Richard “Rich” Skrenta, Penemu Virus Komputer Pertama

Richard “Rich” Skrenta (1967 – sekarang),

Kita selaku pengguna komputer serta jaringan (internet) sudah sangat sering mendengar istilah “virus” yang terkadang sering membuat jengkel korbannya. Istilah “virus” pertama kali digunakan oleh Fred Cohen pada 1984 di Amerika Serikat. Virus komputer dinamai “virus” karena memiliki beberapa kesamaan mendasar dengan virus pada istilah kedokteran (biological viruses).

Virus komputer bisa diartikan sebagai suatu program komputer biasa, tetapi memiliki perbedaan yang mendasar dengan program-program lainnya. Virus dibuat untuk menulari, mengubah, memanipulasi, bahkan sampai merusak program-program lainnya. Perlu dicatat, virus hanya akan menulari apabila program pemicu atau program yang telah terinfeksi tadi dieksekusi, di sinilah perbedaannya dengan worm.

Asal Mula Virus

Virus Elk Cloner dinyatakan sebagai salah satu virus mikro komputer pertama yang telah berhasil menyebar luas hingga keluar dari ruang lingkup tempat pembuatannya. Dibuat oleh Rich Skrenta, seorang murid sekolah menengah atas yang saat itu masih berumur 15 tahun, pada 1982. Virus Elk Cloner yang ia buat, saat itu ditujukan untuk sistem komputer Apple II.

Saat itu Skrenta tidak lagi dipercaya oleh teman-temannya. Hal itu disebabkan oleh kelakuannya yang secara ilegal membagikan game serta peranti lunak. Ia pun sering menggunakan floppy disk untuk mematikan komputer atau untuk menampilkan kata-kata mengejek pada layar. Akhirnya, Skrenta pun memikirkan metode untuk melakukannya tanpa bantuan floppy disk agar ia tidak dicurigai. Baca entri selengkapnya »

Bakteri Asam Laktat Untuk Terapi Autis

Sudah sejak lama makanan dan minuman yang dihasilkan secara fermentasi dengan bakteri asam laktat menjadi bagian dalam menu makanan sehari-hari di Asia, Afrika, Eropa, Amerika, dan Australia. Bahkan, beberapa daerah di Indonesia, tanpa disadari, makanan hasil fermentasi laktat telah lama menjadi bagian dalam menu makanan keseharian masyarakat.

Beberapa contoh jenis makanan tersebut mungkin bukan saja sudah dikenal, tetapi malah sudah umum disantap. Sebut saja asinan dari Bogor, ikan bekasam dan tempoyak dari Sumatra dan Kalimantan, kimchi, acar, salami, bologna (daging), pindang makassar, budu, serta belacan atau terasi. Bahkan selama pembuatan kecap, tauco, serta terasi, bakteri laktat banyak dilibatkan.

Ada juga yang terbuat dari susu berupa yoghurt, keju, butter, kefir, dan susu asam. Sedangkan yang terbuat dari biji serealia seperti beras dan jagung adalah idli dari India, pui dari Hawaii, pulque dari Meksiko, dan chicha dari Brasil. Bisa disimpulkan, hampir di setiap tempat dan negara selalu ada jenis makanan dan minuman yang merupakan hasil fermentasi bakteri laktat.

Bakteri asam laktat (BAL) Baca entri selengkapnya »

John James Audubon, Ahli Dokumentasi Unggas

John James Audubon (1785-1851),

Pengelompokan makhluk hidup didasarkan pada kesamaan yang dimiliki, baik pada anatomi maupun struktur. Untuk melakukannya, seorang peneliti perlu menginventarisasi seluruh makhluk hidup yang ada di dunia, kemudian mencari persamaannya. Hal itu tentu bukan pekerjaan yang mudah sehingga harus dilakukan oleh peneliti dalam jumlah banyak sesuai dengan keahliannya masing-masing. Salah satunya adalah John James Audubon, seorang ahli unggas (ornitolog) yang mengumpulkan dan menggambar berbagai jenis unggas.

