Gigi Susu Pengaruhi Proses Cerna & Imunitas si Kecil


JAKARTA–Ketika anak mulai tumbuh gigi, bisa jadi merupakan hal yang membahagiakan bagi orangtua. Hal itu bisa dijadikan tanda proses perkembangan anak tak terganggu. Sayangnya, perawatan terhadap gigi sementara pada anak atau gigi susu seringkali luput dari perhatian.

Tidaklah benar jika ada anggapan, merawat gigi susu pada anak tidak penting. Alasan itu sering kali menjadi penyebab kurangnya kesadaran untuk perawatan gigi susu. Perlu diketahui gigi susu justru memerlukan perawatan khusus.

“Keberadaan gigi susu yang bersifat sementara bukan berarti tidak perlu mendapatkan perhatian lebih, malahan harus mendapatkan perawatan yang sama. Karena nantinya, gigi susu ini akan menentukan kerapihan posisi gigi tetap pada anak,” ujar Pakar Gigi, Drg. Armasastra Bahar disela kampanye Sikat Gigi Pagi dan Malam yang digagas Pepsodent di Jakarta, Selasa (27/10).

Lebih jauh dijelaskan, keberadaan gigi susu bertujuan menjaga posisi gigi tetap di tempatnya dan mendorong normalnya pertumbuhan serta perkembangan kemampuan menggigit. Seandainya gigi susu rusak akibat lubang gigi, infeksi atau kecelakaan, maka bisa mempengaruhi kemampuan menggigit di kemudian hari. Akibatnya, anak membutuhkan perawatan gigi lebih banyak daripada yang seharusnya diperlukan.

“Selain itu, bila ada gigi susu pada anak yang tidak terawat maka akan menjadi masalah yang serius. Penyakit macam masalah pencernaan, infeksi dan demam siap mengintai,” tukasnya.

Gigi susu umumnya baru lengkap pada usia 3-3,5  tahun. Pada akhirnya gigi-gigi ini akan tanggal satu persatu dan digantikan dengan gigi tetap. Jumlahnya mencapai sekitar 20 buah yaitu sepuluh buah gigi susu di atas dan sepuluh lagi di bawah.Gigi susu lengkap terdiri atas 8 gigi seri atas bawah, 4 gigi taring atas bawah, 4 geraham kecil kanan atas bawah, dan 4 gigi geraham kecil kiri atas bawah.

Pencabutan gigi susu yang tidak tuntas atau terlalu keras bisa  meninggalkan akar gigi atau menyebabkan kerusakan pada gusi. Bila terjadi, maka gigi tetap akan menembus bagian gusi yang lebih lemah yang terletak di bagian belakang atau depan. Akibatnya, jelas Bahar, gigi susu akan condong ke depan. Tentu saja pertumbuhan gigi macam ini dapat mengganggu fungsi maupun estetika gigi.

Tidak Sulit

Kesalahan pemahaman terkait gigi susu pada akhirnya membawa masalah pada anak dikemudian hari. Salah satunya adalah kerapihan gigi dan gigi berlubang. padahal, perawatan gigi susu tidak sulit hanya saja harus lebih berhati-hati. “Selain menggosok gigi, orang tua tinggal memantau makanan yang dikonsumsi anak,” tutur Drg. Armasastra Bahar.

Drg. Bahar lantas mencontohkan cara perawatan gigi susu pada bayi. Menurut dia, orang tua hanya menyiapkan alat berupa sikat yang menempel pada tangan atau kain kassa. Alat-alat tersebut cukup dibasahi dengan air dan secara perlahan ditempelkan pada setiap bagian gusi. Perlu diingat kembali, proses pembersihan harus hati-hati dan steril.

“Bayi yang belum tumbuh gigi susunya juga harus dibersihkan bagian gusinya. Karena dikhawatirkan sisa-sisa saat menyusui akan mengendap dan nantinya akan membuat kuman yang akan tertelan di saluran pencernaan bayi,” paparnya.

Penggunaan pasta gigi juga memerlukan perhatian. Drg Bahar menyarankan, agar tidak menggunakan pasta gigi secara berlebihan. Cukup dengan potongan kecil pasta gigi sudah cukup membersihkan gigi dan mulut.

“Tak masalah apakah menggunakan pasta gigi khusus anak ataupun dewasa, yang terpenting jangan terlalu banyak menggunakan pasta. Karena dengan sedikit pasta gigi sudah cukup,” terangnya.

Selain melakukan perawatan, Drg. Bahar merekomendasi para orang tua untuk membiasakan mengkontrol gigi susu ke dokter. Dengan begitu ada dua manfaat yang didapat orang tua, pertama adalah kebiasaan kontrol gigi pada anak sejak dini dan kedua, adanya jaminan kesehatan gigi pada anak. “Ini yang sering jadi masalah. Orang tua cenderung malas membiasakan anak mengontrol giginya ke dokter,” imbuhnya

Makanan Manis

Penyebab gigi berlubang ataupun berwarna kuning secara umum disebabkan anak yang mengonsumsi makanan manis-manis semisal permen. Tapi kebanyakan orang tua hanya melarang anak untuk mengonsumsi permen tanpa membiasakan anak menyikat gigi usai mengonsumsi yang manis-manis.

“Permen atau makanan yang manis-manis berbahaya bagi gigi bila tidak diselingi dengan sikat gigi. Saran saya, orang tua jangan hanya mengingatkan anak mengurangi konsumsi permen tapi juga mengingatkan untuk menyikat gigi,” tuturnya.

Selain itu, Bahar menjelaskan, orang tua juga harus mengingatkan anak untuk menyegerakan menyikat gigi usai meminum susu sebelum tidur siang ataupun malam. “Ada anak yang memang terbiasa meminum susu sebelum tidur siang atau juga malam itu tidaklah masalah bila orang tua juga mengingatkan anak menyegerakan menyikat gigi usai minum susu,” tegasnya.

Bukan tanpa sebab, bila tidak dibersihkan sisa susu pada gigi dan gusi maka sangat dimungkinkan terjadinya pembusukan dan tentu berpotensi gigi berlubang bila secara terus menerus dibiarkan.

Maka dari itu, Bahar menyarankan pada setiap orang tua benar-benar menjaga kebersihan gigi dan mulut anak sejak dini. Menurut dia, orang tua tak perlu repot melarang anak untuk memakan apapun asalkan anak menjaga kebersihan gigi dan mulutnya.

Republika, 28 Oktober 2009

Iklan

Satu pemikiran pada “Gigi Susu Pengaruhi Proses Cerna & Imunitas si Kecil

  1. Selamat siang ,

    Nama saya Lina, saya memiliki seorang anak usia 18 bulan, saat ini anak saya mengalami karies gigi dan mulai ompong, apakah gigi susu anak saya bisa tumbuh lagi segera atau harus menunggu hingga usia anak saya 7 tahun dan langsung diganti dengan gigi tetap ?
    Mohon informasinya,

    terima kasih .
    Lina

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s