Edwin Howard Armstrong (1890-1954), Penemu Gelombang Radio FM

advertorial |

tempat kuliah paling fleksibel SARJANA NEGERI 3 TAHUN – TANPA SKRIPSI ABSENSI HADIR BEBAS – BERKUALITAS – IJAZAH & GELAR DARI DEPDIKNAS MURAH DAPAT DIANGSUR TIAP BULAN -terima pindahan dari PTN/PTS lain
MANAJEMEN – AKUNTANSI – ILMU KOMUNIKASI – ILMU PEMERINTAHAN

70314141-utkampus : jl. terusan halimun 37 bandung- utkampus.net



KEMAJUAN teknologi berdampak pula terhadap siaran radio. Dulu kita hanya dapat menikmati siaran radio dengan gelombang AM (amplitude modulation). Namun, kini pendengar pun dimanjakan oleh kemunculan gelombang radio FM (frequency modulation) yang bersuara lebih jernih. Orang yang berjasa menemukan gelombang FM adalah Edwin Howard Armstrong yang dikenal sebagai “Bapak penemu radio FM”.

Amstrong dilahirkan pada tanggal 18 Desember 1890 di New York City, Amerika Serikat (AS). Kepintaran dan keuletannya sudah tampak sejak kecil. Bahkan, ketika usianya baru menginjak 14 tahun, ia telah bercita-cita ingin menjadi seorang penemu. Ketika menginjak remaja, dia mulai mencoba menjadi tukang servis alat-alat rumah tangga tanpa kabel (nirkabel), dan ketika duduk di bangku SMA, dia telah mulai mengadakan uji coba dengan membuat tiang antena di depan rumahnya untuk mempelajari teknologi nirkabel yang kala itu sering mengalami gangguan. Dia dengan cepat dapat memahami permasalahan pada alat komunikasi tersebut. Ia juga dapat menemukan kelemahan sinyal pada penerima akhir transmisi komunikasi. Padahal, tidak ada cara lain untuk memperkuat tenaga pada pengiriman akhir.

Untuk mengembangkan pengetahuannya pada masalah gelombang komunikasi, setelah tamat SMA, Amstrong masuk ke Universitas Columbia jurusan teknik. Di universitas itulah ia melanjutkan penelitiannya di bidang nirkabel. Pada tahun ketiga di Universitas Columbia, Armstrong memperkenalkan temuannya, berupa penguat gelombang radio pertama (radio amplifier). Radio sendiri sebenarnya sudah ditemukan terlebih dahulu oleh Lee De Forest yang menggunakan Tabung Audion yang diberi nama tabung Lee De Forest. Namun, gelombang yang dipancarkannya masih terlalu lemah.

Armstrong mempelajari cara kerja tabung Lee DeForest dan kemudian mendesain ulang dengan mengambil gelombang elektromagnetik yang datang dari sebuah transmisi radio dan dengan cepat memberi sinyal balik melalui tabung. Hanya sesaat, kekuatan sinyal akan meningkat sebanyak 20.000 kali per detik. Fenomena ini oleh Armstrong disebut dengan “regenerasi radio”, yang merupakan penemuan penting dan perlu saat radio pertama kali ada. Dengan pengembangan ini, para teknisi radio tidak memerlukan 20 ton generator lagi agar stasiun radio mereka mengudara. Desain sirkuit tunggal temuan Armstrong menjadi kunci kelangsungan gelombang transmiter yang menjadi inti operasional radio. Dan dia lulus sarjana teknik tahun 1913. Atas temuannya tersebut, Armstrong mematenkan ciptaannya dan memberi lisensinya pada Marconi Corporation tahun 1914.

Enam tahun kemudian, Westinghouse membeli hak paten Armstrong atas penerima superheterodyne, dan memulai kiprahnya menjadi stasiun radio pertama bernama KDKA di Pittsburgh. Mulailah radio menjadi sangat populer pada saat itu, mulai dari hiburan sampai berita penting, tidak ada yang tidak memakai jasa radio. Setelah itu, bermunculan terus gelombang radio lainnya. RCA (The Radio Corporation of America) segera membeli seluruh hak paten radio begitu juga radio lain ikut membelinya.

