Tentang Pendidikan Seks


Minggu, 16-12-2007 | 04:00:00-tribunkaltim.co.id

– Pendidikan seksual selain menerangkan tentang aspek-aspek anatomis dan biologis juga menerangkan tentang aspek-aspek psikologis dan moral.

– Pendidikan seksual yang benar harus memasukkan unsur-unsur hak asasi manusia. Juga nilai-nilai kultur dan agama diikutsertakan sehingga akan merupakan pendidikan akhlak dan moral juga.

Tujuan pendidikan seks :

– Memberikan pengertian yang memadai mengenai perubahan fisik, mental dan proses kematangan emosional yang berkaitan dengan masalah seksual pada remaja.

– Mengurangi ketakutan dan kecemasan sehubungan dengan perkembangan dan penyesuaian seksual (peran, tuntutan dan tanggungjawab)

– Membentuk sikap dan memberikan pengertian  terhadap seks dalam semua manifestasi yang bervariasi

– Memberikan pengertian bahwa hubungan antara manusia dapat membawa kepuasan pada kedua individu dan kehidupan keluarga.

– Memberikan pengertian mengenai kebutuhan nilai moral yang esensial untuk memberikan dasar yang rasional dalam membuat keputusan berhubungan dengan perilaku seksual.

– Memberikan pengetahuan tentang kesalahan dan penyimpangan seksual agar individu dapat menjaga diri dan melawan eksploitasi yang dapat mengganggu kesehatan fisik dan mentalnya.

– Untuk mengurangi prostitusi, ketakutan terhadap seksual yang tidak rasional dan eksplorasi seks yang berlebihan.

– Memberikan pengertian dan kondisi yang dapat membuat individu melakukan aktivitas seksual secara efektif dan kreatif dalam berbagai peran, misalnya sebagai istri atau suami, orangtua, anggota masyarakat.

Kiat:

– Dalam membicarakan masalah seksual adalah yang sifatnya sangat pribadi dan membutuhkan suasana yang akrab, terbuka dari hati ke hati antara orangtua dan anak. Hal ini akan lebih mudah diciptakan antara ibu dengan anak perempuannya atau bapak dengan anak laki-lakinya, sekalipun tidak ditutup kemungkinan dapat terwujud bila dilakukan antara ibu dengan anak laki-lakinya atau bapak dengan anak perempuannya.

– Usahakan jangan sampai muncul keluhan seperti tidak tahu harus mulai dari mana, kekakuan, kebingungan dan kehabisan bahan pembicaraan.

– Cara menyampaikannya harus wajar dan sederhana, jangan terlihat ragu-ragu atau malu.

– Isi uraian yang disampaikan harus objektif, namun jangan menerangkan yang tidak-tidak, seolah-olah bertujuan agar anak tidak akan bertanya lagi.

– Dangkal atau mendalamnya isi uraiannya harus disesuaikan dengan kebutuhan dan dengan tahap perkembangan anak. Terhadap anak umur 9 atau 10 tahun  belum perlu menerangkan secara lengkap mengenai perilaku atau tindakan dalam hubungan kelamin, karena perkembangan dari seluruh aspek kepribadiannya memang belum mencapai tahap kematangan untuk dapat menyerap uraian yang mendalam mengenai masalah tersebut.

– Pendidikan seksual harus diberikan secara pribadi, karena luas sempitnya pengetahuan dengan cepat lambatnya tahap-tahap perkembangan tidak sama buat setiap anak. Dengan pendekatan pribadi maka cara dan isi uraian dapat disesuaikan dengan keadaan khusus anak.

– Usahakan melaksanakan pendidikan seksual perlu diulang-ulang (repetitif) selain itu juga perlu untuk mengetahui seberapa jauh sesuatu pengertian baru dapat diserap oleh anak, juga perlu untuk mengingatkan dan memperkuat (reinforcement) apa yang telah diketahui agar benar-benar menjadi bagian dari pengetahuannya. (e-psikologi/cpk)

Waspada !

Berbagai perilaku seksual pada remaja yang belum saatnya untuk melakukan hubungan seksual secara wajar antara lain dikenal sebagai :

– Masturbasi atau onani yaitu suatu kebiasaan buruk berupa manipulasi terhadap alat genital dalam rangka menyalurkan hasrat seksual untuk pemenuhan kenikmatan yang seringkali menimbulkan goncangan pribadi dan emosi.

