Jangan Berprinsip “Makan untuk Berdua”


Ketika mengetahui bahwa dirinya hamil, seorang wanita pasti akan berusaha untuk hidup lebih sehat. Biasanya, kita lalu berusaha agar tidak terlalu capek, dan mulai mengonsumsi jenis makanan atau minuman yang dianjurkan untuk ibu hamil.

Hal ini sesuai dengan yang dianjurkan oleh dokter. “Prinsipnya adalah 5S: makan sehat, berpikir sehat, istirahat sehat, aktivitas sehat, dan lingkungan sehat. Jaga agar jangan stres. Usahakan untuk tidur 6-8 jam. Tetapi kelebihan tidur juga tidak bagus, lho,” ujar dr Samuel Oetoro, SpGK, dalam seminar “Protection During Pregnancy” di Indonesia Maternity & Baby Expo beberapa waktu lalu. Anda yang merokok, sebaiknya segera menghentikan kebiasaan buruk ini.

Anda juga tetap perlu melakukan olahraga teratur. Olahraga jenis high impact memang tidak disarankan. Pilih olahraga seperti berenang atau yoga. “Olahraga ini tujuannya untuk mempersiapkan otot-otot panggul dan sekitar pinggul, sehingga menjelang persalinan nanti Anda sudah dalam keadaan fit,” kata dr Dovy Djanas, SpOG, dalam seminar yang sama.

Khusus mengenai pengaturan makan, para pakar kesehatan menyarankan agar pola makan yang sehat sebaiknya sudah diawali sejak Anda merencanakan kehamilan. Dengan demikian, ketika hamil Anda sudah memenuhi sebagian kebutuhan gizi.

Menurut dr Samuel, kesehatan sang ibu harus didahulukan. Bila ibu sehat, janinnya tentu juga sehat. Tetapi jangan beranggapan semua makanan bisa dimakan. Makanan dengan bahan pengawet, atau camilan seperti gorengan, sebaiknya ditinggalkan dulu.

Memperhatikan jumlah asupan makanan juga penting diperhatikan. Maklum, karena merasa harus memberi makan untuk dua orang (ibu dan janinnya), kita yang sedang hamil lantas berusaha makan apa saja, sebanyak-banyaknya. Prinsip seperti ini perlu diluruskan.

“Kalau si ibu makan sebanyak-banyaknya, yang ada kemudian terjadi kelebihan kalori. Akibatnya pada saat usia kandungan 6 atau 7 bulan, ibu sudah susah berdiri atau duduk. Intinya, porsi makan jangan dihitung dua kali, karena itu berarti Anda hanya memburu rasa kenyang,” tutur pakar gizi Wied Harry Apriadji dalam seminar “Menyiasati Balita yang Sulit Makan Sayur” di pameran yang sama.

Memang, ibu hamil membutuhkan asupan kalori memang lebih besar. Namun bila Anda kesulitan menghitung makanan sejumlah 2000 atau 2300 kalori, menurut Wied sebenarnya ada cara yang gampang untuk mengetahui apakah kita sudah memenuhi jumlah kalori yang dibutuhkan. “Kalau lapar, ya makan. Begitu kenyang, silakan berhenti. Jangan sampai merasa kekenyangan. Karena (bila kekenyangan) juga tidak membuat pertumbuhan bayi makin baik, hanya si ibu yang jadi kegemukan,” jelas food stylist yang banyak mempelajari pola makan sehat alami ini.

Wied juga mengingatkan pentingnya keanekaragaman jenis makanan yang dikonsumsi. Hal ini bisa dilihat dari warna makanannya. Setiap hari kita harus mengonsumsi sayuran lebih dari satu warna. “Siapkan minimal tiga warna. Misalnya kita bikin sayur bening. Biasanya kan sayur bayam isinya bayam dan jagung. Coba tambahkan taoge. Atau, wortel yang diiris tipis juga enak, lho,” serunya.

Prinsipnya, ketika memasak kita tidak perlu terpaku pada jenis sayuran yang lazim digunakan. “Misalnya saat istri membuat pecel. Untuk para suami, minta dong istri menambahkan sayuran dengan warna lain. Enak atau enggak enak itu sebenarnya hanya ada di pikiran kita, kok.”

Kompas, 29 November 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s