Makam Soeharto Jadi Obyek Wisata Internasional


Makam Soeharto Jadi Obyek Wisata Internasional

DENPASAR–Astana Giri Bangun, tempat pemakaman Soeharto bersama Ibu Tien atau Siti Hartinah di Karang Bangun, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, terus menerus dibanjiri penziarah hiangga akan diarahkan untuk menjadi obyek wisata internasional.

“Kami terus mendorong pengembangan pemakaman keluarga Cendana yang dikenal dunia tersebut melalui berbagai kegiatan, termasuk mengikuti promosi di Bali,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Karanganyar, IA Joko Suyanto kepada ANTARA di Denpasar, Jumat.

Disebutkan bahwa pemakaman keluarga Cendana tersebut pada hari-hari biasa rata-rata dikunjungi sekitar 3.000 orang, sedangkan hari Minggu dan hari libur lainnya bisa mencapai 10 ribu orang.

Pengunjung selain berdatangan dari berbagai kota dan pelosok di Nusantara, juga dari berbagai negara, terutama kalangan yang sempat kenal dengan Soeharto dan keluarga Cendana lainnya.

Menurut Joko, banyaknya kunjungan dari kalangan yang sempat kenal dengan penguasa Orde Baru dan keluarganya itu menjadi modal untuk terus meningkatkan kunjungan dari kalangan wisatawan asing.

Astana Giri Bangun yang dikelola Yayasan Mangadeg, sejauh ini memang belum memberikan keuntungan pendapatan secara langsung kepada Pemkab Karanganyar.

Namun wisatawan yang berkunjung akan sekaligus menikmati obyek wisata lainnya di sekitar Karanganyar, selain menginap di hotel setempat dan berbelanja aneka produk kerajinan di pusat-pusat penjualan oleh-oleh setempat.
“Kami menilai dampak kunjungan wisatawan terhadap peningkatan ekonomi di masyarakat cukup besar. Oleh karena itu layak untuk terus diarahkan sebagai obyek wisata internasional,” katanya.

Promosi di antaranya diarahkan kepada wisatawan asing yang sedang berlibur di Bali, seperti dengan mengikuti Nusa Dua Fiesta yang berlangsung 11-14 Oktober 2008 di kawasan wisata elit Nusa Dua, Bali.

“Dengan mengikuti kegiatan promosi di Nusa Dua ini, kami berharap akan semakin banyak wisatawan asing yang melanjutkan perjalanan ke Astana Giri Bangun dan obyek wisata di sekitarnya,” kata Joko.

Pemkab Karanganyar juga masih menggodok hasil studi banding ke Makam Bung Karno di Blitar, Jawa Timur, terutama dalam kaitan mencari peluang pendapatan dengan mengenakan pungutan kepada pengunjung.

Peluang memperoleh pendapatan asli daerah dari kunjungan wisatawan seperti di Makam Bung Karno sangat besar, namun masih perlu dibahas lebih lanjut, tambahnya.

Republika, 10 Oktober 2008

Iklan

Satu pemikiran pada “Makam Soeharto Jadi Obyek Wisata Internasional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s