Pawai Budaya Purbalingga, dari Cowongan hingga Hakim Bao


Gelar Budaya Pariwisata Purbalingga 2009, Sabtu (26/12/2009), ditutup dengan pawai budaya yang menghadirkan kesenian aneka kesenian tradisional banyumasan, serta budaya unik dari berbagai daerah di Jawa, Bali, dan Sumatera. Puluhan ribu penonton tumpah ruah di sepanjang jalan yang dilalui arak-arakan pawai.

Pawai yang mengambil tema The Amazing of Local Culture itu menampilkan seni budaya tradisional popular seperti ebeg, lengger, wayang, kethoprak, barongsai, dan reog, hingga seni budaya tradisonal yang kini eksistensinya nyaris terpinggirkan dan kurang dikenal seperti gumbleng ilo-ilo gotho, cowongan, amplang, angguk, jepin, dan paksa moi.

Apa maning kuweh paksimoi, kok inyong ora tahu ngerti ya. Namanya lucu (apa lagi paksimoi itu, kok saya tak pernah tahu ya),” seloroh Ika Windarti (22), warga Purbalingga Lor, yang ikut menonton arak-arakan saat melihat rombongan kelompok seni paksimoi Kecamatan Karanganyar, Purbalingga lewat.

Paksimoi adalah salah satu seni tari dan fragmen khas Purbalingga yang kini nyaris punah. Para pemain paksimoi berdandan warna-warni, berkacamata hitam, dan riasan muka seperti bawor (tokoh punakawan). Seni ini kini hanya dimainkan oleh orang-orang lanjut usia dan tinggal tersisa di Kecamatan Karanganyar.

Penampilan grup cowongan Banyumas paling mendapat perhatian penonton dalam pawai kemarin. Nuansa magis, dandana n pemainnya yang dibuat mirip dedemit hitam, serta gerakan-gerakan penari dedemit yang lucu membuat sebagian penonton yang berada di pinggir jalan merangsek ke depan agar dapat melihat lebih dekat.

“Kami memang mencoba menampilkan cowongan sebagai seni pertunjukan dalam pawai ini sehingga masyarakat tertarik. Cowongan sebenarnya ritual memanggil hujan yang sakral. Tapi sekarang memang sudah banyak ditinggalkan,” ujar Titut, pimpinan grup cowongan banyumasan tersebut.

Seni tradisional di luar Purbalingga dan Banyumas yang ikut tampil dalam pawai ini di antaranya seni reog dan kethek ogling dari Wonogiri, kethoprak dari Solo, ndolalak dari Purworejo, jejangkungan dan sisingaan dari Cirebon, sakerah dari Madura, serta sejumlah penampilan seni budaya dari Bali, Nusa Tenggara Barat, hingga Nanggroe Aceh Darussalam. Peserta pawai dari luar Purbalingga tersebut langsung datang dari daerah masing-masing.

“Kami senang bisa ikut dalam pawai budaya seperti ini. Paling tidak kami bisa mengekspresikan seni daerah kami dan menyatu dengan seni dari daerah lain. Seharusnya acara-acara seperti ini rutin,” kata Harsono, pemain reog asal Purwantoro, Wonogiri, yang ikut dalam kegiatan tersebut.

Tampil juga dalam pawai ini sejumlah kelompok kesenian barongsai dari Purbalingga dan Banyumas. Penampilan barongsai diiringi dengan arak-arakan warga keturunan Tionghoa yang berdandan bak pendekar-pendekar dari Kuil Shaolin.

Dalam pawai ini saya memilih tampil dengan pakaian Hakim Bao. Tujuannya untuk menyemarakan dan berbaur, ujar Basuki, salah seorang warga keturunan Tionghoa yang ikut dalam pawai.

Pawai berangkat dari Jalan MT Haryono depan SMA Negeri 1 Purbalingga sekitar pukul 09.00, dan finis di Jalan Jenderal Soedirman Timur.

Bupati Purbalingga Triyono Budi Sasongko, mengatakan, pawai budaya ini ditujukan untuk menunjukkan aneka macam kekayaan seni budaya yang ada di Purbalingga dan daerah-daerah lain di Indonesia kepada masyarakat. Dengan cara itu, masyarakat menjadi mengenal kembali seni yang sebagian nyaris punah itu.

Dia berharap, pawai ini menjadi embrio pawai budaya banyumasan. Dengan demikian, ada kegiatan rutin yang memungkinkan pegiat-pegiat seni tradisional yang ada di wilayah ini berekspresi.

Kompas, 27 Desember 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s