Waspada Radang Paru Mengintai Anak


Pihak Confederation of Meningitis Organisasi (CoMO) hari ini mengeluarkan imbauan untuk segera bertindak kepada para orangtua di Asia untuk mengimunisasi anak-anak mereka terhadap penyakit radang paru (pneumokokus), guna mengurangi risiko penyakit serius dan kematian yang dapat dicegah pada anak-anak mereka.

Imbauan bertindak itu muncul menjelang Kongres Ilmu Penyakit Anak Asia Pasifik ke-13 yang akan digelar di Cina di Shanghai International Convention Center, yang bertujuan mengatasi masalah-masalah kesehatan yang mempengaruhi anak-anak di Asia.

Penyakit pneumokokus merupakan penyebab utama kematian yang dapat dicegah oleh vaksin di seluruh dunia pada anak-anak berumur di bawah lima tahun (balita). Penyakit itu diperkirakan menewaskan satu juta anak setiap tahun, dengan setengah dari 10 besar negara-negara dengan prevalensi tertinggi penyakit pneumokokus terdapat di Asia.

Di Indonesia saja, penelitian telah menunjukkan bahwa 24 persen orang yang terinfeksi penyakit pneumokokus invasif meninggal akibat infeksi tersebut. Penyakit pneumokokus juga dapat menyebabkan pneumonia dan meningitis, yang merupakan dua kondisi paling serius yang dapat diderita seorang anak.

Imunisasi pneumokokus sangat penting dalam melindungi anak-anak dari penyakit radang paru, yang mengacu pada berbagai penyakit yang disebabkan oleh infeksi dengan bakteri streptokokus pneumonia, yang juga dikenal sebagai pneumokokus. Vaksin yang ikut melindungi terhadap penyakit radang paru telah tersedia dan banyak digunakan di seluruh dunia selama lebih dari sembilan tahun.

“Kami sangat mendorong semua orangtua untuk mengimunisasi anak-anak mereka, karena bayi adalah pembawa utama penyakit yang mengancam jiwa ini,” kata Bruce Langoulant, Presiden COMO. “Oleh karena itu, mengimunisasi anak-anak terhadap penyakit pneumokokus dapat mengurangi penyebaran bakteri tersebut ke anak-anak lain,” katanya.

Penyakit pneumokokus ditularkan melalui kontak dekat dengan pembawa yang terinfeksi. Kebanyakan orang membawa bakteri pneumokokus dalam hidung dan tenggorokan mereka. Bakteri ini menular ke orang lain melalui tetesan ludah atau lendir, seperti ketika seorang pembawa bersin, batuk, bermain bersama atau mencium seseorang.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah merekomendasikan pencantuman prioritas vaksin konjugat radang paru 7-valent (PCV7) dalam program imunisasi pada masa kanak-kanak nasional di seluruh dunia sejak tahun 2007. Di Asia, PCV7 saat ini tersedia pada program imunisasi anak di Hong Kong.

Meskipun PCV7 tidak termasuk dalam program imunisasi pada masa kanak-kanak di negara-negara lain di Asia, kini semakin mudah diperoleh dari dokter. Orangtua dapat mencari informasi lebih lanjut tentang imunisasi terhadap penyakit pneumokokus yang membahayakan jiwa.

Republika, 14 Oktober 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s