Pemprov Jabar Rencanakan Bangun Dua PTN Baru


CIREBON— Pemerintah Provinsi Jawa barat berencana akan mendirikn dua Perguruan Tinggi Negeri (PTN) baru di Jawa Barat, yaitu di Tasikmalaya dan Cirebon. Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Wahyudin Zarkasih saat di kampus Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon, Jumat, mengatakan pembangunan dua universitas negeri baru tersebut rencananya akan memanfaatkan universitas yang sudah eksis berdiri di kota tersebut, seperti Unswagati di Cirebon dan Universitas Siliwangi (Unsil) di Tasikmalaya. “Pertimbangan kami membangun universitas negeri baru di Jawa Barat ini adalah karena semakin bertambahnya jumlah penduduk namun tidak diimbangi dengan jumlah perguruan tinggi negerinya,” katanya.

Dengan pembangunan dua PTS ini menjadi PTN diharapkan bisa menjadi penghela bagi masyarakat sekitar Cirebon cukup bersekolah di Unswagati tidak perlu ke Bandung atau Jakarta, katanya. Namun upaya perubahan status dari swasta ke negeri tersebut diakui Wahyudin bukan perkara yang mudah. Terutama dalam hal ketersdiaan lahan, lanjut dia, sebuah PTN harus memiliki lahan minimal 30 hektare.

Ia membandingkan dengan Universitas Siliwangi di Tasikmalaya yang saat ini mengalami hambatan dalam masalah lahan padahal segala persyaratan sudah terpenuhi. Sementara itu Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar, denny Djuanda mengatakan rencana pembangunan dua universitas negeri tersebut akan direalisasikan pada tahun 2010.

Menurutnya saat ini Pemprov Jawa Barat telah menganggarkan dana untuk realisasi pembentukan PTN di Cirebon dan Tasikmalaya sebesar Rp40 miliar. “Saat ini gubernur telah mengajukan dana untuk rencana pembangunan dua PTN ini sebesar Rp40 milar dan menjadi pembahasan anggota DPRD Provinsi. Namun angka tersebut masih belum pasti, karena disesuaikan dengan kebutuhan yang diajukan oleh tim pembangunan PTN tersebut,” katanya.

Sementara itu Rektor Unswagati, Zakaria Machmud mengatakan pihaknya telah siap jika universitasnya berubah status menjadi negeri.  “Segala kebutuhan administratif kami sudah siap semua, termasuk masalah lahan seluas 30 hektare,” kata Zakaria.

Mengenai lokasinya, menurut Zakaria adalah di kelurahan Cibogo, kecamatan Harjamukti Kota Cirebon. Yaitu kawasan non produktif namun cocok jika dibangun kampus baru karena akses jalan sudah bagus sekaligus untuk pengembangan wilayah Cirebon yang belum menyentuh wilayah tersebut.

Republika, 13 November 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s