Jalan Damai Omni-Prita belum Ada Titik Temu


Tim Mediasi Departemen Kesehatan (Depkes) mengatakan masih belum ada titik temu dalam upaya perdamaian antara RS Omni International dan Prita Mulyasari. Depkes masih berusaha meretas jalan damai untuk membantu penyelesaian masalah itu.

Di sela pertemuan lintas sektor untuk eliminasi filariasis di Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (15/14), Kepala Biro Hukum dan Organisasi Departemen Kesehatan Budi Sampoerno mengatakan saat ini proses mediasi bagi Prita dan Rumah Sakit Omni Internasional masih terkendala.

“Prosesnya belum selesai, tapi tidak buntu, hanya dua-duanya masih ada keinginan yang belum match soal pidananya,” kata Budi yang juga anggota tim mediasi.

Menurut dia, pihak rumah sakit sebenarnya tidak menolak untuk melepaskan tuntutan pidana terhadap Prita, mantan pasien Rumah Sakit Omni yang diajukan ke pengadilan dengan tuduhan pencemaran nama baik. Namun, ia menjelaskan, pencabutan perkara pidana yang sudah masuk ke pengadilan harus melalui proses yang memerlukan waktu. Penuntut harus terlebih dulu mengajukan surat pencabutan perkara pidana ke pengadilan, surat itu akan menjadi bahan pertimbangan bagi majelis hakim untuk menentukan kelanjutan proses hukum. Namun Omni tidak melakukan langkah itu.

Tim mediasi Departemen Kesehatan, kata Budi, sekarang masih berusaha membuat rumusan perdamaian yang dianggap baik bagi kedua belah pihak.

Rumah Sakit Omni International mengajukan gugatan perdata dan tuntutan pidana kepada Prita dengan tuduhan pencemaran nama baik karena surat elektronik berisi keluhan Prita tentang pelayanan rumah sakit tersebut menyebar luas di dunia maya.

Pengadilan Tinggi Banten mengabulkan gugatan perdata pihak rumah sakit dan menghukum Prita membayar denda Rp204 juta. Masyarakat di seluruh Tanah Air yang simpati dengan kejadian yang dialami Prita menyumbangkan uang dan koin untuk membantu dia membayar denda.

Sementara proses hukum terhadap kasus pidananya hingga kini masih berjalan di pengadilan.

Pengelola rumah sakit sudah meminta maaf secara terbuka dan berniat mencabut gugatan perdatanya. Namun tidak mencabut tuntutan pidananya.

Prita, melalui kuasa hukumnya Slamet Yuwono, menyatakan tidak menolak berdamai dengan rumah sakit namun belum mengambil langkah untuk merespon pernyataan pengelola rumah sakit. Mereka memilih mengikuti proses mediasi yang difasilitasi Depkes.

Prita juga menyatakan bahwa dia tidak melakukan tindakan yang dituduhkan pihak rumah sakit dan karenanya akan meminta hakim membebaskan dirinya dari semua tuntutan.

Media Indonesia, 15 Desember 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s