– Berpacaran dengan berbagai perilaku seksual yang ringan seperti sentuhan, pegangan tangan sampai pada ciuman dan sentuhan-sentuhan seks yang pada dasarnya adalah keinginan untuk menikmati dan memuaskan dorongan seksual.

– Berbagai kegiatan yang mengarah pada pemuasan dorongan seksual yang pada dasarnya menunjukan tidak berhasilnya seseorang dalam mengendalikannya atau kegagalan untuk mengalihkan dorongan tersebut ke kegiatan lain yang sebenarnya masih dapat dikerjakan. (e-psikologi/cpk)

35 pemikiran pada “Tentang Pendidikan Seks

  1. saya sebagai mahasiswi yang sedang belajar tentang ilmu psikologi ingin sekali membekali adik atau keluarga terdekat dengan pendidikan seks yang dengan bahasa yang pantas sesuai dengan umur mereka agar nantinya tidak tabu dan fatalnya melakukan diluar kendali orangtua karena pada zaman sekarang fsillitas akan menjangkau kepada hal tersebut sangat mudah.
    diharapkan banyaknya para psikolog untuk mengadakan kegiatan keilmuan ditiap sekolh-sekolah.

    Suka

  2. tergantung dari sudut pandang orang

    bila diukur dari keutuhan selaput dara berarti ya tidak perawan
    tapi bila diukur dari keintiman dengan laki-laki berarti masih virgin

    ya gak ?

    Suka

  3. KEPERAWANAN ITU TIDAK BISA DIUKUR DENGAN PECAHNYA SELAPUT DARA, BUKAN TOLAK UKUR UNTUK BAHAGIA ITU DARI PERAWANNYA SEORANG WANITA.

    Suka

  4. informasi yang bagus. semoga para orang tua mulai menyadari betapa pentingnya pendidikan seks mulai dini.
    agar meminimalkan angka kejadian penyimpangan seksual di muka bui ini.
    yang salah satunya penyebab dari “PEMANSASAN GLOBAL.”
    yang dituangkan seperti panasnya api nneraka.
    karena sudah banyak sekali maksiat di muka bumi ini. salah satunya tentang penyimpangan seks.

    Suka

  5. Bermanfaat sekali uraian diatas, terutama bagi orang tua yang memiliki anak remaja. Orang tua sudah harus merubah paradigma berpikir tentang seks. Berbicara seks pada anak bukan hal yang perlu ditutup-tutupi dan ditabukan selama dapat memberikan informasi yang wajar,jelas dan proporsional sesuai dengan usia perkembangan anak.Akan lebih berbahaya apabila anak mencari informasi pada orang yang salah. Memberikan pendidikan seks bukan berarti mengajarkan anak cara berhubungan seks.

    Suka

  6. apakah anak yg uDa kena penganiayaan fisik pada masa kecil berpengaruh pada keperawanan mereka padahal organ vital mereka belum tumbuh sempuna?????

    Suka

  7. perlu ada penelitian terhadapkeluarga yang memberikan pendidikan seks sejak dini bagi anaknya, apakah kemudian ketika remaja anak mereka cukup memahami seks dan apakah mereka protektif terhadap perilaku seks bebas

    Suka

  8. menurut q_yu keperawanannan dari seorang wanita yaitu,:berhasilkah seseorang wanita itu untuk menjaga kepercayaan yang diberikan tuhan untuk menjaga keperawanannya sampai waktunya tiba untuk memberikan pada seseorang yang tepat untuk mendapatkannya………. jadi menurutku keperawananan seorang perempuan adalah gharga diri bagi perempppppuan tersebut,,,,,,,,,

    Suka

  9. Hmm…
    Menurut sy…memberikan pendidikan seks sejak dini terhadap anak itu ibarat
    “Menuang Bensin ke Bara Api”,
    Bukan kebaikan yg akan dipetik,
    Justru orientasi urusan “Selangkangan” yg akan di otak-atik otak si anak yg masih polos, lugu, bersih lg baik itu.

    Coba tengok Negeri2 yg memberikan pendidikan seks sejak dini,
    Adakah kebaikan yg bisa mereka petik ???
    Apakah mereka protektif terhadap perilaku seks bebas ???
    Apakah anak2 mereka steril dari orientasi urusan “Selangkangan” ???