Setelah Perang Dunia I usai, Armstrong kembali ke Universitas Columbia dan bekerja sebagai profesor di universitas tersebut. Tahun 1923 dia menikah dengan Marion MacInnes, sekretaris dari Presiden RCA, David Sarnoff. Pada dekade tersebut dia terlibat dalam perang perusahaan dalam mengendalikan hak paten radio. Hal ini berlanjut sampai awal tahun 1930, dan Armstrong kalah di pengadilan. Meski demikian, dia terus melanjutkan penelitian untuk memecahkan masalah statistik radio. Ia berkesimpulan, hanya ada satu solusi agar karyanya yang telah dicuri orang bisa dihargai, yaitu merancang sistem yang sama sekali baru.

Penelitian demi penelitian pun terus dia lakukan untuk lebih menyempurnakan suara radio tersebut. Pada 1933 Amstrong memperkenalkan sistem radio FM (frequency modulation), yang memberi penerimaan jernih meskipun ada badai dan menawarkan ketepatan suara yang tinggi yang sebelumnya belum ada. Sistem tersebut juga menyediakan sebuah gelombang tunggal membawa dua program radio dengan sekali angkut. Pengembangan ini disebut dengan multiplexing.

Mengenai perbedaan antara gelombang AM dan FM, bisa dijelaskan sebagai berikut. Sinyal suara tidak dapat langsung dipancarkan karena sinyal suara bukan gelombang elektromagnetik. Jika sinyal suara tersebut diubah menjadi gelombang elektromagnetik sekalipun, berapa panjang antena yang dibutuhkan. Untuk dapat mengirimkan sinyal suara dengan lebih mudah, sinyal suara tersebut terlebih dahulu ditumpangkan pada sinyal radio dengan frekuensi yang lebih tinggi dari sinyal suara tersebut. Metode untuk menumpangkan sinyal suara pada sinyal radio disebut modulasi. Modulasi yang sering dipakai radio adalah modulasi amplitudo (AM – amplitude modulation) dan modulasi frekuensi (FM – frequency modulation)

Beda utama antara gelombang AM dengan FM adalah cara memodulasi suaranya. Gelombang FM mempunyai range tambahan sebesar plus 455 KHz. Jadi, jika ada frekeensi radio 88.00 FM, sebenarnya dia menggunakan frekuensi 88.00 MHz + 455 KHz. Mengapa ada tambahan 455 KHz? Nah, gelombang FM itu memodulasi suara secara digital. Jadi, gelombang suara audio itu dicacah secara digital sesuai frekuensi audio (batas ambang telinga antara 6 Hz – 20 KHz). Setelah dicacah secara digital (tambahan 455 KHz tadi, sebagai digital audio buffer), sinyal digital tsb. di-mix dengan gelombang radio (carrier) yang berfrekuensi 88.0 MHz tadi, kemudian dilempar ke udara terbuka. Bagaian yang penting dari sistem pemancar FM adalah antena, saluran transmisi, dan pemancar itu sendiri.

Untuk memperkenalkan temuannya pada dunia, pada tahun 1940 Armstrong mendapat izin untuk mendirikan stasiun radio FM pertama yang didirikan di Alpine, New Jersey. Berkat temuannya tersebut , pada 1941, Institut Franklin memberi penghargaan kepada Armstrong berupa medali Franklin, yang merupakan salah satu penghargaan tertinggi komunitas ilmuwan. Kekalahannya dalam sengketa selama bertahun-tahun dengan perusahaan yang telah memanfaatkan hak ciptanya, tak berpengaruh terhadap pemberian medali Franklin tersebut.

