Senam Yophytta untuk Ibu Hamil


Melahirkan adalah suatu proses alami bagi wanita. Meskipun demikian, jika kita mempersiapkan diri dengan lebih baik, kita pun akan mengalami proses persalinan yang lebih lancar. Anda bisa mendapatkan pengalaman hamil yang menyenangkan ini, bila mengikuti senam hamil Yophytta Materna yang digelar oleh PT Fonterra Brands Indonesia, produsen susu Anmum, Sabtu (5/12) lalu. Sebelumnya, senam ini sudah digelar di Malang dan Surabaya.

Maka berbondong-bondonglah 500-an wanita (baik yang hamil maupun yang belum hamil) di Ballroom Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta. Senam Yophytta Materna ini –yang merupakan gabungan Yoga, Pilates, Hypnoteraphy, dan Tai Chi- jika dilakukan secara teratur akan membuat tubuh menjadi sehat, bugar, dan mempermudah proses persalinan. Senam dapat mulai dilakukan pada usia kehamilan 5 bulan, dengan durasi latihan 1 – 1,5 jam.

Acara hari itu diawali dengan talk show bertema “Kiat Mendapatkan Si Kecil yang Sehat dan Cerdas” bersama dr Ifzal Asril, SpOG. Topik ini mengutamakan pentingnya mengonsumsi asam folat saat merencanakan maupun selama kehamilan. Asupan folat yang cukup (antara lain dengan minum susu 2 kali setiap hari selama 12 minggu) dapat mengurangi hingga 80% risiko NTD (Neural Tube Defects), suatu kelainan sistem saraf yang sering menyebabkan kecacatan pada janin.

Energi positif
Instruktur senam, Arsaningsih, Amd, SE, mengungkapkan perbedaan antara senam hamil biasa dengan senam Yophytta. Jika senam hamil biasa hanya menekankan gerakan fisik saja, senam Yophytta menggabungkan latihan fisik, mental, dan spiritual.

Mental dan spiritual memang menjadi bagian dari persiapan bumil menghadapi proses persalinan. Sebab, bumil umumnya memiliki berbagai kekhawatiran berkaitan dengan proses kelahiran. Dari soal apakah bayi akan lahir sehat, rasa sakit saat melahirkan, hingga apakah bumil akan mampu menjadi ibu yang baik. Tak jarang bumil menjadi stres menjelang kelahiran si kecil. Anda tahu kan, kondisi bumil yang stres juga akan mempengaruhi kondisi janin.

Nah, senam Yophytta ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir positif, menjaga kestabilan emosi, menghilangkan stres, serta mengurangi keluhan selama hamil (seperti sakit pinggang, nyeri sendi, termasuk morning sickness). Dari segi fisik, senam ini memperkuat elastisitas otot dasar panggul dan dinding perut yang berperan pada kehamilan dan persalinan. Yang paling penting, ikatan ibu dan bayi semakin meningkat.

Senam Yophytta dilakukan untuk menarik lebih banyak energi ke dalam tubuh bumil melalui pernafasan. Energi positif yang terhirup disimpan dalam tubuh, sedangkan energi negatif dikeluarkan melalui nafas yang dibuang. Penyerapan energi positif ini merupakan tahap pertama dalam senam Yophytta, yaitu tahap relaksasi.

Pada bagian ini peserta diminta untuk duduk dengan santai, dan merasakan setiap tarikan nafas. Peserta diminta mensyukuri semua bagian tubuhnya, dari mata hingga kaki. Selain itu juga menghilangkan setiap pikiran negatif, misalnya, bahwa diri kita tidak sempurna, atau kita tidak mampu menjadi ibu yang baik. Bila memikirkan hal-hal yang positif, tubuh kita pun akan mendorong terjadinya hal-hal yang positif.

Tahap berikutnya adalah afirmasi, atau membangun pikiran positif. Di sinilah peran latihan hypnotherapy. Dalam posisi tetap duduk, peserta mendengarkan berbagai kata-kata dorongan yang bersifat positif dari instruktur. Jika nanti Anda berlatih Yophytta sendiri di rumah, Anda bisa menggunakan kata-kata Anda sendiri untuk memberi stimulasi positif pada pikiran.

Tahap terakhir adalah latihan fisik, dari latihan peregangan, latihan untuk mempersiapkan otot dasar panggul, dan otot paha bagian dalam. Ada yang disebut dengan gerakan kupu-kupu, yang melatih perineum (daerah antara kedua belah paha) dan bertujuan untuk merelaksasikan daerah panggul. “Luruskan kaki kiri, lalu gendong kaki kanan dengan tangan, dan goyangkan perlahan-lahan,” begitu antara lain instruksi dari Arsaningsih yang datang langsung dari Bali ini.

Gerakan lain adalah gerakan kucing, yang mengajarkan pada bumil saat harus mengejan nanti. Caranya dengan melakukan posisi merangkak, lalu melengkungkan punggung ke atas dalam beberapa hitungan, lalu melengkungkan punggung ke bawah, juga dalam beberapa hitungan. Setelah itu, ganti posisi kaki yang digendong.

Menurut Arsaningsih, banyak bumil yang salah dalam cara duduk dan berdiri. Saat mengangkat tubuh dari posisi duduk di lantai, seringkali ada gerakan menyentak yang sebenarnya berbahaya. Saat berdiri atau duduk, kita harus melibatkan kedua tangan untuk menumpu badan. Dengan menguasai teknik ini, tentu kita juga dapat menghindarkan diri dari cidera otot saat kehamilan.Tertarik mengikuti senam Yophytta? Silakan kunjungi:
* Seluruh RS Hermina Group
* RS Pantai Indak Kapuk
* RS Puri Indah
* RS Pondok Indah
* MMC
* RS HCOS (Rumah Sakit Internasional Surabaya)

Kompas, 06 Desember 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s