800 Guru Balikpapan Belum Peroleh Tunjangan Profesi


Sebanyak 800 orang guru di Balikpapan belum memperoleh uang tunjangan profesi dari pemerintah kota (pemkot), kata Kepala Dinas Pendidikan Kota (Disdik) Balikpapan, Sarjono di Balikpapan, Rabu.

Jumlah guru yang belum memperoleh tunjangan tersebut cukup tinggi dari guru yang ada di Balikpapan sebanyak 6.000 orang, ujarnya. “Maka pada tahun 2010, para guru yang belum memperoleh uang tunjangan profesi tersebut akan diprioritaskan,” kata Sarjono.

Uang tunjangan profesi tersebut akan diberikan melalui dana anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dan disalurkan melalui pemerintah provinsi (pemprov).

Keputusan tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah No 52 Tahun 2009 tentang Tambahan Penghasilan Bagi Guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang telah ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Selasa 1 Desember 2009.

Keputusan pemerintah tersebut diumumkan sendiri oleh Presiden Yudhoyono dalam pidatonya pada peringatan ke-64 Hari Guru Nasional di Gedung Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Selasa (1/12) Presiden telah menandatangani Peraturan Pemerintah No 52 Tahun 2009 tentang Tambahan Penghasilan bagi Guru Pegawai Negeri Sipil.

Presiden berharap keputusan tersebut dapat membantu sekitar 2,1 juta guru di Departemen Pendidikan Nasional serta 400 ribu guru di lingkungan Departemen Agama yang belum mendapat tunjangan profesi.

Menurut Presiden, tambahan penghasilan tersebut diberikan terhitung mulai 1 Januari 2009. Dengan demikian, penghasilan guru terendah saat ini dapat mencapai minimal Rp2 juta/bulan.

Presiden mengatakan tambahan penghasilan bagi guru yang belum mendapat tunjangan profesi itu adalah salah satu wujud nyata komitmen pemerintah untuk meningkatkan profesionalisme dan martabat para guru.

“Sebagian dari anggaran pendidikan yang besar pada 2009 telah dialokasikan untuk mengangkat martabat para guru, dosen, dan memajukan profesionalisme, perlindungan hukum, keselamatan, dan kesehatan kerja para guru,” katanya.

Selain itu, Presiden mengatakan anggaran pendidikan juga telah dialokasikan untuk mengurangi kesenjangan guru di daerah baik dari segi jumlah, mutu, dan kompetensi.

Pemerintah akan terus memberikan bantuan untuk meningkatkan sertifikasi para guru dan menghilangkan hambatan birokrasi dalam proses sertifikasi tersebut.

Republika, 02 Desember 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s