Industri Gula Gunakan Mesin Tua


Finance-tribunjabar.co.id  
Jum’at , 01 Februari 2008 , 01:51:51 wib

erwin adriansyah

CIREBON, TRIBUN – Jika berdasarkan potensi yang dimiliki Jabar, sebenarnya, besar. Pun dalam hal produksi gula. Sayangnya, kualitas gula produk Jabar sulit berkembang. Salah satu penyebabnya, saat ini, masih cukup banyak industi gula yang menggunakan mesin-mesin tua.”Bahkan, tidak sedikit mesin yang usianya 100 tahun lebih,” tandas Ketua DPD Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTRI) Jabar, Anwar Asmali, belum lama ini.

Dasar itu, kata Anwar, yang membuat pihaknya meminta pemerintah untuk secepatnya melakukan perbaikan pabrik gula. Tujuannya, jelas dia, adalah untuk meningkatkan hasil produksi gula rakyat.

”Saya kira, akan percuma saja jika luas lahan tebu terus yang ditambah, tetapi pabrik gula masih menggunakan mesin tua yang berumur di atas 100 tahun,” ujarnya.

Padahal, lanjut Anwar, tiap hektarenya, petani tebu Jabar dapat menghasilkan sebanyak 1.000 kuintal tebu. Sayangnya, kualitas gulanya masih rendah. Itu akibat kondisi industri gula yang ada saat ini.

Anwar berpendapat, apabila tidak dibarengi oleh adanya perbaikan pabrik gula. kebijakan pemerintah dalam hal budidaya tanaman tebu melalui beberapa program, seperti bongkar ratoon, bantuan traktor, dan lainnya, tidak akan optimal.

Karenanya, tegas dia, pihaknya meminta pemerintah untuk membentuk tim independen yang berfungsi menghitung rendemen (kualitas kadar gula dalam tebu). Manfaat lainnya, sambung dia, bisa meningkatkan penghasilan petani tebu.

”Semakin tinggi rendemen, kian banyak gula yang bisa diperoleh petani tebu. Karena itu, saya kira, perlu adanya penghitungan rendemen secara transparan. Untuk itu, dalam hal penghitungan rendemen yang transparan, perlu adanya tim independen,” paparnya.

Anwar meneruskan, saat ini, rendemen tebu rakyat Jabar tergolong yang paling tinggi, yaitu mencapai 7. Padahal, kata Anwar, kemungkinan nilainya dapat lebih tinggi lagi. Sebenarnya, ujar Anwar, upaya untuk meningkatkan rendemen sudah dilakukan petani tebu.

Caranya, ungkap dia, melakukan perbaikan budidaya tanaman tebu dan hablur gula. Menurutnya, usul pembentukan tim penilai independen merupakan salah satu upaya penyelesaian agar hasil gula petani tebu rakyat bisa meningkat meski masalah sebenarnya yang menyebabkan tetap rendahnya produksi gula adalah pabrik gula yang sudah tua. (win)

Iklan

4 pemikiran pada “Industri Gula Gunakan Mesin Tua

  1. Memang kebanyakan PG sekarang adalah peninggalan Belanda dan berumur 100 tahun lebih. Efisiensi pabrik sangat rendah karena kapasitasnya yang kecil. Mengenai umur peralatan kebanyakan pabrik sudah menggunakan peralatan yang sudah cukup modern. Yang sangat mendesak sekarang adala untuk meningkatkan kapasitas giling sehingga jadwal giling dapat terencana dan tebu dapat digilng dengan kondisi masak yang maksimal.

    http://www.risvank.com

    Suka

  2. Wah, datanya kok rada rada ga bener. Rendemen 7 mah rendah, jaman Belanda bisa 14, tahun 2008 rata rata bagus ada yang rata2 8,5. Mesin yang berumur 100 tahun ??? Gedungnya kali yang 100 tahun.

    Suka

  3. permasalahn ini sangat komplek namun hanya dibagi dua permasalahan besar yaitu :
    Secara Teknis : 1. memang perlu penambahan kapasitas giling sehingga jadwal proses penggilingan sesuai bulan optimal, 2. Penggunaan alat pemurnian nira yang bisa menghasilkan gula yang berkualitas nomor 1 dan penggunaan alat pengukur rendemen yang modern dapat menentukan dengan cepat dan tepat.
    Secara Management : 1. Perlu adanya keadilan dan proporsional dalam jadwal penebangan tebu antara tebu rakyat (TR) dengan tebu sendiri (TS)milik PG yang notabene biasanya tebu TS selalu di tebang bulan optimal sedang tebu TR biasanya ditebang di bulan awal atau akhir, 2. perlu adanya profesionalisme dalam penghitungan rendemen sebab sebaik apapun alat teknis tanpa dibarengi dengan profesionalisme yang tinggi tidak akan berarti (tetap terjadi kebocoran) biasanya tebu TS bisa mencapai rendemen 10% sedangkan rendemen TR maksimal 8% padahal dilapangan belum tentu tebu TS bagus untuk mencapai bobot maupun rendemen.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s