Ratusan Siswa SD Belajar di Lorong Sekolah


CIMAHI–Sebanyak 130 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Citeureup Mandiri-2 Kota Cimahi, Jawa Barat terpaksa harus belajar di lorong sekolah karena kekurangan ruang kelas.

Kepala Sekolah SD Negeri Citeureup Mandiri-2 Kota Cimahi, Hani Rohaeni, Rabu, mengatakan, kekurangan ruangan belajar itu disebabkan karena tingginya animo masyarakat setempat yang ingin menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut pada tahun ajaran 2009 sedangkan jumlah kelas yang tersedia terbatas.

“Coba bayangkan, untuk tahun ini kami terpaksa harus menerima siswa sebanyak 130 siswa dan dibagi empat rombongan belajar. Akhirnya dengan siswa sebanyak itu kita harus bagi dua waktu kelas siang dan pagi,” kata Hani.

Ia mengatakan, karena kekurangan ruangan kelas maka saat ini pihaknya menerapkan seleksi usia yang sangat ketat bahwa siswa yang belum berusia tujuh tahun meskipun sudah bisa membaca tidak bisa kita terima.

“Walaupun sudah diseleksi saja sudah banyak yang mandaftar. Makanya kami membaginya untuk kelas I,II, dan VI menjadi pagi. Sedangkan III, IV serta V masuknya siang,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap supaya Pemkot Cimahi dalam hal Dinas Pendidikan Cimahi mau membantu masalah yang menghambat kelancaran proses belajar-mengajar disekolahnya.

“Kami berharap agar ruang belajar segera ditambah lagi dengan cara membangun gedung yang berlantai dua. Karena tanah yang ada sudah tidak tersedia lagi,” ujar Hani. Selain kekurangan jumlah ruang kelas, SDN Citeureup Mandiri 2 Kota Cimahi, kebutuhan akan wc sekolah pun sangat mendesak bagi para siswa dan guru yang ada disekolah tersebut.

Pasalnya, dengan total siswa 600 orang plus guru 35 orang sangat tidak memadai dengan jumlah wc yang ada. “WC yang ada hanya tiga untuk siswa sebanyak itu jelas sangat kurang sekali. Idealnya, satu kelas ada satu WC nya,” paparnya.

Pihaknya menyatakan, anggaran belanja sekolah juga masih sangat terbebani dengan banyaknya guru yang berstatus honorer di sekolahnya. “Jumlah guru honorer jumlahnya ada 11 orang sedangkan guru PNSnya ada 22 orang. Meskipun jumlah itu telah kita kurangi. Tentu ini jelas akan menyedot pembiayaan sekolah untuk proses belajar-mengajar,” katanya.

Republika, 04 November 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s