Tim Robot D4=S1 Juara KRI Regional IV


Tim D4=S1 dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ITS Surabaya menjadi juara Kontes Robot Indonesia (KRI) Regional IV (wilayah Indonesia Timur) yang bertajuk ‘Gotong Royong Tabuh Beduk’ di Gerha ITS Surabaya, Minggu (17/5).

Robot D4=S1 menjadi juara setelah mengalahkan robot BOLOKULOWO dari ITS Surabaya dalam ‘All ITS Final’ di babak final dalam KRI Regional IV yang diikuti 22 tim robot dari Surabaya, Malang, Jember, Kupang, Makassar, Manado, Sorong, dan sebagainya.

“Kami bersyukur atas kemenangan itu, tapi untuk melaju ke tingkat nasional (KRI tingkat nasional di UGM Yogyakarta pada 13-14 Juni) masih perlu beberapa perbaikan lagi,” kata anggota tim D4=S1, Bayu Prasetya.

Didampingi rekannya, Bayu Sandi Marta, M Hisyam Fitroni, Agus, dan Arik, ia mengaku perbaikan mutlak harus dilakukan, baik kekompakan tim, waktu penyelesaian tugas, dan robot secara fisik. “Kami akan berupaya mengatasi error saat melewati rintangan berupa tanjakan dan mungkin robotnya juga perlu perbaikan, apalagi kami juga mendengar tim robot UGM Yogyakarta memiliki penampilan yang baik,” katanya.

Dalam ‘All ITS Final’ itu, tim D4=S1 mampu mencapai “gol” dengan memukul tiga beduk dalam waktu 53 detik, sedangkan tim BOLOKULOWO sebenarnya mampu menyelesaikan rintangan terakhir dengan melewati ‘pohon’ (tiang besi), namun tim D4=S1 memukul beduk lebih dulu.

Keunggulan tim D4=S1 itu disambut lagu “We Are The Champion” dari Queen yang menggema di Gerha ITS dan hampir separuh tribun suporter meneriakkan yel-yel kebanggaan sebagai juara, sehingga kegembiraan atas kemenangan itu menggemuruh di seluruh ruang Gerha ITS.

Hasil itu menempatkan tim BOLOKULOWO dari ITS pada posisi kedua (juara kedua), sedangkan juara ketiga diraih tim GheN_LabE dari Universitas Bhayangkara, setelah mengalahkan tim robot Rengganis dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Kemenangan tim Ubhara Surabaya itu dicapai saat robot otomatis milik Rengganis sempat terjatuh dari gendongan dua robot manual saat menaiki ‘gunung’ (tanjakan), kemudian melakukan retry tapi mesin robot Rengganis sempat macet saat menanjak.

Dalam kondisi seperti itu, tim GheN_LabE dari Ubhara mampu melaju lebih cepat untuk memukul beduk, meski hanya dua dari tiga beduk yang berhasil ditabuh dalam waktu 139 detik (dua menit, 19 detik), sehingga posisi ketiga diduduki tim robot Ubhara Surabaya.

Sebelumnya, dalam babak perempat final ITS berhasil mengalahkan tim GheN_LabE dari Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya dalam waktu 1 menit 20 detik, sedangkan PENS-ITS mengalahkan tim Rengganis dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dalam waktu 58 detik.

“Penilaian utama dalam KRI adalah performa kecepatan mencapai beduk dan banyaknya retry yang dilakukan, jadi bila kedua tim dalam posisi yang sama akan dilihat siapa yang lebih dulu mencapai posisi terakhir dan paling sedikit melakukan retry,” kata tim juri dari Universitas Indonesia (UI), Dr Ir Wahidin Wahab MSc PhD.

Dengan demikian, tim yang berhak mewakili regional IV untuk maju ke tingkat nasional di UGM Yogyakarta adalah PENS-ITS sebagai juara I, ITS sebagai juara II, dan Ubhara sebagai juara III, sehingga akan ada 12 tim KRI dari empat regional yang maju ke ajang nasional.

Pada pertarungan tingkat nasional, nantinya tim yang berhasil keluar sebagai juara pertama berhak mewakili Indonesia untuk bertarung di tingkat internasional ABU Robocon 2009 di Tokyo, Jepang pada 22 Agustus mendatang.

Pertarungan ‘All ITS final’ juga terjadi pada final KRCI divisi Expert Battle. Divisi terbaru itu mempertemukan robot G.A._AssAssin dari ITS dan robot Ghen_GR dari PENS-ITS yang dimenangkan G.A._AssAssin.

Penonton terlihat semakin histeris saat tim G.A._AssAssin berhasil memadamkan lilin lebih dulu dari robot Ghen_GR milik PENS ITS, bahkan robot ITS itu juga berhasil menyelamatkan bayi yang disimbolkan dengan tabung silinder.

Namun, kesuksesan tim yang mewakili ITS itu tidak semulus pada babak perempat final, karena robot cerdas dari ITS itu sempat melakukan beberapa kesalahan, hingga bayi yang telah terselamatkan pun terjatuh.

Dalam KRCI Expert Battle itu, tim Bandrex’s dari Universitas Muhammadiyah Jember sebagai juara tiga setelah mengalahkan tim Dewo dari Unesa yang menjadi juara harapan. Untuk divisi Expert Single, Al-‘Adiyat dari PENS menjadi pemenang tunggal.

Sementara itu, untuk divisi beroda, PENS-ITS juga masih menempati peringkat pertama dengan robotnya yang bernama KoM-PENS, sedangkan runner up ditempati J_LAND dari Universitas Bhayangkara Surabaya dan posisi ketiga diisi NAN-Bi dari Politeknik Katolik Saint Paul Sorong.

Lain halnya untuk divisi berkaki, robot Turtle dari ITS menjadi juara tunggal. Selain itu, robot cerdas asal ITS juga memperoleh penghargaan Teknologi Informatika terbaik dari Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo).

Untuk kategori khusus, penghargaan Inovasi robot terbaik dalam kontes itu diperoleh T-HEX’S dari PENS-ITS, sedangkan desain robot terbaik digondol For_TEUS dari Universitas Surabaya, kemudian penghargaan spirit terbaik diterima Robo Tinutuan dari Politeknik Negeri Manado.

Media Indonesia, 17 Mei 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s