John James Audubon lahir di Haiti pada 26 April 1785. Ketika itu, Eropa berada dalam masa kegelapan dan perbudakan sangat merajalela. Dia adalah anak dari pasangan Jean Audubon dan Jeanne Rabin. Ayahnya seorang kapten kapal laut berkebangsaan Prancis, sedangkan ibunya adalah budak milik ayahnya. Kedua orang tuanya tidak terikat oleh pernikahan. Ketika Audubon lahir, ibu kandungnya memberinya nama Jeanne Rabine.

Beberapa tahun kemudian, ayahnya memperistri seorang perempuan bernama Anne Moynet yang tinggal di Kota Nantes. Audubon dibawa oleh ayahnya ke kota itu dan dibesarkan oleh ibu tirinya. Pada 1789, Audubon secara resmi diadopsi dan diberi nama Jean-Jacques Fougere Audubon. Nama tersebut kelak menjadi John James Audubon ketika dirinya menjadi warga negara Amerika Serikat.

Audubon mulai memasuki dunia pendidikan di Kota Paris yang menjadi tujuan belajar orang-orang Eropa ketika itu. Untuk menghindari perang, ayahnya membuatkan Audubon paspor palsu agar dirinya bisa pergi ke Amerika Serikat. Audubon menderita penyakit kuning di dalam kapal laut selama perjalanan, tetapi dia sampai ke Amerika Serikat dengan selamat. Audubon datang ke pertanian keluarga di Mill Grove, tidak jauh dari Philadelphia. Baca entri selengkapnya »

Manfaat dan Bahaya Si Keong Racun

“Dasar kau keong racun,
Baru kenal eh ngajak tidur,
Ngomong nggak sopan santun,
Kau anggap aku ayam kampung…”

Itulah sepenggal lagu “Keong Racun” yang dipopulerkan oleh duo Sinta dan Jojo. Dari mulai anak-anak sampai orang tua sudah tidak asing lagi mendengar lagu tersebut. Akan tetapi, tahukah Anda apa dan siapa itu keong racun?

Adalah the Giant African Snail (Achatina fulica bowdich) sosok sebenarnya si keong racun yang tersohor itu. Keong racun atau populer juga dengan nama bekicot adalah hewan bertubuh lunak dengan satu cangkang. Ia berjalan dengan menggunakan perutnya, atau disebut juga hewan gastropoda (gastro=perut; poda/podos=kaki).

Bekicot atau keong racun bukanlah hewan asli Indonesia. Ia berasal dari Afrika Timur dan saat ini tersebar luas di dunia melalui manusia (menempel pada kapal/kontainer atau barang-barang bawaan manusia) dan tumbuh-tumbuhan (telur bekicot). Kemampuannya beradaptasi dan tingginya kemampuan reproduksi membuat bekicot eksis di alam. Bekicot merupakan hewan hermaprodit (dalam satu individu terdapat organ reproduksi jantan dan betina).

Namun begitu, ia tetap membutuhkan individu lain dalam melakukan aktivitas reproduksi. Sekali melakukan perkawinan, satu bekicot dapat memproduksi 100 hingga 400 telur! Bahkan pada waktu tertentu, hewan ini dapat menghasilkan 1.200 telur dalam satu perkawinan. Baca entri selengkapnya »

“Sonar” Kelelawar di Pesawat F-35

HANYA beberapa jenis kelelawar dan paus bergigi yang mengandalkan echolocation canggih untuk menangkap mangsanya. Mereka memancarkan sonar dan gema balik untuk mendeteksi serta melacak mangsa kecil. Dua studi baru hasil penelitian ini disiarkan pada edisi 26 Juli 2010 di Current Biolog.

