Pria Berpotensi Idap Kanker Payudara


Kaum pria berpotensi mengidap penyakit utama para wanita di dunia yakni kanker payudara karena mereka juga memiliki bagian tubuh tersebut. “Meski peluang para pria terkena kanker berbahaya itu hanya satu persen, kami berharap mereka selalu waspada,” kata dokter bedah dari Rumah Sakit Onkologi Surabaya (RSOS), Wiwien Ristanto, saat ditemui ANTARA, di Surabaya, Selasa.

Menurut dia, setiap insan di dunia ini berpotensi terkena kanker payudara. Namun bagaimana upayanya agar hal tersebut bisa dicegah sedini mungkin.  Untuk menghindarinya, ia menyarankan agar para pria dan perempuan lebih rajin memeriksa payudaranya. Kalau pria merasa malu, mereka bisa meraba bagian tersebut dengan tangannya sendiri.

“Namun, permasalahannya selama ini para pria terkesan tak acuh dengan kondisi tubuhnya. Padahal, jika mereka berkenan memeriksa payudaranya dengan tangan sendiri hal itu justru lebih mudah. Apalagi, ukuran payudara pria lebih kecil dibandingkan perempuan,” ujarnya.

Ia mengimbau kaum perempuan, agar rajin memeriksakan bagian tubuh vitalnya tersebut minimal sekali dalam sebulan, tepatnya tujuh hari hingga 10 hari pascamenstruasi. “Jika menemukan benjolan sekecil apa pun tolong segera periksa ke dokter. Biasanya saat stadium pertama, ukuran kanker tersebut hanya terlokalisasi sangat kecil,” katanya.

Di samping itu, ia menyatakan, pencegahan kanker tersebut bisa dengan upaya USG bagi wanita berusia di bawah 35 tahun dan “screening mammography” bagi mereka yang berusia di atas 35 tahun.  “Sampai sekarang, dari 1.777 pasien yang tes ‘mammography’ baru 13 pasien yang termasuk dalam tahap stadium pertama. Dari 13 pasien itu, hanya tujuh pasien yang positif terkena kanker payudara,” katanya.

Di sisi lain, selama menangani kasus kanker payudara di Surabaya, ia mengaku, pasien yang mendominasi penyakit tersebut memiliki rentang usia antara 45 tahun dan 55 tahun. Bahkan, jumlahnya mencapai lebih dari 50 persen pasien yang ditangani.  “Hal tersebut karena adanya perubahan hormonal dari yang produktif ke tidak produktif,” katanya.

Mengenai faktor penyebab kanker payudara, lanjut dia, bisa karena keturunan dan pola hidup yang kurang memperhatikan kesehatan tubuh. Selain itu, bisa juga dipicu akibat tingginya tingkat stres pasien. “Untuk itu, bagi mereka yang belum terkena kanker payudara kini saatnya mengurangi asupan lemak, banyak mengonsumsi sayur dan buah, dan lakukan olahraga secara teratur. Hindari permasalahan yang berpotensi menimbulkan stres,” katanya.

Republika, 13 Oktober 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s