Masuki Usia Pensiun, Pria Sulit Tidur


JAKARTA–Bagi para pensiunan, hari pertama menikmati masa tua merupakan hal yang menakutkan. Riset yang berlangsung di Perancis menyebutkan 15 ribu pekerja di Paris mengalami susah tidur setelah 7 tahun memasuki masa pensiun. Gangguan ini meningkat sebanyak 26% ketimbang 7 tahun sebelum para pekerja pensiun.

Para peneliti memperkirakan, kualitas tidur yang menurun disebabkan beberapa faktor dimana tekanan psikologi seperti stres begitu dominan. “Pada riset sebelumnya ditemukan bukti kuat yang menghubungkan antara stres kerja dan gangguan tidur, tapi riset kesehatan yang fokus pada efek dari pensiun juga menghasilkan fakta yang sama,” tegas Jussi Vahtera, Peneliti asal University of Turku in Finland. seperti yang dilansir Health Day, Jum’at (6/11) waktu setempat.

Dia juga menjelaskan, dari berbagai riset sebelumnya juga meletakan faktor pensiun sebagai penyebab stres.

Sementara itu, riset yang dilakukan Jussi dan koleganya mencatat angka 24% dari pegawai pensiunan perusahaan gas dan listrik mengalami gangguan tidur. Kondisi demikian terjadi setahun sebelum pensiun. Jussi serta tim peneliti juga mencatat angka 18% dari pegawai perusahaan yang sama mengalami gangguan tidur, setahun setelah pensiun. Namun, riset tidak menyebutkan secara detail jenis gangguan tidur macam apa yang kerap menimpa pesiunan.

Dari hasil riset juga diketahui bahwa penurunan gangguan tidur umumnya dialami pensiunan berkelamin pria. Mereka dilaporkan mengalami depresi atau tekanan mental sebelum pensiun. Riset juga mencatat, perbaikan tidur hanya dialami pensiunan pria yang biasanya pekerja berlevel manajemen, dan pekerja bersistem shif atau pekerjaan yang tidak terlalu memberikan tekanan. Menurut Jussi, hanya pensiunan yang gagal berprestasi saja yang sulit memperbaiki kualitas tidur.

“Kami meyakini, riset yang dilakukan sesuai dengan kondisi dimana pemberian  insentif begitu minim bagi para pensiunan,” tukas Jussi. Di negara dan posisi, masih dia menjelaskan, yang tidak berani menjamin kesejahteraan pensiun akan diikuti dengan kejadian stres, gangguan tidur bahkan sebelum memasuki pensiun.

Menanggapi riset tersebut,  Dr. James P. Krainson, medical director of the South Florida Sleep Diagnostic Center in Miami menyebut riset begitu menarik namun baru terbatas pendahuluan.

“Data yang masuk berasal dari perusahaan yang sama, berati tidak bisa mewakili seluruh pekerja di AS,” tukas James. Menurut dia, kualitas tidur merupakan sesuatu yang dicari saat memasuki usia pensiun tetapi riset tidak menjelaskan secara definitif sehingga membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahuinya.

Riset sendiri mengambil sukarelawan pensiunan dari berbagai bidang, dengan populasi 11.581 pria dan 3.133 wanita yang memasuki masa pensiun antara tahun 1990 dan 2006. Rata-rata populasi berusia rantara 55 dan 60 tahun,  dan 80%nya telah mendapatkan ongkos pensiunan. Riset telah dipublikasi sejak 1 November lalu.

Republika, 06 November 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s