Hewan liar ini mampu meninggikan atau merendahkan frekuensi pendengarannya, tergantung pada gelombang sonar balik dari sasaran yang jauh atau dekat dan diantisipasi sampai ke tingkat molekuler. “Secara umum, pancaran dan pantulan gelombang sonar itu bersifat konvergen yang timbul oleh berbagai mutasi gen yang berbeda. Hasil penelitian ahli biologi menunjukkan bahwa sifat echolocation sebenarnya telah berevolusi dengan adanya perubahan genetik dari kelelawar dan lumba-lumba,” kata Stephen Rossiter dari University of London.

Urutan konvergensi terjadi karena perubahan asam amino prestin yang menghasilkan frekuensi tinggi, seleksi, dan kepekaan yang sangat disukai pada echolocating mamalia. Prestin ditemukan di luar sel-sel rambut yang berfungsi sebagai penguat di dalam telinga, memperbaiki sensitivitas, dan selektivitas frekuensi dari getaran mekanis.

Tim Rossiter, termasuk Shuyi Zhang dari Universitas Normal Cina Timur menunjukkan sebelumnya prestin urutan gen telah mengalami konvergensi antara garis keturunan yang tidak berhubungan dengan echolocating kelelawar. Penulis ini, bersama dengan tim Zhang di Michigan, sekarang menunjukkan bahwa konvergensi memanjang ke echolocating lumba-lumba.

Zhang menunjukkan, meskipun mereka memiliki kemampuan yang sama, tetapi pada kenyataannya kelelawar dan ikan paus sangat bervariasi dalam echolocation-nya. “Sebagai contoh, kelelawar menggunakan echolocation untuk rentang 0 sampai 30 meter, sedangkan paus mengunakan untuk rentang hingga di atas 100 meter. Hal ini karena daya rambat suara di udara lebih cepat dibandingan dengan di air,” ujarnya. Baca entri selengkapnya »

Perkembangan Teknologi Radio

TANGGAL 11 September adalah Hari Radio Indonesia. Pada tanggal dan bulan yang sama di tahun 1945, Radio Republik Indonesia (RRI) lahir. RRI merupakan stasiun radio pertama di negara kita.

Kemunculan stasiun radio AM yang mengudara di Indonesia merupakan awal masuknya teknologi siaran radio. Namun, perkembangan teknologi siaran radio (broadcast radio) di negara kita cukup lambat. Siaran radio AM (amplitude modulation) di Indonesia masih digunakan hingga tahun 1980-an. Sekitar setahun kemudian, siaran radio FM (frequency modulation) mulai mengudara sehingga para pendengar pun merasakan nyamannya kualitas audio FM yang jauh lebih baik dibanding AM.

Radio adalah transmisi sinyal tanpa kabel (wireless), melalui modulasi gelombang-gelombang elektromagnetik yang frekuensinya di bawah frekuensi cahaya tampak. Penjalaran radiasi elektromagnetik dapat melintasi udara dan ruang vakum. Penjalaran gelombang elektromagnetik ini tidak memerlukan medium pengangkut.

Informasi dibawa melalui perubahan yang sistematis pada beberapa sifat gelombang yang diradiasikan, seperti pada amplitudonya ataupun pada frekuensinya. Ketika gelombang radio melalui konduktor listrik, medan yang berosilasi menyebabkan timbulnya arus bolak-balik dalam konduktor tersebut. Hal ini mengakibatkan terdeteksinya dan tertransformasinya suara dan sinyal-sinyal lain sebagai informasi yang dibawa. Kata radio digunakan untuk menggambarkan fenomena tersebut. Baca entri selengkapnya »

Siaran Radio Berbasis Satelit

PERUBAHAN dalam teknologi siaran radio muncul di Amerika Serikat (AS) pada tahun 1992 dengan hadirnya siaran radio berbasis satelit (satellite radio broadcast). Pada saat itu, badan pengatur telekomunikasi AS (Federal Communications Commission/FCC) mengalokasikan spektrum frekuensi S-band (sekitar 2,3 gigahertz) untuk siaran nasional berbasis satelit dengan menggunakan audio digital (Digital Audio Radio Service/DARS). Hanya empat perusahaan yang mengajukan diri untuk mendapatkan lisensi tersebut.

