Prediksi Kanker dari Ukuran Celana


Siapa sangka ukuran celana Anda bisa membantu memperkirakan risiko kanker tertentu, tanpa mempertimbangkan berapa berat badan Anda sesungguhnya. Demikian diungkap peneliti asal Belanda, Selasa (6/10).

Ukuran pinggang yang besar serta pinggul yang lebar merupakan gejala akumulasi yang biasa disebut “intra-abdominal fat” yaitu lemak tersembunyi diantara organ abdominal. Kondisi itu biasa dikaitkan dengan diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi dan serangan jantung.

“Telah banyak pendapat yang mengatakan, ukuran pakaian terkait dengan kondisi fisik. Kemudian, baru-baru ini dilaporkan ukuran tersebut merupakan salah satu yang bisa mewakili kondisi obesitas dan lemak intra-abdominal,” ujar Dr. Laura A. Hughes dari Maastricht University di Belanda dalam sebuah jurnal Epidemiology.

Dengan menggunakan informasi dari sekitar 2.500 partisipan yang terdiri dari pria dan wanita dari penelitian mengenai pola makan dan kanker, para peneliti mengungkap adanya kaitan yang erat antara ukuran pakaian dan pinggang serta pinggul dengan indeks masa tubuh atau body mass index yang biasa digunakan untuk mengukur gemuk atau kurusnya seseorang.

Ukuran celana dan rok berkaitan erat dengan lingkar pinggang dan pinggul pada pria dan wanita, menurut para peneliti. Laura dan tim peneliti kemudian mempelajari lebih lanjut mengenai kemungkinan menggunakan ukuran pakaian untuk memprediksi risiko kanker.

Dengan mengikuti partisipan sekitar 13 tahun, para peneliti menemukan, pada wanita, ukuran rok yang semakin besar berarti semakin tinggi risiko kanker endometrial atau lapisan dinding rahim. Sementara pada pria, semakin besar ukuran celana yang dipakai makan akan semakin tinggi risiko terkena kanker ginjal.

Penelitian itu mengungkap, ukuran celana atau rok dapat merefleksikan berkumpulnya lemak dari indikasi tinggi dan berat badan, ujar Hughes dalam sebuah wawancara dengan Reuters Health.

“Penemuan kami menyerankan ukuran pakaian dapat digunakan untuk mengukur risiko kanker dalam penelitian tanpa data lingkar pinggang,” terangnya.

Lebih jauh lagi, tambah Laura, ukuran tersebut juga dapat bermanfaat untuk penelitian epidemologi sebagai tambahan dari ukuran tinggi dan berat badan, terutama pada masyarakat yang kesulitan untuk menjaga lingkar pinggang tetap ideal karena semakin meningkatnya kelebihan berat badan dan obesitas.

Republika, 07 Oktober 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s