Perlindungan Budaya Tradisional Lemah


Budaya tradisional tidak mendapatkan perlindungan dalam kekayaan intelektual internasional. Ketua Tim Nasional Penanggulangan HaKI, Arry Ardanta menyatakan dalam HaKI perlindungan dapat diberikan kepada karya milik perseorangan.

“Karya tradisional yang tidak memiliki kejelasan siapa penciptanya sehingga tidak dapat didaftarkan hak ciptanya,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (29/8).

Ia menerangkan hak cipta merupakan hak privat. Kepemilikan secara individu merupakan unsur pokok pendaftaran hak cipta. “Karya tradisional tidak memiliki kriteria ini,” jelasnya.

Arry menuturkan, hingga saat ini hasil konvensi di WTO ataupun WIPO tidak memberikan perlindungan hak cipta terhadap kebudayaan tradisional. Indonesia sendiri sedang berupaya untuk mengusulkan klausul perlidungan budaya tradisional. “Dalam klausul sebelumnya, perlindungan terhadap budaya tradisional tidak ada samasekali,” jelasnya.

Media Indonesia, 29 Agustus 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s