Pada tahun 1997, FCC memberikan lisensi penggunaan frekuensi S-band kepada dua perusahaan, yaitu CD Radio (sekarang bernama Sirius Satellite Radio) dan American Mobile Radio (sekarang bernama XM Satellite Radio), untuk transmisi satelit digital yang akan digunakan dalam siaran radio. XM Radio mulai melakukan siaran secara nasional pada 25 September 2001, lebih awal dibanding Sirius Radio. XM mulai menawarkan beragam program acara siaran dan penerimaan audio berkualitas tinggi bagi penggemar home audio dan car audio.

Siaran radio berbasis satelit memberikan sistem cakupan area siaran yang lebih luas dibandingkan dengan cakupan area sistem radio konvensional. Dengan menggunakan radio satelit, para pendengar yang sedang melakukan perjalanan dari satu ke kota lain (dalam satu cakupan wilayah negara) tidak perlu memindahkan saluran (channel) ke stasiun radio yang berbeda.

Pada dasarnya, sistem radio satelit menggunakan tiga komponen yang menjadi kunci siaran radio, yaitu satelit, pengulang (repeater) yang berbasis di bumi, dan penerima (receiver) radio. Supaya dapat menerima siaran dari satelit dengan jelas tanpa gangguan sinyal akibat kondisi (geografis) wilayah, maka dipasanglah stasiun pengulang (repeater) yang berfungsi sebagai perantara satelit dengan penerima. Keberadaan repeater akan mengurangi wilayah-wilayah blankspot. Baca entri selengkapnya »

Hugo Gernsback, Bapak Fiksi Ilmiah yang Serbabisa

Hugo Gernsback (1884-1967),

Kita semua tentu sudah tak asing lagi dengan film Star Wars, Transformer, Men in Black, Matrix, atau pun Superman. Ya, film-film hebat tersebut dikategorikan sebagai film fiksi ilmiah, karena menggabungkan unsur sains dan teknologi yang diimajinasikan teraplikasi di dalam kehidupan nyata. Tahukah siapa orang paling berjasa yang pertama kali mencetuskan genre film-film seperti ini?

Tersebutlah Hugo Gernsback, seorang inventor (penemu), penulis, editor sekaligus penerbit buku dan majalah-majalah pertama, yang beraliran science fiction (fiksi ilmiah).

Hugo Gernsback terlahir dengan nama Hugo Gernsbacher pada 16 Agustus 1884. Dia berasal dari keluarga terpandang di Luxembourg City, Luxembourg. Ayahnya adalah seorang penjual anggur. Itu sebabnya, mesin-mesin kilang anggur memicu Hugo kecil untuk `jatuh cinta` dengan hal-hal yang berbau listrik. Dari mulai baterai, kabel-kabel, hingga bel-bel yang berbunyi. Namun, pada saat remaja Hugo lebih tertarik dengan cahaya dan bunyi bel.

Awalnya, Hugo banyak bereksperimen dengan telefon dan lampu-lampu kecil yang bersumber pada baterai. Dari percobaan tersebut, Hugo berhasil membuat rumah keluarga Gernsbacher dilengkapi lampu, yang berkekuatan 6 volt beserta telefon yang difungsikan oleh baterai.