Sayangnya, Armstrong harus mengakhiri hidupnya dengan cara tragis. Sang penemu gelombang radio FM tersebut diketemukan mati bunuh diri di tahun 1954. Istrinya, Marion MacInnes, yang menjadi pewaris hasil temuan Armstrong melanjutkan perjuangan suaminya bertempur di persidangan dan memenangkan jutaan dolar. Atas kejernihan suara yang dihasilkannya di awal ’60-an, saluran FM mendominasi sistem radio, dan bahkan digunakan untuk komunikasi antara bumi dan luar angkasa oleh Badan Antariksa Nasional Amerika, NASA. (Desy Natalia/berbagai sumber)***

@

 

Pikiran Rakyat :Kamis, 06 Oktober 2005

About these ads

27 Komentar

  1. Januari 21, 2008 pada 11:27 am

    wah gwa baru taw tuh !!!! :p

  2. fiqran said,

    Februari 13, 2008 pada 7:04 am

    Memang hebat Edwin Amstrong, namun yang paling adalah kepribadiannya yang mengagumkan dimana penemuannya di curi tapi ia tak serta merta patah arang malah berpikir lebih jauh yaitu ingin menemukan sesuatu yang baru ternyata Tuhan memberi ia petunjuk sehinggha ia menemukan gelombang FM. Tanggapan Saya mudah-mudahan kepribadian menjadi acuan bagi banyak orang.

  3. bushyetdah said,

    Maret 17, 2008 pada 3:37 pm

    Kenapa ya orang hebat biasanya matinya cepat

  4. MonoKuRoBoo™ said,

    Mei 28, 2008 pada 9:31 am

    ORANG TERKENAL, pasti dia pake point PLUS-PLUS . huohohohohoho,,,..
    tuh kan negara laen, napa negara kita jadi sewot gitu yach????

  5. sarmaima45 said,

    Juli 25, 2008 pada 6:15 pm

    Edwin Amstrong….hidupmu sudah berakhir,tapi penemuanmu sampai sekarang masih berjalan.terimah kasih untukmu.Tapi temuanmu sering dipergunakan orang lain untuk hal yang negatif,radio FM,Jaman sekarang.Why…..?

  6. yathie said,

    Agustus 4, 2008 pada 1:32 pm

    heeeee koq bukan aq aja sie yg menemikan_a

  7. kritinK cantik said,

    Agustus 21, 2008 pada 8:35 am

    Trimakasih Mr.Edwin Armstrong atas perjuanganmu yang hebat dan luarbiasa tersebut

    Karena penemuan mu, akhirnya aku pun juga bisa merancang radio buatanku sendiri meski masih dalam bentuk AM Radio

    Hehehehehehe

  8. lizar said,

    September 8, 2008 pada 2:58 am

    terimakasih ada sejarah tentang sinyal fm tapi yang saya juga butuh kan sejarah penemu pertama sinya ??? baik sinyal apapun
    apa anda tau???

  9. kekkai said,

    September 24, 2008 pada 7:48 am

    terimakasih loch atas ilmu pengetahuannya tentang sinyal radio fm ini!!!!!!

  10. November 6, 2008 pada 3:30 am

    kasihan pinter2 mati

  11. Herdy said,

    Desember 2, 2008 pada 5:19 pm

    Thank pak amstrong akhirnya aku bisa dengerin radio fm. Skalian aku jadi pnyiarnya.. Suaranya krenyes2 sejernih CD ow good job

  12. Irwan said,

    Desember 23, 2008 pada 5:17 am

    sip sip sip :D
    akhirnya aku bisa terhubung ke internet tanpa kabel hahaha

  13. RANI said,

    Januari 30, 2009 pada 4:39 am

    Penemuannya bener-bener menakjubkan.Kapan aku bisa kayak gitu yow??????

  14. anes said,

    Maret 8, 2009 pada 2:26 pm

    keren penemuannya

  15. HARZALES said,

    Maret 19, 2009 pada 8:29 am

    hebat2 tpi sungu malang,,kenapa harus mengakhiri hidup dengan cara hina.

