Perhatikan Masa Ovulasi untuk Raih Kehamilan Sukses


Bagi beberapa pasangan menikah, kehamilan dengan mudah dapat terjadi. Namun bagi sebagian pasangan lainnya, mereka memerlukan usaha ekstra keras untuk mendapakat sang buah hati.

Tidak boleh patah semangat dan langsung beranggapan mandul. Berasumsi seperti itu, hanya akan menambah ketegangan dalam hubungan suami istri. Meskipun kehadiran anak adalah sebuah anugrah, terdapat beberapa fakta dalam berhubungan seks dan gaya hidup yang patut untuk diketahui agar dapat mengandung.

Direktur Morula IVF Jakarta dan Wakil Direktur Bundamedik Healthcare System Jakarta, Dr Ivan R. Sini, memberikan beberapa tips menuju kehamilan sukses.

–  Saat tepat untuk menjalani gaya hidup sehat adalah sebelum hamil. Pertahankan berat badan ideal, olahraga rutin, konsumsi makanan sehat, kurangi stres, hindari rokok, alkohol dan narkoba. Kebiasaan-kebiasaan baik yang anda lakukan dapat membantu kehamilan terjadi dengan mudah dan berdampak baik bagi bayi dan diri sendiri selama kehamilan berlangsung.

–  Dengarkan apa yang tubuh inginkan dan pahami cara kerja tubuh – apa yang terjadi pada  tubuh setiap siklus bulanan. Kenali tanda-tanda ovulasi. Selain itu, pelajari pula tentang ejakulasi pria dan cara menghitung sperma. Hal ini berkaitan untuk cari tahu kapan waktu tepat untuk berhubungan seks.

–  Rencanakan kehamilan dengan berhubungan seks pada saat fase luteal berlangsung, dimana jumlah sperma ada pada peringkat paling tinggi. Fase Luteal yang juga merupakan “Masa Setelah Ovulasi”, merupakan masa saat ovulasi terjadi hingga hari pertama mens. Ini juga merupakan masa dimana kemungkinan terjadi kehamilan sangat tinggi. Biasanya fase luteal ini berlangsung selama 14 hari.

Panjangnya fase luteal ditentukan oleh waktu ovulasi pada saat siklus mens berlangsung. Meskipun masa fase luteal cenderung tak berubah, proses ovulasi dapat tertunda karena beberapa faktor yaitu stres, aktifitas dan pengobatan yang bertambah. Anda dapat menghitung waktu ovulasi dalam siklus mens dengan cara mengurang masa fase luteal dari masa siklus. Misalnya, jika siklus anda adalah 28 hari dan fase luteal 12 hari, maka ovulasi akan muncul di hari ke 16 masa siklus (28-12=16).

Ada beberapa cara untuk menentukan kapan anda berovulasi, mulai dari cari tahu suhu permukaan tubuh, perhatikan perubahan yang terjadi pada lendir rahim hingga membeli kalkulator ovulasi di apotik.

Kompas, 23 November 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s