturisasi dari sebuah destrukturisasi! Dan sebaliknya.

Anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) Indonesia dari dulu–sejak zaman Soeharto sampai sekarang–terlihat berantakan. Entropinya negatif. Berantakan di sini dalam arti tidak pernah prorakyat dan prokemajuan, khususnya dalam dunia pendidikan. Di sini, perlu ditekankan bahwa pendidikan adalah pilar bangunan dan kekuatan sebuah bangsa. Ibarat bangunan, pendidikan adalah fondasi bangunan itu sendiri. Jika fondasinya kuat, bangunan itu kuat. Jika lemah, hancurlah bangunan itu. Itulah sebabnya, Nabi Muhammad menyatakan tuntutlah ilmu sejak dari ayunan sampai ke liang lahat.

Kesadaran bahwa pendidikan adalah fondasi kekuatan sebuah negara dan bangsa bisa kita lihat contohnya pada Jepang dan Jerman. Diceritakan, ketika Kota Hiroshima dan Nagasaki baru saja dibom atom oleh Sekutu, Kaisar Hirohito bertanya kepada para petinggi Negeri Sakura itu. “Masih ada berapa guru yang hidup? Tolong kumpulkan mereka semua. Saya akan memberikan mandat kepada mereka untuk membangun kembali kebesaran Jepang. Di tangan para gurulah negeri ini diletakkan!” kata kaisar. Baca entri selengkapnya »

Wajib Belajar Tak Sekadar Angka Partisipasi

Agus Sunaryanto
Kamis, 08 Maret 2007 | 14:33 WIB

Baru-baru ini pemerintah menyatakan optimismenya bahwa penuntasan wajib belajar akan berjalan sukses pada 2008. Keyakinan ini didasarkan atas indikator pencapaian angka partisipasi murni (APM) sekolah dasar dan angka partisipasi kasar (APK) sekolah menengah pertama pada akhir 2006 berturut-turut mencapai 94,73 persen dan 88,68 persen dari 95 persen target yang dicanangkan pada 2008.

Data yang dipublikasikan Departemen Pendidikan Nasional memang tidak bisa dilepaskan dari lahirnya Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2006 tentang gerakan nasional yang dicanangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tentang percepatan penuntasan buta aksara dan wajib belajar sembilan tahun. Dalam inpres tersebut secara tegas dinyatakan perlunya peningkatan APM SD sederajat dan APK SMP sederajat menjadi 95 persen pada akhir 2008. Selain itu, target lainnya adalah menurunkan persentase buta aksara usia 15 tahun ke atas menjadi 5 persen pada 2009.

Inpres Nomor 5/2006 di satu sisi memang menunjukkan komitmen pemerintah terhadap wajib belajar. Namun, tanpa diikuti ketersediaan anggaran yang mencukupi, rasanya inpres hanya akan menjadi pepesan kosong.

Perdebatan anggaran bisa jadi mereduksi makna filosofis pendidikan sebagai proses belajar sepanjang hayat di mana pun dan kapan pun. Namun, dalam konteks pelayanan publik, pendidikan level wajib belajar harus dimaknai sebagai hak dasar yang pendanaannya wajib dipenuhi pemerintah sebagai provider (baca: pelayan) yang telah mendapat mandat publik. Baca entri selengkapnya »

KULIAH yang serba bebas, ada gak sih ?!

INILAH TEMPAT KULIAH NEGERI YANG PALING FLEKSIBEL,
dalam pengaturan waktu, pemilihan lokasi ujian, penyelesaian studi, pengaturan biaya , bagi lulusan SLTA tahun kapan pun dll.
Banyak orang ingin kuliah tapi tak ada waktu,

Ada waktu tapi tak punya doku,

Banyak doku tapi gak paham siapa daku !

 

Maka kenali dulu dirimu, siapa daku ini dan mau kemana ?