Kesuksesan Hugo terhadap rumah keluarganya, membuat semua orang terkesan. Banyak orang meminta Hugo untuk membuat hal serupa di rumah-rumah mereka. Hugo juga kemudian membuat intercom di antara rumahnya dengan para tetangga. Berkat hal ini, Hugo mendapatkan banyak uang. Baca entri selengkapnya »

Saatnya Mewapadai Prediabetes

MUNGKIN Anda sekarang tenang-tenang saja, karena selama ini hasil tes gula darah sewaktu (pemeriksaan yang dilakukan secara acak tanpa didahului puasa 8 jam sebelumnya) masih di bawah 140 mg/dL. Akibatnya, Anda tak terlalu memerhatikan gaya hidup dan pola makan. Padahal, gaya hidup dan pola makan tak sehat memungkinkan seseorang terkena prediabetes, yang jika tidak diwaspadai akan berubah menjadi diabetes.

Data badan kesehatan dunia (WHO) menjelaskan, pasien diabetes di Indonesia akan mengalami kenaikan dari 8,4 juta jiwa pada 2000 dan menjadi sekitar 21,3 juta jiwa pada 2030. Diperkirakan, penderita prediabetes juga akan meningkat pesat.

Perkiraan WHO ini bisa menjadi kenyataan, jika penduduk Indonesia tidak melakukan gaya hidup dan pola makan sehat. Kurang beraktivitas dan berolah raga serta terlalu banyak mengonsumsi junk food, bisa menjadi salah satu penyebab prediabetes.

Menurut Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.P.D., KEMD., FACE, President Elect 2009 – 2011 Persadia (Persatuan Diabetes Indonesia), perjalanan penyakit diabetes memang tidak terjadi tiba-tiba, tetapi melalui beberapa tahapan. Dimulai dari faktor risiko gaya hidup, terutama obesitas dan kurang gerak.

Dijelaskannya, seseorang dikatakan mengidap prediabetes jika kadar gula darah telah melampaui batas normal, tetapi belum mencapai batas diagnosis diabetes. Kondisi prediabetes tidak boleh dianggap enteng, karena sebagian individu dengan prediabetes akan berkembang menjadi diabetes, apabila tidak ditangani dengan baik. Individu dengan prediabetes yang tidak ditangani, dalam waktu sekitar 5-10 tahun, akan meningkat menjadi diabetes. Dan jika sudah diabetes, tidak dapat disembuhkan dan lebih sulit penanganannya. Baca entri selengkapnya »

Internetan dengan Biaya Murah

Perkembangan teknologi informatika menyebabkan internet sudah menjadi salah satu kebutuhan manusia. Namun di sisi lain, banyak masyarakat yang belum bisa menikmati akses internet karena kendala biaya ataupun geografis.

Antena wajan atau Wajanbolic bisa dijadikan salah satu solusi penyediaan internet murah tersebut. Terobosan ini juga dapat membantu mengatasai masalah geografis karena dapat menguatkan sinyal internet.

Wajanbolic merupakan terobosan dalam teknologi RT/RW-net. Dengan teknologi RT/RW-net sangat mungkin satu rumah memperoleh akses internet 24 jam dengan biaya relatif murah. Antena Wajanbolic dapat menjadi klien yang murah dalam sebuah RT/RW-net sehingga kita dapat berinternet dengan murah. Internet murah bukan berarti mencuri bandwidth dan berinternet gratis. Biaya internet menjadi murah karena beban biaya di tanggung ramai-ramai oleh kelompok masyarakat di lingkungan RT/RW.

Antena Wajanbolic e-goen awalnya dikembangkan oleh alumnus SMK Negeri 2 Depok Sleman Yogyakarta, Gunadi atau lebih dikenal dengan e-goen. Antena wajan yang kemudian dikenal sebagai Wajanbolic e-goen menjadi andalan utama bagi mereka yang ingin membangun RT/RW-net atau internet nirkabel murah di rumahnya. Baca entri selengkapnya »

Al Batani, Pahlawan Penentu Bulan Ramadan

Dalam penentuan datangnya bulan baru, di dalam kalender Islam diperlukan suatu tanda yang disebut sebagai hilal. Sementa hilal adalah penampakan bulan dengan mata telanjang, yang paling awal terlihat menghadap bumi setelah bulan mengalami konjungsi.