  16. azis said,

    Juli 3, 2009 pada 3:06 pm

    FM memang oke

  17. Bima said,

    Oktober 12, 2009 pada 3:49 am

    Artikel yang cukup bagus.
    Om ada hal yang saya belum jelas ttg “Gelombang FM mempunyai range tambahan sebesar plus 455 KHz.”, karena kalau tidak salah frekwensi 455Khz itu adalah frekwensi IF-nya penerima AM yang umum dan 10,7 Mhz adalah frekwensi IF-nya penerima FM. Mohon untuk penjelasannya.

    Salam
    Bima

  18. M Taufik Ptr said,

    Januari 6, 2010 pada 10:26 pm

    Dengan Ilmu Hidup Jadi Mudah..

  19. Januari 24, 2010 pada 1:58 am

    Edwin Howard Armestrong – Sang penemu gelombang radio FM tersebut diketemukan mati bunuh diri di tahun 1954. Istrinya, Marion MacInnes, yang menjadi pewaris hasil temuan Armstrong melanjutkan perjuangan suaminya bertempur di persidangan dan memenangkan jutaan dolar. Atas kejernihan suara yang dihasilkannya di awal ’60-an, saluran FM mendominasi sistem radio, dan bahkan digunakan untuk komunikasi antara bumi dan luar angkasa oleh Badan Antariksa Nasional Amerika, NASA luarrrrrr …biasa..teruskan untuk anak seta cucu – cucunya….

  20. Januari 24, 2010 pada 2:01 am

    Aku bekerja di salah satu Radio FM di Cilegon…apa lagi yg diperbuat..untuk anak & cucu – cunya..Trima ksasih..Orang – orang Genius seperti Edwin Howard Armestrong – Sang penemu gelombang radio FM tersebut tapi sayang diketemukan mati bunuh diri di tahun 1954.

  21. bian said,

    April 11, 2010 pada 3:25 am

    Iya tuh kayaknya salah 455khh itu IF nya radio AM kalo radio FM itu IF nya 5.5 Mhz..trus bandwidthnya 40 Khz sterero (20Khz L 20 Khz R) gitu trus itu juga bukan sinyal digital..analog doank
    FM itu kan Frek Modulasi jadi Frek Carriernya berubah sesuasi suara yg di tumpangkan FC+FA (FC frek carrier FA frek audio
    gitu kali ya

  22. bian said,

    April 11, 2010 pada 3:31 am

    Saya sebenere pengen banget di negara kita yg makmur sinar matahari angin ..ombak2 di pantai ….kok di jadiin listrik mandiri ya
    jadi tiap2 rumah di sarankan penggunaan listrih tidak ngandalin PLN tapi kalo yg berhasil tanpa PLN di kasih penghargaan gitu asyik ya
    Saya akan bikin rumah saya pake turbin angin ..pemanas matahari …solar cell pokoknya saya pengen bener2 bebas PLN tapi sayangnya saya masih kecil…

  23. Sandy said,

    April 29, 2010 pada 5:58 am

    Sungguh sebuah tulisan yang sangat membantu, dan saya mohon izin utuk mengutip tulisan sdr. untuk membuat tugas akhir pada perkuliahan saya.

    salam

  24. arum manies`z said,

    Juli 26, 2010 pada 3:44 am

    makachi yaw pak hamsrtrong kita jadi bisa dengerin radio,coba ga ada pak amsrtrong repot dach,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.,.

  25. ahmad said,

    Juli 26, 2010 pada 8:57 am

    makasih om…. informasinya

  26. MARGARETA VANIA said,

    Juli 28, 2010 pada 10:58 am

    THANKZ MR. ARMSTRONG! ELO EMANG BIKIN BANGGA! TP KNAP HRZ BNIUH DRI SIH? KYX KRANG KRJAAN JA!

  27. Fahmi Aujar Shidiq said,

    Juni 29, 2011 pada 1:58 pm

    trima ksih atas penemuannya. kita dpt mempelajari dr biografi diatas bahwa ilmu tanpa agama lumpuh.!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 45 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: