Ektrak Teh Hijau Buat Tulang Kuat


JAKARTA–Sejauh ini, sajian teh diyakini sebagai minuman kaya akan antioksidan yang menyehatkan tubuh. Penyakit tergolong kronis macam kanker, jantung, kolesterol dan lainnya bisa dilawan menggunakan medium teh sebagai obatnya. Fakta-fakta tersebut membuat peneliti lebih dalam mengkaji ekstrak teh guna keperluan pengobatan.

Penelitian terbaru yang diterbitkan Journal of Agricultural and Food Chemistry mencatat, teh hijau diyakini membantu tubuh meminimalisasi kerapuhan tulang jelang usia senja. Penelitian itu sendiri dilakukan di Cina, tepatnya di Universitas Hongkong. Kajian penelitian fokus pada hubungan proses pembentukan sel tulang (osteoblast) dengan kandungan utama teh hijau.

Hasil penelitian juga mencatat, Epigallocatechin, salah satu kandungan utama teh hijau mampu menaikan aktivitas enzim yang mampu merangsang pertumbuhan tulang hingga 79 persen. “Penelitian kami merupakan yang pertama fokus pada efek teh hijau terhadap proses pembentukan tulang  yang didemontrasikan pada peningkatan proses pembentukan tulang (osteroblast) dan penurunan pada proses pengapuran tulang (osteoclast),” ungkap salah seorang peneliti seperti dikutip nutraingredients-usa.com, Kamis (24/9) waktu setempat.

Ekstrak Epigallocatehin ini ditemukan untuk mensimulasi mineralisasi pada tulang, sekaligus meminimalisasi proses osteoclast (pengapuran tulang). Empat ekstrak polifenil lain yang ditemukan seperti Epigallocatechin Gallate (EGC), epicatechin gallate, dan epicatechin memiliki efek yang lemah ketimbang yang lain. “Studi sebelumnya menyebutkan ekstrak catechin, terutama EGC, memiliki efek positif pada metabolisme tulang melalui dua proses aktivitas pembentukan tulang dan menghentikan proses pengapuran tulang,” tegas peneliti.

Berbasis penelitian sebelumnya, penelitian kemudian berlandaskan pemikiran di mana kandungan mineral pada tulang individu yang mengkonsumsi teh hijau memiliki kecenderungan lebih tinggi 2,8 persen ketimbang individu yang tidak atau minim mengkonsumsi teh hijau. Penelitian terdahulu yang tercatat pada tahun 2007 dalam American Journal Of Clinical Nutrition ini kemudian menyarankan setiap individu untuk mengkonsumsi teh guna meminimalisasi kemungkinan osteoprosis.

Berdasarkan penelitian sebelumnya, teh hijau juga diyakini mengandung 30-40 persen ekstrak polifenol, sementara jenis lainnya, teh hijau, mengandung ekstrak polifenol antara 3-10 persen. Di antara sekian banyak polifenol yang ditemukan, umumnya dikenal 4 ektsrak utama yakni epigallocatechin gallate (EGCG), epigallocatechin, epicatechin gallate, and epicatechin.

Republika, 25 September 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s