Ingin Naik Haji, Butuh Vaksin Apa?


Insya Allah saya (58) mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji bersama istri (52) tahun ini. Pada prinsipnya kami sehat-sehat saja. Saya sedikit gemuk dan menderita hipertensi ringan yang dapat dikendalikan dengan olahraga dan obat hipertensi. Istri saya mengalami gangguan lutut sehingga tidak dapat berjalan jauh. Insya Allah kami akan mampu menjalani ibadah haji.

Saya ingin mendapat penjelasan persiapan dari segi medis untuk menjalani ibadah haji dengan baik. Saya dan istri sudah lama menabung dan kami berdoa semoga dalam menunaikan ibadah haji dalam keadaan sehat sehingga dapat menjalani ibadah yang wajib maupun sunah.

Kami pernah bepergian ke Singapura dan Jepang, tetapi rasanya keadaan alam di Saudi berbeda. Terutama kami akan berkumpul dengan banyak jemaah dari negara lain. Bagaimana dengan obat yang saya dan istri minum selama ini? Dapatkah saya bawa dari Tanah Air?

Kami ingin juga menanyakan vaksinasi untuk jemaah haji. Jemaah haji diwajibkan menjalani vaksinasi meningokok dan influenza, apa maksudnya? Jika sudah mendapat vaksinasi influenza Juli 2008 apakah harus diulang? Jika saya sakit pada siapa harus berobat? Saya mengikuti program haji reguler. Apakah layanan kesehatannya memadai? Terima kasih atas informasi Dokter.

M di B

Pertama-tama saya ingin mengucapkan selamat karena Anda bersama istri mendapat kesempatan melaksanakan ibadah haji tahun ini. Semoga Anda dapat melaksanakannya dalam keadaan sehat serta memperoleh haji mabrur.

Populasi penduduk Muslim dewasa ini mencapai 23 persen penduduk dunia dan mereka berdiam di berbagai negara. Karena itulah ibadah haji setiap tahun di Padang Arafah biasanya didatangi sekitar 2 juta orang.

Patut diingat jika banyak orang berkumpul dapat terjadi penularan penyakit. Di Indonesia, penyakit meningitis yang disebabkan bakteri meningokok jarang dijumpai. Karena itu, umumnya jemaah Indonesia belum mempunyai kekebalan terhadap penyakit yang disebabkan bakteri meningokok ini. Sementara itu, di Afrika, penyakit ini sering dijumpai. Bukan tidak mungkin jemaah haji dari negara Afrika membawa bakteri ini dan jemaah lain yang belum mempunyai kekebalan dapat tertular dan menjadi sakit. Karena itulah Pemerintah Saudi sebagai tuan rumah dan penanggung jawab ibadah haji mewajibkan calon jemaah haji menjalani vaksinasi meningokok.

Vaksinasi ini sebaiknya dilakukan paling lambat dua minggu sebelum keberangkatan untuk menimbulkan kekebalan yang mencukupi. Pada masa haji terdahulu vaksinasi yang diwajibkan hanya meningokok, sedangkan vaksinasi influenza dianjurkan.

Dengan beredarnya virus influenza H1N1, tahun ini Pemerintah Arab Saudi juga mewajibkan vaksinasi influenza. Vaksin yang dipakai untuk vaksinasi meningokok dan influenza adalah vaksin yang sudah diakui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Beberapa waktu lalu ada wacana mengenai status vaksin meningokok, tetapi kita bersyukur akhirnya pemerintah dapat mengambil keputusan terbaik untuk jemaah haji kita. Vaksin yang digunakan sama dengan yang digunakan negara-negara Islam lain, seperti Iran, Malaysia, Pakistan, Mesir, dan Turki.

Vaksin influenza perlu diulang setiap tahun sehingga Anda perlu mendapat suntikan ulang.

Jemaah haji memang perlu menjaga kesehatan. Kita memahami, setelah lama menunggu, menabung sedikit demi sedikit, semangat melaksanakan ibadah haji sangat tinggi. Semangat ini harus diikuti dengan kesadaran kemampuan fisik. Jangan terlalu lelah sehingga justru menjelang Arafah sudah lelah atau sakit. Padahal kita mendapat ajaran dari ustaz kita, tidak ada haji tanpa Arafah.

Pemerintah Indonesia sudah mempersiapkan layanan kesehatan untuk jemaah haji kita yang jumlahnya besar, sekitar 200.000 orang. Dengan sistem kloter diharapkan setiap jemaah mendapat layanan kesehatan yang diperlukan. Bahkan jika diperlukan, petugas kesehatan di kloter dapat merujuk ke rumah sakit Indonesia untuk perawatan sementara.

Pemerintah Arab Saudi menyediakan rumah sakit untuk jemaah haji dan biaya pengobatan cuma-cuma. Jadi, Anda dan istri tidak perlu terlalu khawatir dengan layanan kesehatan. Yang paling penting setiap jemaah harus menjaga kesehatan masing- masing. Cukup tidur. Makan makanan bergizi.

Meski dorongan melakukan ibadah sunah tentu kuat, tetapi jangan lupa menggunakan waktu istirahat dengan baik.

Salah satu kejadian yang sering terjadi adalah jemaah tersesat. Jadi, tolong perhatikan istri Anda, jangan sampai terpisah dari rombongan. Apabila istri Anda mendapat kesulitan berjalan kaki, dia dapat menggunakan kursi roda yang cukup banyak tersedia.

Obat-obatan pribadi yang diperlukan dapat dibawa dari Indonesia. Di Saudi tidaklah sulit mencari obat, tetapi jika Anda membawa obat sendiri tidak perlu direpotkan mencari obat di farmasi.

Waktu ibadah haji dapat digunakan untuk beribadah dengan baik guna mencapai haji mabrur. Tetapi, ibadah haji juga memberi kita kesempatan menyaksikan tempat bersejarah serta keanekaragaman umat Islam. Selamat menunaikan ibadah haji dan kembali sebagai haji yang mabrur.

Kompas, 19 Oktober 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s