Banyak Guide Tak Paham Candi Borobudur


Banyak Guide Tak Paham Candi Borobudur

YOGYAKARTA – Para guide di Magelang DIY seringkali tak paham dengan cerita di balik berdirinya Candi Borobudur. Sehingga mereka mengaku dipusingkan oleh berbagai pertanyaan turis, terkait dengan cerita di balik berdirinya vihara umat Budha itu.

Relief Candi Borobudur merupakan jiwa Borobudur. “Matilah kita kalau nggak paham rangkaian relief Borobudur,” tutur Roni dalam Seminar Kompetensi Pemandu Wisata Dalam Rangka Rakerda Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) DIY dengan tema “Membaca Sejarah Sidharta dan Budhisme di Candi Borobudur” di aula Dinas Pariwisata DIY, kemarin (16/5).

Kepala Dinas Pariwisata DIY Tazbir, SH, Mhum mengakui bahwa saat ini masih banyak pemandu wisata di DIY yang kurang memahami seluk beluk Candi Borobudur. Padahal, bagi dunia pariwisata Yogya, Candi Borobudur menjadi ikon penting untuk mendongkrak pariwisata Yogya. ”Jangan sampai saat memandu wisatawan, pemandu wisata ini malah cerita yang lain-lain, bukan cerita obyeknya karena dia sendiri kurang menguasai,” tutur dia pada wartawan di sela seminar.

Karena itu, kata Tazbir, Dinas Pariwisata DIY berupaya untuk memperkaya kompetensi para guide DIY. Sebab, dia menambahkan, pemandu wisata memiliki peran penting dalam keberhasilan sektor pariwisata DIY.

Kesiapan pemandu wisata terhadap tugasnya menerangkan seluk beluk Candi Borobudur yang sangat detail dan kompleks ini menjadi hal serius yang dibahas HPI. ”Banyak sekali teman-teman pemandu wisata yang salah menerangkan salah satu bagian Candi Borobudur, misalnya saja membaca relief. Dan ini harus hati-hati karena kita menyampaikannya kepada wisatawan,” tutur Trudy Jaffar, salah satu pembicara.

Menurut Jaffar, jika seorang bisa menceritakan relief dengan baik, hal ini akan berefek positif kepada wisatawan yang dipandunya. ”Saya pernah menceritakan salah satu cerita relief yang ada di sana (red. Candi Borobudur). Tak disangka, dari cerita yang saya utarakan itu, wisatawan itu menangis,”tutur dia.

Cerita lain yang disampaikan Jaffar,adalah ketika dirinya bersama beberapa guide Indonesia yang berkesempatan pergi ke Korea, dan dikenalkan salah satu obyek wisata di sana. Kepiawaian sang guide waktu itu dirasa sangat membuai. ”Saat itu kami masih berada di dalam bis menuju obyeknya. Kami sudah membayangkan betapa istmewanya obyek itu. Tapi setelah sampai di sana, ternyata obyeknya biasa saja. Hanya sebuah gua yang di Yogya pun banyak.. Tapi kepiawaian sang guide dalam menyampaikan keterangan obyek wisata itulah yang patut diacungi jempol,”dia menambahkan.

Beberapa orang guide yang hadir dalam seminar ini tampak antusias mengikuti seminar dan mereka banyak yang bertanya mengenai seluk beluk Candi Borobudur kepada ahlinya. Prof. Dr Timbul Haryono dari UGM yang juga menjadi salah satu pembicara.

Republika, 16 Mei 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s