Gigi Berlubang Hinggapi 77% Anak Indonesia


JAKARTA–Minimnya penanaman kebiasaan memelihara kesehatan gigi dan mulut sejak usia dini, mengakibatkan banyaknya masalah gigi berlubang pada anak Indonesia. Laporan Kesehatan Gigi dan Mulut dari Pepsodent menuturkan, sekitar 77 persen anak Indonesia hingga usia 12 tahun memiliki gigi berlubang dalam rilis yang diterima redaksi Republika Online, Sabtu (23/10)

Laporan itu memberikan informasi mengenai kualitas kesehatan gigi dan mulut anak-anak Indonesia yang ternyata masih rendah.

Kegiatan yang didukung oleh Ibu Tatiek Fauzi Bowo (istri Gubernur DKI) dan Drg. Zaura Rini Anggraeni MDS (Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia) memperlihatkan data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDA) 2007 bahwa masyarakat Indonesia rata-rata memiliki kurang lebih 5 gigi rusak setiap orangnya. Dilaporkan juga dari rata-rata 5 gigi yang rusak tersebut, hanya 0,7% yang berhasil ditambal.

Ibu Tatiek Fauzi Bowo, istri Gubernur DKI Jakarta, yang juga aktif sebagai Ketua PKK DKI Jakarta dan penulis prakata pendahuluan laporan kesehatan gigi tersebut mengatakan, dirinya sangat memahami sulitnya menyuruh anak-anak untuk menyikat gigi. Bagi mereka sepertinya selalu saja ada kegiatan yang lebih menyenangkan daripada kegiatan menyikat gigi.

“Padahal gigi anak-anak lebih rapuh dibandingkan gigi orang dewasa, jadi kita harus membantu membuat anak-anak kita memahami pentingnya merawat gigi mereka. Jika kita memulai kebiasaan baik sejak dini untuk menyikat gigi dua kali sehari, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur, kita dapat membantu anak-anak memiliki kondisi mulut yang sehat sepanjang umur mereka,” tuturnya.

Laporan Kesehatan Gigi dan Mulut persembahan Pepsodent ini juga menekankan mengapa orang tua harus mendorong kebiasaan yang sehat sejak dini:tu

Gigi susu yang berlubang selain mengganggu fungsi pengunyahan juga dapat menimbulkan sakit yang kadang menyebabkan tidur dan aktifitas sekolah terganggu serta menurunkan rasa percaya diri. Tanggalnya gigi susu sebelum waktunya dapat menyebabkan perkembangan rahang tidak maksimal untuk tempat gigi tetap tumbuh yang dapat menimbulkan maloklusi.

Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara penyakit gigi dan mulut dengan meningkatnya resiko timbulnya penyakit di bagian tubuh yang lain, seperti penyakit jantung, stroke, diabetes mellitus, dan bayi lahir prematur pada ibu hamil. Dalam kasus-kasus ekstrem, infeksi di mulut, jika tidak diobati, bisa mengancam nyawa penderitanya.

Drg. Zaura Rini Anggraeni MDS, Ketua Pengurus Besar PDGI percaya ada sebuah solusi sederhana untuk menjaga kebersihan rongga mulut. ”Penyakit gigi dan mulut lainnya adalah penyakit yang sangat bisa dicegah. Penelitian menunjukkan menyikat gigi di pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur dengan pasta gigi ber-fluoride sangat efektif untuk bisa mencegah gigi berlubang hingga 50%,” terangnya.

Dalam waktu dekat ini, Pepsodent akan meluncurkan kampanye Sikat Gigi Pagi + Malam di Indonesia sebagai bagian dari misi sosial untuk mendorong anak-anak dan orang tua dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut mereka dengan menyikat gigi di pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur. Kampanye ini akan diluncurkan dalam beberapa hari ke depan untuk meningkatkan kesehatan gigi masyarakat Indonesia dan membuat lebih banyak orang bisa tersenyum dan menikmati hidup dengan lebih baik.

Republika, 24 Oktober 2009

Iklan

Satu pemikiran pada “Gigi Berlubang Hinggapi 77% Anak Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s