Gunungkidul Kembangkan Empat Desa Wisata


GUNUNGKIDUL–Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yoyakarta (DIY) saat ini mengembangkan empat desa wisata yang berpotensi dijual kepada wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gunungkiudl, Sudodo di Wonosari, Sabtu, mengatakan, pihaknya akan terus mengelola desa wisata itu agar berkembang dan menarik minat wisatawan untuk mengunjunginya.

Keempat desa wisata di Kabupaten Gunungkidul tersebut adalah Desa Wonosadi di Kecamatan Ngawen, Dusun Bobung Putat di Kecamatan Patuk, Dusun Garotan Bendung dan Dusun Mojo di Kecamatan Semanu.

Menurut dia, desa wisata Bobung memiliki kekhasan yaitu hampir semua warga desa memiliki mata pencaharian pokok sebagai perajin topeng kayu dan kerajinan batik kayu.

“Dengan masyarakat yang menjadi perajin topeng, Dusun Bobung memiliki daya tarik tersendiri. Wisatawan dapat melihat aneka produk topeng kayu, mulai dari topeng klasik, batik topeng hingga topeng modern,” katanya.

Menurut dia, lokasi Bobung relatif mudah dijangkau kendaraan termasuk bus wisata karena wilayah Bobung di Desa Putat di Kecamatan Patuk jaraknya hanya 25 kilometer ke arah timur dari Kota Yogyakarta.

“Untuk menuju desa wisata ini juga tidak terlalu sulit, selain jalan sudah beraspal mulus, juga dilalui angkutan umum. Selain itu, wisatawan dapat menikmati udara segar dengan kegiatan ‘trekking’ di Bukit Nglanggeran atau gunung api purba yang dekatnya bersebelahan dengan Dusun Bobung,” katanya.

Sedangkan Desa Wisata Wonosadi terletak di wilayah Dusun Duren dan Dusun Sidorejo, Desa Beji, Kecamatan Ngawen yang jaraknya kurang lebih 35 km dari kota Wonosari ke arah utara. Nama Wonosadi sebenarnya adalah nama hutan yang terletak di lereng perbukitan di dua dusun itu.

Ia mengatakan, hingga sekarang hutan ini masih terjaga kelestariannya dan kaya berbagai flora dan fauna, serta terdapat batu-batu alam berukuran besar yang konon merupakan hasil letusan Gunung Merapi purba.

“Terjaganya kelestarian hutan tersebut karena adanya kepercayaan masyarakat setempat yang merasa diberi wewenang dan tanggung jawab oleh pemilik hutan yaitu Pangeran Onggolotjo, seorang putra keturunan Raja Majapahit,” katanya..

Atraksi wisata yang bisa dinikmati di Desa Wisata Wonosadi antara lain wisata spiritual mengunjungi tempat sakral seperti Watu Gendhong, Kali Ndek dan Sendang Karang Tengah. Selain itu, wisatawan bisa mengunjungi sentra industri rumah tangga yang memproduksi barang kerajinan bambu

Sedangkan desa wisata di Dusun Garotan di Kecamatan Semanu terletak 25 km ke arah utara dari Kota Wonosari atau 60 km ke arah Timur dari kota Yogyakarta. Desa wisata itu terkenal dengan produk kerajinan cor besi dalam bentuk lampu antik, kursi taman dan kerajinan lainnya.

Lokasinya mudah dijangkau karena jalan menuju desa itu sudah beraspal. Kondisi lingkungan setempat yang masih rimbun dengan pepohonan serta udara segar serta suasana asli pedesaan.

“Kami beserta masyarakat setempat terus berupaya melestarikan pola kehidupan dan kebudayaan asli pedesaan, sehingga desa wisata tersebut dapat berkembang menjadi salah satu kawasan tujuan wisata utama di DIY,” katanya.

Republika, 18 Juli 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s