Begitu juga dengan datangnya bulan Ramadan. Semua umat Islam di dunia membutuhkan tanda, sebagai permulaan dimulainya bulan untuk berpuasa. Hilallah yang merupakan tanda dimulainya segala aktivitas di bulan Puasa.

Adalah seorang Muhammad Ibnu Jabir al Harrani al Batani, tokoh yang berkontribusi sangat besar dalam penentuan hilal. Al Batani, begitu ia dikenal, merupakan seorang ilmuwan Muslim yang banyak melakukan penelitian di bidang Astronomi. Tak hanya itu, Al Batani juga merupakan seorang ahli Matematika yang cukup populer. Bidang Matematika yang dipelajarinya adalah pengukuran. Orang-orang barat lebih mengenalnya dengan nama Albategni, Albategnius, atau Albatenius.

Al Batani lahir di Kota Harran. Satu kota di wilayah Urfa yang saat ini merupakan kawasan di negara Turki. Al Batani lahir pada 858 Masehi. Pendidikan pertama beliau, diperoleh dari ayahnya Jabir Ibnu San`an Al Batani. Ayahnya juga sangat terkenal sebagai ilmuwan di masa itu.

Setelah menyelesaikan pendidikannya di Harran, Al Batani kemudian pindah ke Raqqa. Hal ini karena Al Batani mendapatkan beasiswa dari Bank Euphrates. Di abad ke-9, dia lalu pindah ke Samarra dan bekerja di sana. Di kota inilah berbagai temuan-temuan Al Batani yang terkenal dan fenomenal dilahirkan. Baca entri selengkapnya »

“Rubber Chips” Sumber Energi Spektakuler

Para ahli teknik Princeton University mampu memanfaatkan film-film (lapisan tipis) karet alam jadi piranti canggih sebagai sumber tenaga telefon seluler dan berbagai perangkat elektronik lainnya. Dari bahan chips karet itu, mereka juga mengubahnya jadi chips yang mampu mengikuti gerakan-gerakan kelenturan tubuh, seperti gerakan pernapasan, berjalan, bahkan menjadi energi alat pacu jantung.

Chips karet ini diubah jadi materi yang terdiri atas keramik nanoribbons lalu ditanam ke lembaran karet silikon dan mampu menghasilkan energi listrik ketika tertekuk dan sangat efisien dalam mengonversi energi mekanik menjadi energi listrik. Bukan tidak mungkin suatu hari sepatu yang terbuat dari bahan yang paten ini mampu mengajak pemakainya berjalan dan berlari seperti kekuatan mobile. Ditempatkan dekat paru-paru, lembaran dari bahan yang mengandung energi ini dapat membantu gerakan pernapasan atau alat pacu jantung. Ini akan menghindarkan kebutuhan penggantian baterai setelah pembedahan

Sebuah kertas kerja hasil penelitian teknologi gabungan antara teknologi tinggi dan bahan alami ini telah diterbitkan secara online 26 Mei lalu dalam situs Nano Letters. Tim ahli mekanik Princeton merupakan tim pertama yang berhasil menggabungkan nanoribbons silicon dan plumbum zirconate titanate (PZT), bahan keramik, dan piezoelektrik. Campuran unsur-unsur itu ternyata menghasilkan tegangan listrik yang tinggi ketika diberi tekanan energi kepadanya.

Dari hasil penelitian intensif selama beberapa tahun, ditemukan bahwa semua bahan piezoelectric, PZT, hasilnya sangat efisien. Materi yang terbentuk dapat mengonversi 80 persen energi mekanik jadi energi listrik. “Material PZT ternyata 100 kali lebih efisien daripada kuarsa dan bahan piezoelectric yang lain,” kata Michael Mc.Alpine, seorang profesor teknik mekanis dan aerospace di Princeton yang memimpin pengembangan projek tersebut. Baca entri selengkapnya »

« Entri lama

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 45 pengikut lainnya.