RS Kelas Dunia Tidak Selalu Terkait Fasilitas Mewah


Pengertian rumah sakit berkelas dunia tidak mesti dimaknai atau tidak ada kaitan dengan kemewahan. Kompetensi dan pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan merupakan indikator utama.

Hal itu dikemukakan Direktur RS Cipto Mangukusumo (RSCM), Akmal Taher dalam simposium bertajuk Menjiwai Semangat Dr Cipto Mangunkusumo Menuju World Class Hospital, Kamis (3/12). Kegiatan tersebut dalam rangka Peringatan HUT Ke-90 RSCM.

Di Amerika, kata Akmal, rumah sakit berkelas internasional ditandai dengan keberhasilan-keberhasilan tinggi dalam menangani kasus sulit dan kasus yang mengancam jiwa. “Tidak selalu berhubungan dengan keberadaan kelas tiga atau kelas VIP,” ujarnya.

Dia mengatakan, selama ini masih terdapat perdebatan dalam menentukan kriteri a rumah sakit internasional atau berkelas dunia. Secara majajemen dapat dimaknai lebih mudah dengan memeroleh berbagai akreditasi internasional. Tetapi, pengakuan sesungguhnya dilihat dari kemampuan tenaga kesehatan memecahkan berbagai kasus sulit.

Akmal mengatakan,  ejauh ini, sebagian besar pasien yang ditangani merupakan pasien miskin. Pasien RS Cipto Mangunkusumo masih paling besar yakni 77 persen merupakan orang miskin yang datang berobat dengan menggunakan kartu Keluarga Miskin dan Jaminan Kesehatan Masyarakat. Persentase pasien miskin itu juga meningkat dibandingkan dengan tahun lalu sebesar 71 persen.

Kompas, 03 Desember 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s