Diare, Penyebab Utama Kematian Balita


JAKARTA–Diare hingga kini masih menjadi penyebab utama kematian anak berusia di bawah lima tahun (balita) di Asia Tenggara. Diare dan pneumonia harus mendapat perhatian khusus dalam program kesehatan nasional, kata Direktur WHO Regional Asia Tenggara, Samlee Plianbangchang, dalam siaran pers dari kantor WHO Jakarta, Selasa (8/9).

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), setiap jam 50 anak balita di Asia Tenggara meninggal dunia karena diare.
Diare dan infeksi pernafasan akut adalah pembunuh anak balita terbesar di Asia Tenggara. Kasus diare, menurut Samlee, juga banyak yang belum terlaporkan di kawasan ini.

Kejadian diare akut pada setiap anak balita rata-rata terjadi tiga kali dalam setahun. Namun pada anak-anak di kawasan Asia Tenggara bisa sampai 12 kali dalam satu tahun per setiap anak.

Air bersih yang kurang, fasilitas sanitasi tidak memadai, nutrisi tidak proporsional, pelayanan kesehatan esensial yang minim dan tingkat kesadaran rendah untuk melakukan intervensi membuat masyarakat miskin di kawasan itu makin rentan terserang diare akut. Padahal kesakitan dan kematian akibat penyakit itu sebenarnya dapat dikurangi secara nyata dengan intervensi sederhana, aman dan relatif murah.

Upaya intervensi yang menurut WHO efektif menekan kesakitan dan kematian akibat diare yakni pemberian ASI eksklusif hingga bayi berusia enam bulan, cuci tangan, perbaikan nutrisi, pemberian imunisasi serta perbaikan manajemen penanganan kasus dengan terapi rehidrasi oral.

Di samping itu, suplai air bersih dan perbaikan sanitasi serta perbaikan praktik higenitas personal dan keluarga juga berperan besar dalam menurunkan beban penyakit diare di kawasan ini.

Samlee menjelaskan bahwa pengendalian diare dan infeksi pernafasan akut membutuhkan pendekatan pencegahan dan penanganan  terpadu serta komprehensif dengan keterlibatan seluruh komunitas.

WHO Regional Asia Tenggara, menurut dia, mendukung upaya pengendalian diare di kawasan Asia Tenggara dengan mengembangkan strategi, panduan, protokol dan materi pelatihan terkait pencegahan dan penanggulangan penyakit tersebut.

Republika, 08 September 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s