    Solusi terbaik adalah kuatkan pendidikan agama Si anak (Islam) ^_^

    Karena dari situ mereka akan mengetahui
    Bahwa Tuhannya Maha Melihat lg Maha Mengetahui…
    Bahwa urusan Seks yg tidak Halal adalah berdosa
    Bahwa sesungguhnya setiap mereka adalah pemimpin bagi dirinya,
    dan akan dimintai pertanggungjawabanya kelak

    Dengan demikian…
    -Terciptalah Filter-Filter alamiah (dari diri si Anak)
    Yg lbh ampuh daripada blokade situs2 porno maupun UU antipornografi-pornoaksi
    -Terbentuklah MindSet-Mindset yg jauh dr orientasi urusan2 seks

    Karena, “Dunia ini tak selebar Selangkangan” saja… ^_^

    Wallahu A’lam bi Showab

    Suka

  10. K’prwanan 2 sgla’x,, jgn sampe MBA kcian tan jdoh qta dpat yg bekas, MBA pzt rmah tangga’x gk kn prnh harmoniz, mnggu smua pa yg brkaitn d’hdup qta……….

    Suka

  11. Bgi loe yg prnh nglaku’n hal bdo gt.. Hati” dch,, Tuhan 2 px 1001 mcam karma bhkan lbh bwt para pnzina,, gk akhirt z loe trziksa.. Blum pnykit yg siap nyerang loe d’kmudian hari.. Bgi yg blum brzyukrlah krn peran ortu dlam hdup qta ne bsar bgd..

    Suka

  12. Maaf, siapa bilang pendidikan seks di usia dini itu bagaikan ” menuang bensin ke bara api ” ???

    Pendidikan seks menurut tokoh pendidikan nasional Arif Rahman Hakim adalah proses sadar dan sistematis di sekolah, keluarga dan masyarakat untuk menyampaikan proses perkelaminan menurut agama dan yang sudah ditetapkan oleh masyarakat.

    Dengan demikian pendidikan ini bukanlah pendidikan tentang How To Do ( bagaimana melakukan seks) tetapi intinya sebagai upaya preventif dalam rangka moralitas agama. Anda mencontohkan dunia barat??? wah… saya rasa itu wajar, kenapa? karena pendidikan mereka tidak dituntun dengan suatu sistem seperti sistem Islam. Mereka masih bersifat sekuler yang memisahkan hukum agama dengan kehidupan, jadi pendidikan ini disalah gunakan.

    lalu apa akibatnya jika anak-anak tidak diberikan pendidikan seks?
    Anda tahu, bahwa di Indonesia ada sekitar 62juta remaja yang sedang tumbuh di Tanah Air. Jika kita tidak peduli dengan kebutuhan mereka untuk mengenali “seks” maka mereka akan mencari informasi sendiri di internet, dibuku dan diberbagai media. Sayang nya karena mereka masih dalam masa pencarian jati diri sangat mudah terombang-ambing diperparah dengan dekadensi moral, maka mereka menelan mentah-mentah informasi ini. So, pendidikan yang sistematis tentang ini perlu.

    Terimakasih,.. ^_^

    Suka

  13. Pendidikan seks memang penting, tetapi yang lebih penting lagi adalah metode penyampaian yang benar, karena kalau salah penyampaian bukan pemahaman yang yang didapat, malah anak akan mengimajinasikan apa yang mereka dengar dan yang paling patal adalah mencobanya.

    Para orang tua diwajibkan untuk mendapatkan metode yang benar sebelum mencoba menjelaskan kepada anak sehingga tidak terjadi istilah pendidikan seks di usia dini itu bagaikan ” menuang bensin ke bara api ”

    Suka

  14. penddkn seks khan ada sejak kita lahir, n q rasa tepat2 aj klo mengsosialisasikan penddk seks sejak dini,agar kita g slh kaprah dlm memahaminya. liat aj skrag, bnyk kn yg justru g karu2an gr2 gtw. q sndri pny penglaman pribadi, wkt lom dikasih pengetahuan tentang itu,q pikir yang namanya seks itu ya tabu n kotor.
    n buat yang kasih koment kalo penddkn seks tu kaya nuang bensin ke dalam api, kayaknya g juga deh. lha wonk nabi Muhammad aja bilang kalo kita wajib nuntut ilmu sjk lahir hga ke liang lahat, piye tho?????

    Suka

  15. low menurut aku,,,seeh pendidikan seks itu penting buangetzz,,,coz penting buat pembelajaran,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

    Suka

  16. Ping-balik: Candraxiipa's Blog
  17. Pend. seks pra remaja sngat penting kerna kita dpat mengetahui apa yg di maksud tentang seks, bukan berarti berhubungan langsung antara Lk&Pr tp bagaimana kita memahami seks itu sendiri……………

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s