Tak Benar, Ponsel Memicu Tumor Otak


Penggunaan ponsel seringkali disebut sebagai salah satu pemicu timbulkan tumor otak. Akan tetapi sebuah studi penelitan baru yang dipublikasikan  dalam Journal of The National Cancer Institute 3 Desember lalu menemukan bahwa ponsel tak ada kaitannya dengan tumor.

Studi yang dilakukan selama 5-10 tahun ini  melibatkan 60.000 sukarelawan dari Denmark, Finlandia, Norwegia dan Swedia.  Mereka menggunakan telepon seluler di negara tempat tinggal mereka.

Peneliti menyatakan bahwa kasus tumor otak pada populasi penduduk yang dipelajari di empat negara tersebut ternyata tetap stabil. Penurunan atau peningkatan kasus tumor otak hanya terjadi pada tahun 1974 dan 2003. Sedangkan penggunaan telepon seluler meningkat drastis pada pertengahan tahun 1990-an.

Peneliti utama Isabelle Deltour, PhD, dari Institute of Cancer Epidemiology of the Danish Cancer Society, menyatakan tidak ada tren insiden tumor otak yang meningkat pada data yang ditelusuri dari sekarang hingga tahun 1998.

Mereka menyatakan, ada beberapa kemungkinan sebagai alasan tentang tak adanya kaitan antara telepon seluler dengan tumor otak. Bisa jadi ini dikarenakan adanya periode induksi yang berkaitan dengan tumor otak lebih dari 5-10 tahun, peningkatan risiko bisa saja terlalu kecil hingga tidak terdeteksi oleh karena itu tidak bisa diobservasi.

Studi yang mereka pelajari hanya pada kelompok tumor otak atau pengguna telepon seluler, sehingga mereka menyatakan tidak adanya peningkatan resiko penggunaan telepon seluler terhadap resiko kanker otak.

Peneliti menyatakan mereka tidak mengobservasi berapa lama penggunaan ponsel secara individual ketika studi mereka dilakukan.  Studi hanya melihat apakah terjadi insiden tumor otak.

“Karena penggunaan telepon seluler sangatlah tinggi pada populasi sekarang, mungkin diperlukan follow up mengenai insiden tumor otak” papar Deltour.

U.S Food and Drug Administration (FDA) menyatakan pada website mereka bahwa “berdasarkan penelitian, ponsel tidak ada kaitannya dengan problem kesehatan apapun”. Pernyataan FDA juga didukung oleh Vice President The American Cancer Society (ACS), Michael Thun, MD, yang juga mengungkapkan hal senada.

Deltour dan koleganya, mempelajari 59.984 pria dan wanita usia 20-79 tahun yang didiagnosa tumor otak. Mereka menyatakan, jika memang ada kaitan antara tumor otak dengan penggunaan ponsel, maka hal ini tidak terbukti dengan angka yang didapatkan dari hasil penelitian.

“Temuan kami menyatakan bahwa tingkat insiden tumor otak yang meningkat, stabil atau menurun sebelum adanya ponsel konsisten dengan adanya telepon seluler. Yang dapat kita simpulkan dari sini bahwa telepon genggam tak mempunyai efek terhadap tumor otak” jelas Deltour.

Mereka menyarankan dilakukan studi dalam jangka waktu yang lebih panjang kepada pengguna ponsel yang memakainya dalam waktu lama.

Kompas, 09 Desember 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s