Lukisan “Matuto” Banyak Ditemukan di Kaimana


Lukisan “matuto” sebagai salah satu bentuk gambar dari seni cadas masa pra-sejarah, banyak ditemukan di sejumlah kampung yang termasuk dalam wilayah Distrik Kaimana, Kabupaten Kaimana, Papua Barat.

Kepala Balai Arkeologi Jayapura, Drs M Irfan Mahmud MSi di Jayapura, Selasa menjelaskan, matuto berbentuk manusia setengah kadal dan dianggap sebagai pahlawan nenek moyang.

“Dari hasil penelitian, gambar berbentuk matuto cukup banyak ditemukan pada permukaan dinding-dinding ceruk yang dijadikan sebagai ’kanvas’ bagi para seniman dari masa pra-sejarah di beberapa situs arkeologi yang ditemukan,” ujarnya.

Dikatakannya, motif matuto termasuk dalam kelompok gambar manusia yang bermakna religius sebagai representasi dari nenek moyang manusia pra-sejarah yang pernah hidup di wilayah Kaimana.

Selain matuto, motif lainnya yang termasuk kelompok gambar manusia di antaranya adalah cap tangan yang bermakna sebagai kekuatan pelindung untuk mencegah kejahatan dan bentuk antropomorfik atau orang/manusia.

Jenis lukisan matuto ditemukan di Situs Omborecena, Memnemba, Memnemnambe dan Tumberawasi yang terletak di Kampung Maimai.

Sedangkan di Kampung Namatota, lukisan matuto juga ditemukan di Situs Werfora I, Werfora II, Werfora III dan Werfora IV.

Sementara itu, bentuk-bentuk gambar dari lukisan pra-sejarah lainnya yang ditorehkan pada permukaan dinding-dinding cadas adalah motif kadal, ikan, penyu, buaya, kuskus, ular, burung dan kuda laut, yang termasuk dalam kelompok fauna.

Sedangkan dalam kelompok geometris ditemukan motif matahari, penunjuk arah, segi empat dan lingkaran. Adapun kelompok benda hasil budaya manusia meliputi bentuk perahu, bumerang, tombak, kapak batu, penokok sagu dan topeng.

Aktivitas manusia pra-sejarah menorehkan gambar pada permukaan dinding-dinding ceruk dengan zat-zat warna alamiah disebut sebagai lukisan cadas atau seni cadas, sebagai media untuk menuangkan ide atau gagasan yang berkaitan dengan suatu kejadian yang dialami atau dilihatnya.

Peninggalan arkeologis tersebut merupakan bentuk peradaban yang dimiliki masyarakat pendahulu di wilayah Papua, sekaligus menambah kekayaan budaya Nusantara.

Kompas, 08 Oktober 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s