Setelah tahu, baru putuskan mau kuliah dimana

Tapi pilihan apapun tentu salah satunya adalah pertimbangan keleluasaan

Bila fleksibiltas menjadi prioritas utama, sehingga dapat kuliah dengan serba bebas dan mudah diatur sesuai kemauanmu, inilah jalurnya kamu tak salah jalan

Bergabunglah dengan komunitas utkampus berarti kunci fleksibilitas ada ditangan anda, karena anda akan tercengang sendiri mendapatkan semua keleluasaan yang tidak akan pernah dijumpai di perguruan tinggi manapun di tanah air ini. Hal ini antara lain disebabkan :

14 Fleksibilitas Program

  1. Karena pemerintah menghendaki lulusan SLTA/persamaan dapat dengan mudah dan murah untuk melanjutkan studi ke jenjang pendidikan tinggi

  2. Karena perguruan tinggi negeri ini milik pemerintah yang berdiri sejak 4 September 1984 melalui Keppres No 41/1984 sehingga memberikan kepastian legalitas kepada mahasiswanya untuk belajar dengan tenang tanpa kekhawatiran.

  3. Karena sistem penerimaan mahasiswa baru tidak diseleksi, semua pendaftar akan langsung diterima dan menjadi mahasiswa PTN

  4. Karena penerimaan mahasiswa baru berlangsung setiap hari -tiap semester sepanjang tahun.

  5. Karena dapat diikuti oleh lulusan SLTA/persamaan semua usia –lulusan tahun berapa pun- dan profesi apapun.

  6. Karena program S1 ini tidak harus membuat skripsi sehingga sangat mempercepat penyelesaian studi dengan tidak mengurangi bobot dan kualitas lulusannya.

  7. Karena walalupun perkuliahan dilaksanakan setiap hari, namun tidak ada penghitungan absensi kehadiran kuliah. Selama mahasiswa dapat belajar sendiri dan memahami isi modul/materi kuliah dengan baik, semua mahasiswa tetap berhak mengikuti ujian akhir semester (UAS) sehingga sangat cocok bagi para karyawan yang sibuk dan yang kerja shift.

  8. Karena ujian akhir semester (UAS) hanya dilaksanakan di hari minggu sehingga tidak mengganggu waktu kerja bagi mahasiswa yang nyambi kerja.

  9. Karena ujian akhir semester (UAS) dapat diikuti di 69 kota besar di seluruh Indonesia berarti sangat membantu bagi mahasiswa yang sering bepergian atau bertugas ke luar kota sehingga ia dapat mengikuti ujian dimanapun berada.

  10. Karena di dalam perkuliahan disamping membahas isi modul juga disediakan waktu khusus untuk pembahasan soal-soal latihan ujian sehingga menunjang kesiapan mahasiswa menghadapi UAS.

  11. Karena mahasiswa tidak akan kena DO (drop out) maka mahasiswa yang super sibuk dapat cuti akademik kapan saja tergantung anda, tapi bila mau mempercepat proses studinya, bisa ikut program akselerasi yang akan selesai dalam 3 tahun.  Jadi aktivitas kemahasiswaan dapat disesuaikan dengan waktu yang dimiliki sesuai kesibukan ataupun aspek finansial yang anda anggarkan.

  12. Karena bila mahasiswa menghendaki perbaikan nilai mata kuliah tertentu, maka dapat dilakukan tiap semester karena disini tidak dikenal semester genap/ganjil.

  13. Karena mahasiswa tidak perlu memiliki beberapa text book, cukup membaca modul tiap mata kuliah saja. Modul telah disusun oleh tim pakar di bidangnya dan dirancang sedemikian rupa sehingga sebenarnya mudah untuk dipelajari sendiri. Oleh karena itu modul UT banyak juga dipakai acuan oleh dosen dan mahasiswa perguruan tinggi lain.

  14. Karena biaya pendidikan dapat diatur sedemikian rupa dengan mengutamakan kesinambungan studi mahasiswa tetap terjaga.

