MENGHITUNG? YA TETAP PAKAI JARI


Intisari, No. 530 TH. XLIV
SEPTEMBER 2007

Pada awal peradaban manusia, konon, untuk menghitung satu sampai tiga saja susahnya bukan main. Penduduk di dataran rendah Amazon, misalnya, cara menghitungnya begini: satu, dua, banyak …! Ketika mulai bisa menghitung lebih banyak, orang lalu memakai jari tangan dan jari kaki atau benda lainnya. Akan tetapi jelas, sebagai alat hitung jari-jari tadi berkemampuan amat terbatas.

Awal mula alat hitung barangkali dimulai dengan sempoa atau abakus yang dijalankan secara manual. Alat ini – konon berasal dari Asia (Cina) lebih dari 5.000 tahun yang lalu – dengan pelbagai versinya dipakai secara luas di berbagai belahan dunia seperti di Yunani Kuno, Mesir Kuno, juga Romawi, Rusia, Jepang, serta India dan Cina. “Sempoa” paling tua agaknya semacam papan tempat orang Babilonia menaburkan pasir di atasnya untuk bisa melacak huruf untuk menulis. Sampai akhir abad ke-17 sempoa masih banyak dipakai di Eropa. Bahkan di kawasan Asia seperti Cina dan Jepang serta Timur Tengah alat ini masih dipakai sampai sekarang.

Mesin hitung mekanis pertama ditemukan pada sekitar abad ke-17 SM. Adalah Wilhelm Schickard – pria berkebangsaan Jerman – yang pertama kali menemukan mesin hitung mekanik sekitar tahun 1623 – 1624. Sayang, catatannya hilang dalam Perang Tiga Puluh Tahun. Sebelumnya, ahli matematika Inggris William Outhtred sekitar tahun 1622 membuat alat hitung berbentuk mistar yang di bagian tengahnya terdapat benda yang bisa digeser-geser. “Mistar” ini bisa menghitung secara cepat, membagi, meng-“kuadrat”, mencari akar angka, logaritma suatu angka, dan sebagainya.

Konstruksi skala yang dipakai pada alat ini memang berdasarkan pada prinsip logaritma ciptaan ahli matemetika Skotlandia, John Napier pada 1614 (sumber lain menyebut matematikawan Inggris Edmund Gunter). Sebelumnya, John Napier menemukan cara menghitung dengan tabel “empat persegi” yang terdiri atas 9 x 9 kolom angka, masing-masing berisi angka 1 sampai 9 – kemudian dikenal dengan nama Napier’s Bones.

Lantas alat hitung mekanis generasi kedua lahir. Tahun 1642, Blaise Pascal, ahli matematika Prancis – yang saat itu berusia sekitar 19 tahun – membuat kalkulator digital untuk membantu menghitung pajak ayahnya yang pegawai administrasi pemerintahan lokal. Namun alat ini baru bisa untuk penjumlahan dan pengurangan. Lalu Gottfried Wilhelm von Leibniz (1646 – 1716), matematikawan dan filsuf Jerman pada 1671 mengembangkan alat hitung bikinan Pascal. Ia membuat mesin hitung yang tidak hanya dapat melakukan penjumlahkan dan pengurangan tapi sekaligus melakukan perkalian, pembagian, dan mencari akar.

Baru pada 1820 kalkulator mekanik mulai populer. Charles Xavier Thomas de Colmar asal Prancis membuat alat hitung mekanik (kalkulator) secara komersial yang dinamakan arithmometer. Namun William Burroughs yang warga AS-lah yang pertama kali mendapatkan hak paten untuk memproduksi kalkulator untuk keperluan bisnis.

Seiring kemajuan teknologi, pada era 1960-an dan 1970-an kalkulator mekanik mulai digantikan dengan alat bertenaga listrik. Produk-produk baru ini bekerja lebih cepat, lebih tenang dan dapat melakukan penghitungan yang lebih kompleks. Bentuk kalkulator pun menjadi lebih kecil namun tambah besar kemampuannya.

Toh secanggih apa pun alat hitungnya, tetap saja harus dioperasikan dengan jari.

(Dari pelbagai sumber/Riyadi)

8 pemikiran pada “MENGHITUNG? YA TETAP PAKAI JARI

  1. yupz….bener banget…menghitung ya pake jari!!!….jarimatik..hampir sama dengan sempoa cuma sempoa pake alat……aku udahbelajar walau gak pinter banget….sekarang pingin belajar pembagian dan perkalian…belum dapet bukunya….bantuin donk..

    Suka

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s