Mendiknas: Guru Penentu Utama Proses Pendidikan


MATARAM–Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Prof. Ir. Mohammad Nuh, DEA., menilai guru menjadi faktor penentu utama proses pendidikan dan pembelajaran, karena tidak ada guru berarti tidak ada pendidikan.

“Hanya dengan sentuhan guru profesional yang bermartabat, terlindung dan sejahtera, maka anak-anak bangsa akan menerima proses pembelajaran yang mendidik dan bermutu,” katanya dalam sambutan tertulis yang dibacakan Gubernur NTB, KH. M. Zainul Majdi dalam upacara HUT ke-64 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Mataram, NTB, Rabu (25/11).

Menurut dia, pemerintah sedang dan akan terus secara sungguh-sungguh berupaya memberdayakan guru agar meningkatkan kualifikasi, kompetensi, kesejahteraan, dan perlindungan bagi mereka sebagai implikasi adanya UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Dia menjelaskan, pemerintah tidak mudah menyediakan guru yang profesional dalam jumlah yang cukup. Ketidakcermatan dalam proses rekrutmen calon guru, proses penyiapan calon guru di jenjang pendidikan prajabatan, dan proses sepervisi kinerja guru merupakan siklus yang perlu dibenahi dengan sungguh-sungguh secara berkelanjutan.

“Pemerintah daerah dan penyelenggara pendidikan tidak pernah berhenti berupaya meningkatkan profesionalisme guru dan kesejahteraan guru,” katanya.

Secara bertahap dan berkesinambungan pihak-pihak yang berkepentingan akan melaksanakan peningkatan kualifikasi dan melakukan sertifikasi profesi bagi guru sebagai bagian dari standarisasi kompetensi guru secara nasional. “Kepada guru-guru yang sudah memiliki sertifikasi profesi, pemerintah memberikan tunjangan profesi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan guru, baik guru negeri maupun guru swasta,” katanya.

Sementara itu, Provinsi NTB Tahun 2015 akan kekurangan tenaga guru sebanyak 15.000 orang mulai dari guru Sekolah Dasar (SD) hingga SMA, sebab pada saat itu ribuan guru akan memasuki masa pensiun. “Untuk itu, sejak sekarang harus disiapkan calon pengganti,” kata Ketua PGRI NTB, H. Ali Rahim.

Dalam tahun 2009, NTB mendapatkan jatah pengangkatan guru sebanyak 3.700 orang yang berarti meningkat dari tahun sebelumnya sekitar 2.101 orang Guru Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Sebanyak 3.700 tambahan tenaga guru tersebut, katanya, akan bertugas di Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima, Kota Bima serta Kabupaten Lombok Utara.

Republika, 25  November 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s