 

Dengan informasi seperti itu mungkin saja ada anggapan kenapa semuanya tampak serba mudah seperti angin surga, tapi memang kenyataannya begitu . Tapi tolong jangan percaya dulu sampai anda membuktikan sendiri !

info lengkap baca di {source}

2009, 10 PT Masuk Kelas Dunia -UT termasuk 5 PTN kelas dunia

YOGYAKARTA, 

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menilai, perlunya meningkatkan mutu pendidikan tingkat perguruan tinggi. Pemerintah memberikan prioritas mendorong pendidikan tinggi agar mampu bersaing dan masuk dalam peringkat pendidikan tinggi berkelas internasional atau World Class University.

 “Kita berkeinginan, agar sampai tahun 2009, paling tidak 10 perguruan tinggi akan mampu masuk dalam daftar World Class University,” ujarnya. Pada tahun 2006, tercatat lima perguruan tinggi (PT) di Indonesia masuk dalam jajaran universitas berkelas dunia, yaitu UI, ITB, UGM, Undip, dan Universitas Terbuka (UT).

 Menurut presiden, semua pihak harus turut serta menyukseskan upaya meningkatkan mutu pendidikan di tanah air. ”Bangsa Indonesia tidak akan maju apabila pendidikannya tidak bermutu,” ungkap SBY ketika menghadiri puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Taman Siva pelataran Candi Prambanan Yogyakarta, Sabtu (26/5).

 

“Kita tidak bisa tampil terhormat dan menang dalam kompetisi global kalau mutu pendidikan kita kalah (dibandingkan) dengan mutu pendidikan negara-negara lain. Mari bersama-sama kita sukseskan upaya meningkatkan mutu pendidikan di negeri ini,” tegas presiden.

 

Pada acara yang dipadukan dengan refleksi satu tahun gempa bumi di DI Yogyakarta dan Jawa Tengah itu hadir antara lain Ibu Negara Ny. Ani Yudhoyono, Ketua MPR Hidayat Nurwahid, Menko Perekonomian Boediono, Mendiknas Bambang Sudibyo, Menteri PU Djoko Kirmanto, dan Menkes Siti Fadilah Supari, serta ribuan warga masyarakat DI Yogyakarta dan Jawa Tengah. Baca entri selengkapnya »

Di Simpang jalan memilih jurusan studi


Sebelum maju menghadapi tes masuk yang sebenarnya, lulusan SMU sesungguhnya sudah menghadapi ujian yaitu memilih jurusan dan jenis sekolah. Faktor apa pula yang perlu diamati dengan cermat agar tak muncul sesal di kemudian hari? Jangan sampai terjadi waktu, tenaga, dan uang terbuang percuma, sementara kepuasan belajar tak terjangkau.
Tidak mudah memang memilih sekolah selepas SMU. Malah banyak pula lulusan SMU tidak tahu ingin ke mana. “Ini khas remaja Indonesia karena tidak terdidik untuk mengambil keputusan sendiri,” demikian tutur Indri Savitri, S. Psi dari Lembaga Psikologi Terapan (LPT) UI. Mereka terbiasa hanya menurut apa kata orang tua atau pengaruh lingkungan. Informasi yang sering kali kurang lengkap membuat dia pun makin bingung. Tanpa menelaah kemampuannya, ia bisa terombang-ambing, bahkan salah masuk jurusan. Setelah di dalam, barulah ia sadar kalau tidak suka belajar di jurusan itu. Akibatnya, prestasi pun mengecewakan.Bandingkan dengan nilai rata-rata kelas
Faktor pertama yang perlu dipertimbangkan adalah masalah kemampuan intelektual. Siswa yang mampu mengukur kemampuannya bisa dengan mudah menentukan jurusannya. Sebaliknya, yang tidak mampu bisanya cuma ikut-ikutan. Misalnya, bila kuliah di fakultas kedokteran sedang nge-trend, maka ia pun akan mendaftar ke sana. Baca entri selengkapnya »

KAPANKAH ANAK BELAJAR BAHASA INGGRIS?

karir anda mentok, karena pendidikan tak mendukung ? lanjutkan kuliah di |

tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain
MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN

022-70314141;7313350 : jl. terusan halimun 37 bdg- utkampus.net


da anggapan, semakin muda usia semakin mudah anak belajar bahasa daripada orang dewasa. Ada pula yang berpendapat, belajar bahasa asing sejak dini bukan jaminan. Sementara yang lain bilang, keberhasilan belajar bahasa asing sangat ditentukan oleh motif atau kebutuhan berkomunikasi dalam lingkungannya. Mana yang benar? E. Kosasih, mahasiswa Pengajaran Bahasa pada Program Pascasarjana IKIP Bandung, dan wartawan Intisari A. Hery Suyono menuturkannya berikut ini.

Belakangan ini aneka kursus bahasa asing, terutama Inggris, kian semarak. Tidak hanya untuk orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Lembaga persekolahan pun tak mau ketinggalan zaman. Pengajaran bahasa Inggris yang semula hanya dikenal di tingkat SMTP, kini diberikan kepada siswa SD, bahkan murid Sekolah Taman Kanak-Kanak. Baca entri selengkapnya »

Nge-game Bikin Kemampuan Baca Turun

Minggu, 02-12-2007 | 04:00:00-tribunkaltim.co.id

ANAK-ANAK umumnya senang dengan yang namanya video game. Namun jika terlalu berlebihan nge-game, kemampuan baca mereka kemungkinan bisa menurun. Anggapan bahwa video game adalah biang keladi menurunnya kemampuan membaca anak-anak ini diungkap dalam sebuah artikel di tabloid The Sun, Inggris.
Hal ini berawal setelah dalam sebuah studi, dilaporkan peringkat kepandaian membaca anak-anak Inggris menurun drastis dari peringkat ketiga menjadi peringkat 15 dunia.  Menurut artikel tersebut, kegemaran anak-anak bermain game menjadi biang keladi penurunan ini. Disebutkan, lebih dari sepertiga anak-anak Inggris usia 10 tahun menghabiskan setidaknya waktu tiga jam untuk bermain game sepulang sekolah. Angka ini jauh lebih tinggi daripada yang terjadi di negara-negara Eropa lainnya.

Maka, masih menurut The Sun, karena anak-anak sibuk bermain game, mereka tidak lagi senang membaca. Hal inipun berakibat kemampuan membaca mereka pun menurun. Demikian seperti dikutip detikINET dari Mcvuk, Sabtu (1/12). Kebanyakan main game juga dijadikan kambing hitam bagi kekalahan timnas Inggris yang tidak lolos ke Piala Eropa 2008. Demikian pendapat Rob Green, kiper tim sepakbola West Ham United. “Saya rasa kami akan punya tim terbaik jika kita masuki rumah-rumah dan buang semua PlayStation, Xbox dan video game,” ujar Green kepada surat kabar Metro, Jumat (30/11) lalu. Baca entri selengkapnya »

Umbi Ungu Obati Kanker

Minggu, 10-02-2008 | 04:00:00

FAKULTAS Kedokteran (FK) Univeritas Udayana, Bali bekerjasama dengan FK Universitas Gajah Mada Yogyakarta sedang melakukan penelitian terhadap umbi ungu untuk penyembuhan penyakit kanker. “Penelitian tersebut merupakan kelanjutan dari pengkajian terhadap aneka umbi-umbian yang telah dilakukan Fakultas Pertanian Unud,” kata Kepala Lab Biopestisida Fakultas Pertanian Unud, Prof Dr Ir Dewa Ngurah Suprapta, MSc di Denpasar Sabtu (9/2).

Ia mengatakan, hasil pengkajian terhadap umbi-umbian, khususnya yang berwarna ungu mengandung protein yang cukup tinggi serta obat untuk penyembuhan kanker. Hasil penelitian kedua fakultas kedokteran itu diharapkan mampu mengungkap keistimewaan umbi-umbian ungu untuk penyembuhan penyakit kanker, ujar Ngurah Suprapta. Baca entri selengkapnya »

« Entri lama